Lagi di dalam bis, pengen posting baca ada mahasiswa peternakan suatu perguruan tinggi tidak ingin di-drop out karena peraturan mengharuskannya akibat ybs gagal mengulang mata kuliah kalkulus hingga 3 kali. Memang sih, jauh hubungan antara peternakan dan kalkulus. Dan, jujur, saya juga kasihan dg ybs, padahal konon mestinya thn depan dia bisa lulus. Huff... kebayang betapa galaunya dia, gimana dia lapor ke ortunya ya..
Di sisi lain, saya juga ga bisa menyalahkan sistem akreditasi yang telanjur begitu. Alhamdullillah sih, sudah diperbaiki, tp sayangnya anak ini ga lolos waktu berlakunya aturan..
Kalau memang tidak ada upaya lain, Saya mencoba berfikir dari sisi lain. Mengingat kegagalan hingga 3x, bisa jadi peternakan bukan bidang terbaik buqtnya. Bagaimana seandainya, Allah memang menakdirkan ybs sukses bukan karena dia sarjana peternakan, tapi justru sukses karena profesi lain. Who knows?
Dulu, saya ngotot pengen jadi dokter. Makanya sedih banget waktu "hanya" diterima di pertanian. Berharap untuk mengulang UMPTN tahun depan, tapi akhirnya sadar diri. Mengingat, saat praktikum saya sering mecahin alat2 laboratorium. Kebayang kan, klu saya ngotot jadi dokter, hehe kayaknya bakal punya kasus malpraktek deh.. Alhamdulillah, saya bersyukur istiqomah di pertanian... hehe
Juga, saya juga pernah bernafsu pengen pasca sarjana saya di luar negeri. Tapi, kondisi kesehatan saya tidak mendukung. Alhamdullillah, saya tetap bersyukur, meski keinginan untuk short course, fellowship ke luar negeri ga pernah padam, pada akhirnya jadi menguasai kentang dan blog berbau pertanian ini, dibaca teman2.. kan, klu beda universitas, topik penelitian, belum tentu blog ini ada.. hehe..
Simpulannya, kita tidak pernah tau rencana terbaik Allah buat kita. Jawabannya, kita hanyaperlu bersyukur dan bersabar. Setuju bro?
Topik Judul
- aeroponik kentang (56)
- catatan harian (102)
- kesehatan (13)
- motivasi (21)
- opini (44)
- Organik (11)
- penelitian (28)
- pertanian (34)
- travelling (21)
- Wirausaha (16)
Cari Blog Ini
Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??
Pemesanan Benih Kentang :
Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
LAYANAN KONSUMEN JM FARM :
Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
Rabu, 11 September 2013
Selasa, 10 September 2013
Maaf, Punten...
Halooo... Hehe lama ga nongol..
Alhamdullillah, sudah mulai ngantor lagi sejak seminggu lalu, tapi belum sempet posting. Hehe, belum dapat posisi duduk yang nyaman sih. Alhamdulillah, baru hari ini, kerasa nyaman..
Sebelum mulai ngantor, ada rasa galau nih. Entah kenapa, ga enak aja rasanya. Perasaan, dulu, waktu selesai S2, saya ga ngalamin rasa seperti ini. Setelah direnung-renungkan, hehe, ternyata ada kaitannya dengan kebebasan..
Yup, mungkin beda dengan waktu S2 dulu, pergaulan dan wawasan sudah luas, tapi harus dibatasi oleh waktu, wilayah, dan cakupan. Hehe.. Waktu kerja yang luwes, sekarang harus dibatasi waktu kerja orang kantoran.. Hehe.. Ga bisa ngilang lagi, apalagi tanpa surat tugas.. Tadinya, bebas ngamen dimana2, sekarang disuruh fokus ke propinsi wilayah kerja saya.. *sedih euy*. Saya yang berusaha membatasi keahlian di hortikultura saja, ga bisa engga, harus mau seperti dulu, agro kompleks. Lagi-lagi, namanya juga pasukan, emang harus nurut, ya, jadi deh, sibuk urusan lain..
Kembali ke padi, kembali ke urusan administrasi, ceremonial, ABS = Asal Bapak Senang.. Hufff..
Awalnya, pengen membagi waktu antara kerja dan bisnis. Eh, tetap aja kecampur-campur. Akibatnya, ya pinter-pinter bagi waktu. Konon, yang sukses adalah yang pinter membagi waktu dan tentu dong, bisa beradaptasi dalam segala hal..
Ok, semangat
So, bagi teman2 pembaca blog saya, maaf, punten, bila sekarang tidak bisa konsultasi sebebas dulu. Tapi tenang, khusus HANYA bagi klien JM Farm, tetap silahkan berkonsultasi, ber-email, SMS, WhatsAp, Line, Viber.. Mangga, monggo..
Alhamdullillah, sudah mulai ngantor lagi sejak seminggu lalu, tapi belum sempet posting. Hehe, belum dapat posisi duduk yang nyaman sih. Alhamdulillah, baru hari ini, kerasa nyaman..
Sebelum mulai ngantor, ada rasa galau nih. Entah kenapa, ga enak aja rasanya. Perasaan, dulu, waktu selesai S2, saya ga ngalamin rasa seperti ini. Setelah direnung-renungkan, hehe, ternyata ada kaitannya dengan kebebasan..
Yup, mungkin beda dengan waktu S2 dulu, pergaulan dan wawasan sudah luas, tapi harus dibatasi oleh waktu, wilayah, dan cakupan. Hehe.. Waktu kerja yang luwes, sekarang harus dibatasi waktu kerja orang kantoran.. Hehe.. Ga bisa ngilang lagi, apalagi tanpa surat tugas.. Tadinya, bebas ngamen dimana2, sekarang disuruh fokus ke propinsi wilayah kerja saya.. *sedih euy*. Saya yang berusaha membatasi keahlian di hortikultura saja, ga bisa engga, harus mau seperti dulu, agro kompleks. Lagi-lagi, namanya juga pasukan, emang harus nurut, ya, jadi deh, sibuk urusan lain..
Kembali ke padi, kembali ke urusan administrasi, ceremonial, ABS = Asal Bapak Senang.. Hufff..
Awalnya, pengen membagi waktu antara kerja dan bisnis. Eh, tetap aja kecampur-campur. Akibatnya, ya pinter-pinter bagi waktu. Konon, yang sukses adalah yang pinter membagi waktu dan tentu dong, bisa beradaptasi dalam segala hal..
Ok, semangat
So, bagi teman2 pembaca blog saya, maaf, punten, bila sekarang tidak bisa konsultasi sebebas dulu. Tapi tenang, khusus HANYA bagi klien JM Farm, tetap silahkan berkonsultasi, ber-email, SMS, WhatsAp, Line, Viber.. Mangga, monggo..
Minggu, 04 Agustus 2013
Lanjut S2 atau kerja dulu?
Baru -baru ini ada mahasiswa S1 magang di aeroponik saya. Ada sedikit pesan yang ingin sampaikan lewat blog saya ini, yang sering saya sampaikan pula kepada adik2 mahasiswa yg mo lulus dan mungkin galau, haruskah langsung bekerja atau meneruskan sekolah lanjut S2 ? Tentu berdasarkan pengalaman saya.
Tanpa memperhitungkan dapat anugrah beasiswa dan kesempatan emas lainnya, bagi saya, perlu tidaknya langsung S2 tergantung pada tujuan hidup kita. Idealnya, saya lebih cocok sarjana fresh graduate bekerjalah terlebih dahulu untuk mengasah ilmu yg diperoleh saat S1. Lebih bagus, bekerja sesuai bidangnya. Pada tahap ini, kalian akan berusaha mencocokkan ilmu yg diperoleh dg dunia kerja. kadang baru ngeh, ternyata ilmu yang dipelajari waktu S1, maksud penerapannya begini toh.. hehe
Sekitar 1-3 tahun, bila emang penasaran dg bidang ilmunya dan merasa hungry bahkan starving dg ilmu, segeralah lanjutkan S2. Terlalu lama kadang bisa melenakan kita, terutama salary. Mumpung masih muda.
Tahap ini merupakan ajang untuk menjawab kebuntuan, masalah yg dihadapi saat "pernah" bekerja sbg fresh graduate. Semakin penasaran, semakin banyak menggali ilmu, semakin tinggi kualitas diri kita. Tahap ngeh ilmu ini, manfaatkan sebesar2nya untuk benar2 paham teori di bidang kita sebagai landasan untuk memahami kondisi di lapangan. Contoh : sebagai orang fisiologi, anda harus benar2 tahu perbedaan fisiologi tanaman C3, C4, dan CAM..
Kembali bekerja setelah S2, sedikit terpatri, bahwa anda "dianggap" lebih tahu oleh orang-orang sekitar anda. Wajiblah, kita memantaskan diri sesuai harapan publik. Tetaplah terus belajar. Memperluas wawasan. Kalau dulu waktu S1 kita hanya tau 1+1=2, maka setelah s2, kita harus tau kenapa 1+1=2.
Untuk yang berprofesi dosen, peneliti, ga bisa ditolak, wajib S3 bila ingin terus berkembang. Tidak saja soal pangkat atau jabatan, karier, tetapi juga agar benar2 ahli. Bila perlu, jangan di universitas yang sama saat s1 ato s2. Kalaupun sama, Pilihlah yang beda jurusan tapi masih berkaitan dengan ilmu dasar dan minatnya. Jangan s1 dan s2 ambil tanah, kemudian s3 ambil sosial ekonomi. jaka sembung naik ojek, ga nyambung jek..
Saat ini, banyak dosen masih muda tapi sudah bergelar doktor. Yah, klu emang ada beasiswa, masak ditolak. Tapi, bila saya perhatikan, dosen yg begini memang smart dlm hal berteori, tp terkadang, terapannya kurang. Terlihat jelas, misalnya bila menerangkan siklus fotosintesis, daur krebs dst, tanpa mampu menerangkan apa maksud dari njlimetnya segitu banyaknya siklus tersebut. Apa maknanya nantinya kita memahami hal tersebut. padahal, dengan memahami siklus tersebut, tentu maksudnya, agar memudahkan kita merekayasa, mencari2 cara, berkreasi agar produksi meningkat, misalnya. semakin tinggi ilmu kita, tentu harapannya, daya khayal kita makin tinggi. Tentu tidak sembarang khyalan dong, but khayalan based on scientific lah..
Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa orang, yang karena tidak dapat kerja2 juga, akhirnya meneruskan sekolahnya agar memudahkan mendapatkan kerja. Hmhm., ga ada salahnya, tp seandainya tujuannya hanya untuk dapat kerja, ya jangan salahkan publik bila kemudian tidak ada peningkatan kualitas diri. tp jujur sih, teknik ini banyak manjurnya untuk mendapatkan kerja. Master lho. Meski terkadang, gajinya juga ga jauh2 amat dengan S1, Hari gini gitu lho, sarjana mah, pasaran..
Tanpa memperhitungkan dapat anugrah beasiswa dan kesempatan emas lainnya, bagi saya, perlu tidaknya langsung S2 tergantung pada tujuan hidup kita. Idealnya, saya lebih cocok sarjana fresh graduate bekerjalah terlebih dahulu untuk mengasah ilmu yg diperoleh saat S1. Lebih bagus, bekerja sesuai bidangnya. Pada tahap ini, kalian akan berusaha mencocokkan ilmu yg diperoleh dg dunia kerja. kadang baru ngeh, ternyata ilmu yang dipelajari waktu S1, maksud penerapannya begini toh.. hehe
Sekitar 1-3 tahun, bila emang penasaran dg bidang ilmunya dan merasa hungry bahkan starving dg ilmu, segeralah lanjutkan S2. Terlalu lama kadang bisa melenakan kita, terutama salary. Mumpung masih muda.
Tahap ini merupakan ajang untuk menjawab kebuntuan, masalah yg dihadapi saat "pernah" bekerja sbg fresh graduate. Semakin penasaran, semakin banyak menggali ilmu, semakin tinggi kualitas diri kita. Tahap ngeh ilmu ini, manfaatkan sebesar2nya untuk benar2 paham teori di bidang kita sebagai landasan untuk memahami kondisi di lapangan. Contoh : sebagai orang fisiologi, anda harus benar2 tahu perbedaan fisiologi tanaman C3, C4, dan CAM..
Kembali bekerja setelah S2, sedikit terpatri, bahwa anda "dianggap" lebih tahu oleh orang-orang sekitar anda. Wajiblah, kita memantaskan diri sesuai harapan publik. Tetaplah terus belajar. Memperluas wawasan. Kalau dulu waktu S1 kita hanya tau 1+1=2, maka setelah s2, kita harus tau kenapa 1+1=2.
Untuk yang berprofesi dosen, peneliti, ga bisa ditolak, wajib S3 bila ingin terus berkembang. Tidak saja soal pangkat atau jabatan, karier, tetapi juga agar benar2 ahli. Bila perlu, jangan di universitas yang sama saat s1 ato s2. Kalaupun sama, Pilihlah yang beda jurusan tapi masih berkaitan dengan ilmu dasar dan minatnya. Jangan s1 dan s2 ambil tanah, kemudian s3 ambil sosial ekonomi. jaka sembung naik ojek, ga nyambung jek..
Saat ini, banyak dosen masih muda tapi sudah bergelar doktor. Yah, klu emang ada beasiswa, masak ditolak. Tapi, bila saya perhatikan, dosen yg begini memang smart dlm hal berteori, tp terkadang, terapannya kurang. Terlihat jelas, misalnya bila menerangkan siklus fotosintesis, daur krebs dst, tanpa mampu menerangkan apa maksud dari njlimetnya segitu banyaknya siklus tersebut. Apa maknanya nantinya kita memahami hal tersebut. padahal, dengan memahami siklus tersebut, tentu maksudnya, agar memudahkan kita merekayasa, mencari2 cara, berkreasi agar produksi meningkat, misalnya. semakin tinggi ilmu kita, tentu harapannya, daya khayal kita makin tinggi. Tentu tidak sembarang khyalan dong, but khayalan based on scientific lah..
Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa orang, yang karena tidak dapat kerja2 juga, akhirnya meneruskan sekolahnya agar memudahkan mendapatkan kerja. Hmhm., ga ada salahnya, tp seandainya tujuannya hanya untuk dapat kerja, ya jangan salahkan publik bila kemudian tidak ada peningkatan kualitas diri. tp jujur sih, teknik ini banyak manjurnya untuk mendapatkan kerja. Master lho. Meski terkadang, gajinya juga ga jauh2 amat dengan S1, Hari gini gitu lho, sarjana mah, pasaran..
Sabtu, 03 Agustus 2013
Blessing in disguise
Meskipun saya orang jawa, baru sadar rupanya, baru kemarin saya seperti memberi penyuluhan kecil kepada petani Jawa.. Ah, mestinya saya bisa lebih banyak memberi manfaat kepada daerah asal saya.. Ups.. kenapa pikiran saya jadi sesempit ini ya.. Astaghfirullah.. asal bermanfaat buat orang banyak, mestinya tidak perlu berfikir seperti ini. Yup, wilayah kerja tidak harus membatasi aktivitas saya.. Kemarin, saya sempat sedikit kagok alias merasa asing, memberi penyuluhan dalam bahasa jawa, padahal belasan tahun ini basanya saya biasa memberi penyuluhan dalam bahasa sunda..
ok, kembali ke laptop.. blessing in disguise..
Saya pernah membaca kisah inspiratif tentang seorang ulama X yang menceritakan seorang muslim yang rajin memohon ampun, yang tanpa sengaja dia temui dalam perjalanannya yang sulit. Si ulama bahkan harus merasakan sampai diusir2 segala di suatu tempat dan kampung, hingga akhinya bertemu di musholla yang dijaga si muslim rajin mohon ampun ini. Di setiap dzikirnya, setiap aktivitasnya, bahkan saat menyapu, mengepel, dan aktivitas hariannya, tetap mohon ampun. kenapa pula dia seperti itu? rupanya, selain karena merasa begitu banyaknya dosa, si muslim merasa setiap doa permintaannya kepada Allah SWT selalu dikabulkan akibat doa mohon ampunnya itu. Hanya satu, yang belum terkabul, yaitu keinginannya untuk bertemu ulama X. Subhanallah, si ulama merasa perjalanan sulitnya tersebut merupakan salah satu cara Allah SWT, yang menuntunnya untuk bertemu dengan si muslim rajin ini, sesuai permintaan doa si muslim..
Tidak terasa, sering kita merasa kesulitan dalam melakukan suatu hal, tanpa kita ketahui, maksud Allah dengan ujian tersebut, ternyata semua itu adalah skenario Allah bagi hamba-Nya..
Termasuk, perjalanan mudik saya baru2 ini.. Perjalanan mudik saya tidak berjalan sesuai rencana karena mobil saya mogok di dataran tinggi sekitar Dieng. Yup, mudik sekalian blusukan ke daerah kentang, pengen nyoba ikutan nanam kentang ke salah satu petani di sana. Karena ga hafal medan yang aje gile nanjak, mogok deh.. Pake acara diderek lah, nyari spare part yang susah karena sudah sore dan di daerah terpencil gitu, dan saat maksain pulang malam hari, hehe mogok lagi deh.. akibatnya, one night in dieng deh.. pasrah :(
Schedule kacau. Tapi entah kenapa, saat sorenya, sempet kepikir, mungkin hikmahnya biar saya lebih mengenal daerah tersebut. Meskipun, ga nyangka kalau harus pake nginap2 segala. Akibatnya, Alhamdulillah, saya jadi banyak kenal petani kentang disana. Blusukan ke kebun2 kentang sambil nunggu mobil saya selesai dibenerin. Tambah teman, tambah sodara.. Ternyata, baru ketauan pula penyebab penyakit mobil saya karena montirnya yang pinter.. hehe..
Subhanallah, semua itu adalah rahasia Allah. Kenapa pula mobil saya harus mogok?
ok, kembali ke laptop.. blessing in disguise..
Saya pernah membaca kisah inspiratif tentang seorang ulama X yang menceritakan seorang muslim yang rajin memohon ampun, yang tanpa sengaja dia temui dalam perjalanannya yang sulit. Si ulama bahkan harus merasakan sampai diusir2 segala di suatu tempat dan kampung, hingga akhinya bertemu di musholla yang dijaga si muslim rajin mohon ampun ini. Di setiap dzikirnya, setiap aktivitasnya, bahkan saat menyapu, mengepel, dan aktivitas hariannya, tetap mohon ampun. kenapa pula dia seperti itu? rupanya, selain karena merasa begitu banyaknya dosa, si muslim merasa setiap doa permintaannya kepada Allah SWT selalu dikabulkan akibat doa mohon ampunnya itu. Hanya satu, yang belum terkabul, yaitu keinginannya untuk bertemu ulama X. Subhanallah, si ulama merasa perjalanan sulitnya tersebut merupakan salah satu cara Allah SWT, yang menuntunnya untuk bertemu dengan si muslim rajin ini, sesuai permintaan doa si muslim..
Tidak terasa, sering kita merasa kesulitan dalam melakukan suatu hal, tanpa kita ketahui, maksud Allah dengan ujian tersebut, ternyata semua itu adalah skenario Allah bagi hamba-Nya..
Termasuk, perjalanan mudik saya baru2 ini.. Perjalanan mudik saya tidak berjalan sesuai rencana karena mobil saya mogok di dataran tinggi sekitar Dieng. Yup, mudik sekalian blusukan ke daerah kentang, pengen nyoba ikutan nanam kentang ke salah satu petani di sana. Karena ga hafal medan yang aje gile nanjak, mogok deh.. Pake acara diderek lah, nyari spare part yang susah karena sudah sore dan di daerah terpencil gitu, dan saat maksain pulang malam hari, hehe mogok lagi deh.. akibatnya, one night in dieng deh.. pasrah :(
Schedule kacau. Tapi entah kenapa, saat sorenya, sempet kepikir, mungkin hikmahnya biar saya lebih mengenal daerah tersebut. Meskipun, ga nyangka kalau harus pake nginap2 segala. Akibatnya, Alhamdulillah, saya jadi banyak kenal petani kentang disana. Blusukan ke kebun2 kentang sambil nunggu mobil saya selesai dibenerin. Tambah teman, tambah sodara.. Ternyata, baru ketauan pula penyebab penyakit mobil saya karena montirnya yang pinter.. hehe..
Subhanallah, semua itu adalah rahasia Allah. Kenapa pula mobil saya harus mogok?
Jumat, 26 Juli 2013
Terima Kasihku
Masih berhubungan dengan ujian terbuka saya, ternyata benar kata-kata orang yang pernah mengalami ujian terbuka, suara kencang dan tegas kita akan bleyot alias naik turun saat menyampaikan ucapan terima kasih. Draft ucapan terima kasih yang saya buat, tidak jadi saya baca semua secara lengkap, mengingat tidak stabilnya suara saya karena pengen nangis. What? hehe.. Ya begitulah.. Teringat semua perjuangan ini yang tidak akan berhasil tanpa bantuan semua pihak.
Kata teman saya, meskipun, seseorang, laki-laki sekalipun dengan wajah garang, badan besar, kumis tebal pun, biasanya menangis saat ujian terbuka..
Selain keluarga, dari semua pihak yang berjasa kepada saya, Prof Dr. Ir. GA Wattimena , MSc lah yang banyak membantu memperluas wawasan saya tentang kentang. Bisa dianggap, dari nol hingga saya seperti ini.
Teringat, saat pertama kali saya dan hubby berkunjung ke rumah beliau untuk mengetahui dunia perkentangan dan saya merasa cocok dengan kepakaran dan wawasan beliau, sehingga saya pun ngotot minta beliau menjadi dosen pembimbing saya dibandingkan dosen lain, meskipun beliau sudah pensiun. Bukan saja ilmu tetapi juga wawasan dan networking, saya dapat dari beliau.
Sempat saya kaget saat diskusi pertama tentang proposal saya. Beliau mengetes saya tentang apa saja yang sudah saya ketahui dan darimana literaturnya. Hehe, selama ini saya tidak terlalu perhatian siapa pengarang dan judul bukunya, sehingga pas ditanya begitu, saya agak kelabakan. Saya sebut aja bukunya tebal segini dengan cover buku warna ungu. hihi.. Setelahnya baru ngeh, kalau buku tersebut adalah fotokopian dengan hard cover warna ungu.. Malu deh kalau ingat..
Pernah suatu kali kami diskusi, mungkin hampir 1,5 jam. Topik diskusi menuntut kami untuk mencari literatur yang berhubungan dengan topik tersebut. Hebatnya, beliau langsung mengajak saya untuk melanjutkan diskusi ke perpustakaan dan kami bahas English text book tersebut sampa tuntas hingga hampir 3 jam. Opo tumon coba.. Sangat-sangat jarang menurut saya, dosen yang mau meluangkan waktunya untuk berdiskusi selama itu dengan mahasiswanya deh.. Banyak jempol deh buat beliau.. :)
Yup, mungkin antusias kami sama. Kentang. Kebetulan, beliau tidak saja jago di laboratorium, tetapi juga di lapangan. Jadi wajarlah, bila kami betah diskusi berlama-lama, tidak saja tentang masalah penelitian, tetapi juga pengembangannya. Mengaitkan antara teori dan praktek. Beliau sering jadi narasumber bila saya punya permasalahan di lapangan. Umur beliau yang sudah 80an, tentu jadi jaminan wawasan beliau yang sangat-sangat luas, tinggal bagaimana saya belajar dan menggali pengalaman dari beliau.
Beliau sering memberi tebak-tebakan ke saya. Banyak tebakan ilmiahnya. Yang masih saya ingat saat beliau bertanya kenapa stek tunas lebih bagus daripada stek planlet. Hehe.. tentu lah saya jawab dengan teoritis, karena planlet adalah hasil kultur jaringan dimana jaringannya belum terbentuk sempurna dst.. dst. Itu betul, tapi logikanya apa? Apa bedanya bayi yang dapat ASI dan susu formula.. Hehe, jadi stek tunas adalah bayi yang dapat asupan ASI.. hehe, tentu bukan dalam kaitan penyakit lho ya..
Diskusi terakhir sebelum ujian terbuka, kami membahas kenapa pertanian begitu pentingnya bagi kehidupan manusia. Yup, tentu semua tahu pentingnya protein nabati dari tumbuhan untuk pencernaan manusia. Yang terlupa sedikit, bagaimana mengaitkan fotosintesis dimana terjadi siklus kreb dst menghasilkan berbagai asam amino dengan respirasi dalam menyediakan energi. Njelimet ya? Hehe.. kapan2 saya sharing deh, bagaimana mengaitkan teori dengan prakteknya.. Yup, dari beliau saya banyak belajar bagaimana mengaitkan teori yang gile rumitnya dengan prakteknya. Yang terkadang, tidak saya peroleh dari dosen2 lain.. Karena apa? Kalau kita hanya tau teorinya, maka akan lenyap dengan meningkatnya umur kita, tetapi bila dikaitkan dengan prakteknya, Insya Allah akan teringat sepanjang waktu dan dengan ilmu kita, kita akan mudah berkreasi untuk terus meningkatkan produksi pertanian.. So keep curiosity..
Selesai diskusi, sering saya merasa malu. Ya, lupa kalau beliau adalah profesor saya. Saking semangatnya, sering saya bertanya dengan pertanyaan bertubi-tubi, memang diskusi jadi hidup, tapi tentu, mungkin terlihat tidak sopan melihat posisi saya sebagai mahasiswanya. Untung, beliau memaklumi saya, yang tidak sopan ini. Ini yang terkadang membuat saya salut, karena untuk beberapa orang senior, mungkin agak tabu. Hehe.. Diskusi akan berhenti saat HP beliau berdering karena ditelpon sang ibu.. Hehe, Syukurlah si ibu pun sangat baik dan kami seperti keluarga saja. Sangat terasa saat beliau sedang sakit beberapa bulan lalu..
Jadi ga heran lah, bila dalam beberapa kesempatan, beliau sering mempromosikan saya, entah itu dalam networking perkentangan, ataupun sekedar bercerita dalam kuliah beliau. Yup, sering saya mendapat klien atau kerjasama pihak ketiga dari beliau. Ataupun laporan dari teman-teman kuliah angkatan baru, kalau beliau menyebut2 nama saya sebagai contoh tidak saja ber-IP 4, tetapi juga praktisi pertanian dengan teknologi yang bermanfaat bagi petani. Alhamdullilah, terima kasih atas apresiasinya..
Antusias kami tentang kentang terlihat saat saya meminta beliau mengunjungi penelitian kami. Janjian selasa, tetapi entahlah, beliau tidak juga memberi kabar, sehingga saya berniat menjemput beliau ke Bogor. Apa yang terjadi ? Ternyata beliau sudah ada di lokasi penelitian saya, sementara saya ada di bogor mo menjemput beliau. Ga sinkron bener nih, saking nafsunya pengen dikunjungi.. Hehe, nyesel beratlah saya..
Ketidaksinkronan kami juga terbukti saat ujian terbuka kami. Begitu banyaknya diskusi kami dan kedekatan kami, sehingga beliau menganggap saya adalah cucunya, sedangkan dalam ucapan terima kasih, saya menganggap beliau adalah guru dan bapak saya. Hihi.. dikomentarin pula oleh Wakil Dekan kami.. Hihi..
Terakhir, terima kasih atas semua ilmu, wawasan dan networking yang beliau berikan kepada kami, saya dan hubby. Kami hanya bisa mendoakan beliau agar berumur panjang dan selalu sehat. Semoga semua kebaikan beliau dan keluarga dibalas dengan kebaikan yang terbaik..
Insya Allah, pesan beliau untuk selalu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi petani, akan terus istiqomah di hati saya..
Semoga hubungan baik kami tidak berhenti sampai disini, karena ke depan telah banyak kegiatan kerjasama kentang telah menghadang, baik secara institusi maupun dalam hal bisnis..
Amiiin YRA
Kata teman saya, meskipun, seseorang, laki-laki sekalipun dengan wajah garang, badan besar, kumis tebal pun, biasanya menangis saat ujian terbuka..
Selain keluarga, dari semua pihak yang berjasa kepada saya, Prof Dr. Ir. GA Wattimena , MSc lah yang banyak membantu memperluas wawasan saya tentang kentang. Bisa dianggap, dari nol hingga saya seperti ini.
Teringat, saat pertama kali saya dan hubby berkunjung ke rumah beliau untuk mengetahui dunia perkentangan dan saya merasa cocok dengan kepakaran dan wawasan beliau, sehingga saya pun ngotot minta beliau menjadi dosen pembimbing saya dibandingkan dosen lain, meskipun beliau sudah pensiun. Bukan saja ilmu tetapi juga wawasan dan networking, saya dapat dari beliau.
Sempat saya kaget saat diskusi pertama tentang proposal saya. Beliau mengetes saya tentang apa saja yang sudah saya ketahui dan darimana literaturnya. Hehe, selama ini saya tidak terlalu perhatian siapa pengarang dan judul bukunya, sehingga pas ditanya begitu, saya agak kelabakan. Saya sebut aja bukunya tebal segini dengan cover buku warna ungu. hihi.. Setelahnya baru ngeh, kalau buku tersebut adalah fotokopian dengan hard cover warna ungu.. Malu deh kalau ingat..
Pernah suatu kali kami diskusi, mungkin hampir 1,5 jam. Topik diskusi menuntut kami untuk mencari literatur yang berhubungan dengan topik tersebut. Hebatnya, beliau langsung mengajak saya untuk melanjutkan diskusi ke perpustakaan dan kami bahas English text book tersebut sampa tuntas hingga hampir 3 jam. Opo tumon coba.. Sangat-sangat jarang menurut saya, dosen yang mau meluangkan waktunya untuk berdiskusi selama itu dengan mahasiswanya deh.. Banyak jempol deh buat beliau.. :)
Yup, mungkin antusias kami sama. Kentang. Kebetulan, beliau tidak saja jago di laboratorium, tetapi juga di lapangan. Jadi wajarlah, bila kami betah diskusi berlama-lama, tidak saja tentang masalah penelitian, tetapi juga pengembangannya. Mengaitkan antara teori dan praktek. Beliau sering jadi narasumber bila saya punya permasalahan di lapangan. Umur beliau yang sudah 80an, tentu jadi jaminan wawasan beliau yang sangat-sangat luas, tinggal bagaimana saya belajar dan menggali pengalaman dari beliau.
Beliau sering memberi tebak-tebakan ke saya. Banyak tebakan ilmiahnya. Yang masih saya ingat saat beliau bertanya kenapa stek tunas lebih bagus daripada stek planlet. Hehe.. tentu lah saya jawab dengan teoritis, karena planlet adalah hasil kultur jaringan dimana jaringannya belum terbentuk sempurna dst.. dst. Itu betul, tapi logikanya apa? Apa bedanya bayi yang dapat ASI dan susu formula.. Hehe, jadi stek tunas adalah bayi yang dapat asupan ASI.. hehe, tentu bukan dalam kaitan penyakit lho ya..
Diskusi terakhir sebelum ujian terbuka, kami membahas kenapa pertanian begitu pentingnya bagi kehidupan manusia. Yup, tentu semua tahu pentingnya protein nabati dari tumbuhan untuk pencernaan manusia. Yang terlupa sedikit, bagaimana mengaitkan fotosintesis dimana terjadi siklus kreb dst menghasilkan berbagai asam amino dengan respirasi dalam menyediakan energi. Njelimet ya? Hehe.. kapan2 saya sharing deh, bagaimana mengaitkan teori dengan prakteknya.. Yup, dari beliau saya banyak belajar bagaimana mengaitkan teori yang gile rumitnya dengan prakteknya. Yang terkadang, tidak saya peroleh dari dosen2 lain.. Karena apa? Kalau kita hanya tau teorinya, maka akan lenyap dengan meningkatnya umur kita, tetapi bila dikaitkan dengan prakteknya, Insya Allah akan teringat sepanjang waktu dan dengan ilmu kita, kita akan mudah berkreasi untuk terus meningkatkan produksi pertanian.. So keep curiosity..
Selesai diskusi, sering saya merasa malu. Ya, lupa kalau beliau adalah profesor saya. Saking semangatnya, sering saya bertanya dengan pertanyaan bertubi-tubi, memang diskusi jadi hidup, tapi tentu, mungkin terlihat tidak sopan melihat posisi saya sebagai mahasiswanya. Untung, beliau memaklumi saya, yang tidak sopan ini. Ini yang terkadang membuat saya salut, karena untuk beberapa orang senior, mungkin agak tabu. Hehe.. Diskusi akan berhenti saat HP beliau berdering karena ditelpon sang ibu.. Hehe, Syukurlah si ibu pun sangat baik dan kami seperti keluarga saja. Sangat terasa saat beliau sedang sakit beberapa bulan lalu..
Jadi ga heran lah, bila dalam beberapa kesempatan, beliau sering mempromosikan saya, entah itu dalam networking perkentangan, ataupun sekedar bercerita dalam kuliah beliau. Yup, sering saya mendapat klien atau kerjasama pihak ketiga dari beliau. Ataupun laporan dari teman-teman kuliah angkatan baru, kalau beliau menyebut2 nama saya sebagai contoh tidak saja ber-IP 4, tetapi juga praktisi pertanian dengan teknologi yang bermanfaat bagi petani. Alhamdullilah, terima kasih atas apresiasinya..
Antusias kami tentang kentang terlihat saat saya meminta beliau mengunjungi penelitian kami. Janjian selasa, tetapi entahlah, beliau tidak juga memberi kabar, sehingga saya berniat menjemput beliau ke Bogor. Apa yang terjadi ? Ternyata beliau sudah ada di lokasi penelitian saya, sementara saya ada di bogor mo menjemput beliau. Ga sinkron bener nih, saking nafsunya pengen dikunjungi.. Hehe, nyesel beratlah saya..
Ketidaksinkronan kami juga terbukti saat ujian terbuka kami. Begitu banyaknya diskusi kami dan kedekatan kami, sehingga beliau menganggap saya adalah cucunya, sedangkan dalam ucapan terima kasih, saya menganggap beliau adalah guru dan bapak saya. Hihi.. dikomentarin pula oleh Wakil Dekan kami.. Hihi..
Terakhir, terima kasih atas semua ilmu, wawasan dan networking yang beliau berikan kepada kami, saya dan hubby. Kami hanya bisa mendoakan beliau agar berumur panjang dan selalu sehat. Semoga semua kebaikan beliau dan keluarga dibalas dengan kebaikan yang terbaik..
Insya Allah, pesan beliau untuk selalu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi petani, akan terus istiqomah di hati saya..
Semoga hubungan baik kami tidak berhenti sampai disini, karena ke depan telah banyak kegiatan kerjasama kentang telah menghadang, baik secara institusi maupun dalam hal bisnis..
Amiiin YRA
Alhamdulillah, Akhirnya jadi Doktor
Alhamdullillah, kamis minggu lalu saya sudah berhasil mempertahankan
disertasi saya pada ujian terbuka dan berhak menambah gelar Dr. di depan
nama saya.
Mudah-mudahan ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat bagi pertanian Indonesia, khususnya bagi dunia perkentangan.. Amiin YRA..
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya saat penelitian dan penyusunan disertasi juga dalam memperluas wawasan saya dalam dunia perkentangan. Tidak saya sebut satu per satu karena terlalu banyaknya pihak yang telah membantu saya. Semoga semua kebaikannya dibalas Allah SWT dengan kebaikan yang terbaik. Amin YRA..
Alhamdulillah lega..
Akhirnya saya dapat bekerja kembali di dunia penelitian dan pengembangan penelitian sebagai pelayan masyarakat *pinjem kata2nya Jokowi*.
Mudah-mudahan, kesibukan saya di kantor, nantinya, tidak menghambat posting blog dan berbagi ilmu di dunia maya.. *Hehe, sudah sebulan ini sempat absen ngeblog karena sibuk nyiapin ujian. Maaf, bagi yang sempat sedikit saya cuekin ya*
Insya Allah, ada kegiatan besar yang akan saya emban sebagai dampak disertasi saya. Mudah2n bermanfaat, bukan saja bagi dunia hortikultura, tetapi juga bagi perkentangan.. Amiin YRA
Doain ya..
Salam sukses..
Mudah-mudahan ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat bagi pertanian Indonesia, khususnya bagi dunia perkentangan.. Amiin YRA..
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya saat penelitian dan penyusunan disertasi juga dalam memperluas wawasan saya dalam dunia perkentangan. Tidak saya sebut satu per satu karena terlalu banyaknya pihak yang telah membantu saya. Semoga semua kebaikannya dibalas Allah SWT dengan kebaikan yang terbaik. Amin YRA..
| Foto bersama dengan penguji saat ujian terbuka |
Alhamdulillah lega..
Akhirnya saya dapat bekerja kembali di dunia penelitian dan pengembangan penelitian sebagai pelayan masyarakat *pinjem kata2nya Jokowi*.
Mudah-mudahan, kesibukan saya di kantor, nantinya, tidak menghambat posting blog dan berbagi ilmu di dunia maya.. *Hehe, sudah sebulan ini sempat absen ngeblog karena sibuk nyiapin ujian. Maaf, bagi yang sempat sedikit saya cuekin ya*
Insya Allah, ada kegiatan besar yang akan saya emban sebagai dampak disertasi saya. Mudah2n bermanfaat, bukan saja bagi dunia hortikultura, tetapi juga bagi perkentangan.. Amiin YRA
Doain ya..
Salam sukses..
Senin, 17 Juni 2013
Halo Pak David, Halo Pak Paulus, Kirim No Kontaknya Lagi Dong..
Beberapa minggu lalu, sedih banget menyadari tablet saya ga ada di dalam tas saya. Alias dicopet. Innalillahi.. Ga sempet sedih berlama2 sih, karena saya harus ke Bogor, Jakarta, ngurus persiapan ujian tertutup saya. Malam2, beli tab lagi dan minta no hp ke operator..
Hiks hiks.. nyesek di hati. bukan saja karena tab nya tapi juga isi tabnya. no kontak, foto, file, memo, aplikasi. bener2 nyesek. sampe males utk membahasnya..
Astagfirullah., saya sempet sombong 2 hari sebelum kehilangan tab. Bukan bermaksud sombong sih sebenarnya, tapi tab telah byk membantu saya, sehingga sy sering tanpa sungkan sibuk dg tab di depan umum. kebetulan ada teman menanyakan apa manfaat pake tab dibandingkan perangkat lain. Dg naifnya, ya sy ceritakan manfaat smartphone tablet.. Entah ada kesan sombong, hingga Allah pun menegur saya..
Nilai lebih tab, ya seperti laptop mini. saya bisa sekalian kerja, ngetik apa aja selintas ide di hiruk pikuk orang lewat. Entah itu ide utk ngeblog, ide penelitian, bahkan notes berupa point2 penting harian saya. Abis dilengkapi picasso sih. jadi artinya paperless lah.
Yang paling ngerasa kebantu kalau nerima email, ya bisa buka attachment lah.
Ato sibuk ngenet saat antri ato bengong dalam perjalanan jauh (ga lupa bawa powerbank lah).. Sy jarang nonton tv domestik, jd lebih sering baca online saja.. Belum2 aplikasinya yg lengkap, dari download lagu, kamus, Al quran, doa2, map, dll lah (ga ketinggalan games dong hehe ). kan ada playstore
Namanya juga smartphone.. Sayang, meskipun smart, tapi rawan ilang..
Rupa2nya, sy harus lebih rajin transfer file ke laptop dan mengurangi kesibukan ber tab ria di depan umum..
So, hey guys.. please, kirim no kontaknya lagi dong...
Terutama bagi klien saya dari Sidoarjo.. Halo Pak David.. Kebetulan dalam waktu dekat, saya mau jalan-jalan ke Jawa Timur
Juga Halo Pak Paulus, Sumatera..
Hiks hiks.. nyesek di hati. bukan saja karena tab nya tapi juga isi tabnya. no kontak, foto, file, memo, aplikasi. bener2 nyesek. sampe males utk membahasnya..
Astagfirullah., saya sempet sombong 2 hari sebelum kehilangan tab. Bukan bermaksud sombong sih sebenarnya, tapi tab telah byk membantu saya, sehingga sy sering tanpa sungkan sibuk dg tab di depan umum. kebetulan ada teman menanyakan apa manfaat pake tab dibandingkan perangkat lain. Dg naifnya, ya sy ceritakan manfaat smartphone tablet.. Entah ada kesan sombong, hingga Allah pun menegur saya..
Nilai lebih tab, ya seperti laptop mini. saya bisa sekalian kerja, ngetik apa aja selintas ide di hiruk pikuk orang lewat. Entah itu ide utk ngeblog, ide penelitian, bahkan notes berupa point2 penting harian saya. Abis dilengkapi picasso sih. jadi artinya paperless lah.
Yang paling ngerasa kebantu kalau nerima email, ya bisa buka attachment lah.
Ato sibuk ngenet saat antri ato bengong dalam perjalanan jauh (ga lupa bawa powerbank lah).. Sy jarang nonton tv domestik, jd lebih sering baca online saja.. Belum2 aplikasinya yg lengkap, dari download lagu, kamus, Al quran, doa2, map, dll lah (ga ketinggalan games dong hehe ). kan ada playstore
Namanya juga smartphone.. Sayang, meskipun smart, tapi rawan ilang..
Rupa2nya, sy harus lebih rajin transfer file ke laptop dan mengurangi kesibukan ber tab ria di depan umum..
So, hey guys.. please, kirim no kontaknya lagi dong...
Terutama bagi klien saya dari Sidoarjo.. Halo Pak David.. Kebetulan dalam waktu dekat, saya mau jalan-jalan ke Jawa Timur
Juga Halo Pak Paulus, Sumatera..
Langganan:
Postingan (Atom)
