Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Kamis, 23 Januari 2014

Senior vs Yunior

Hari ini saya agak surprise dg respon senior sy tentang ide saya demi kemajuan institusi kami. Awalnya beberapa kali ide saya, selalu dimentahkan, dikritisi olehnya. Hmhm, saya fikir, mungkin karena jealous saja, kedatangan saya kembali ke kantor, mungkin 'mengancam' dia.. Hingga, kejadian tadi siang. Tak ingin membahasnya, tapi ada pelajaran yang dapat saya petik..
Seandainya, saya menjadi senior sepertinya. Mungkin kedatangan saya, sangat menyebalkan. Anak muda, doktor, dikit2 kasih ide, ide cemerlang pula.. grgrgrh, gemeees kale.. seandainya harus berempati, hehe.. saya mungkin keki juga kalau ada anak muda kayak begitu.. hahaha.. Untung, hingga saat ini belum ada yunior saya yg senyebelin begitu.. hehehe
Tidak ingin bernasib seburuk senior saya itu. Sepertinya saya harus mengantisipasinya. Sudah hukum alam, selalu ada bibit muda dan kita pun menua. Artinya, ada kalanya suatu saat kita pun akan ketinggalan, karena space kita memang terbatas sbg produk lama. Beda dg anak baru, respon lebih cepat tanggap...
Artinya? Belajarlah terus, tanpa mengenal umur. Kalau ga mau kalah dg yg muda, ya resikonya terus belajar. Jangan jadi pecundang dg berlindung sbg senior.
Be wise.. pengalaman bukan dipamerkan seberapa senior kita, seberapa banyak umur kita.Pengalaman mestinya menjadi dasar kita untuk memperkaya ilmu. Dan esensi dari ilmu adalah menyikapinya dengan bijaksana.
Be gentlemen. Di atas langit, masih ada langit. Tidak perlu defense, bila memang ada orang lain yg melebihi kita. Caranya, ya tentu selalu terbuka dengan hal hal baru. Jangan nilai harga diri kita terlalu tinggi, sehingga saat kita merasa kalah, merasa harga diri kita jatuh berkeping keping..
Saya punya senior yang cukup bagus. Dia selalu support ide2 saya, tanpa merasa dia dikalahkan oleh saya. Hmhm.. entah bagaimana dia mengatur hatinya agar maklum dg kelakuan spontan saya yg terkadang menyebalkan *hihi*
Sepertinya, saya pun harus terus belajar seperti itu, biar saya pun ga perlu keki ngeliat yunior nyebelin seperti saya suatu saat nantinya..
Ayuk..

Jumat, 17 Januari 2014

Mengatur Pertumbuhan Tanaman Kentang

Saya agak mengerutkan kening saya, saat teman senior saya lebih memilih budidaya kentang dengan input minimum untuk produksi benih kentang agar benih kentang yang dihasilkan kecil, tidak besar, seperti yang banyak diminati konsumen benih..

Dulu, saya juga berfikir seperti itu. Paling tidak, begitu jawaban saya saat ditanya ujian kualifikasi doktor dulu. Alhamdulillah, saat ditanya oleh dosen penguji saya luar saya, Bapak Dirjen Hortikultura, sudut pandang saya sudah berubah..

Karena satuan menjual benih G2 dst dalam satuan gram, maka konsumen lebih memilih benih kecil dengan jumlah yang banyak agar diperoleh lubang tanam yang banyak..
Setuju, bila dihitung alasan ekonomi, tetapi tidak setuju, bila memandang dari sisi prospek hasil. Saya yakin petani pun paham, benih yang ukuran besar, potensi menghasilkan umbi lebih tinggi, dengan catatan, petani yang berpengalaman lho ya.. Karena bila belum berpengalaman plus nanamnya di musim hujan, hehe.. malah bisa gagal panen deh..

Benih yang kecil, potensi hasilnya pun ikut kecil. Bahkan wajib didukung pupuk sgala. Kalau benih besar, terkadang ga perlu pupuk dasar, karena cadangan makanan dari umbi sudah cukup banyak. Silahkan cek saat panen, terkadang pupuk dasar masih nyisa, apalagi kalau lagi kering..

Kenapa harus berpengalaman?
Bila belum berpengalaman, benih yang besar akan menghasilkan benih yang besar pula, istilahnya kecelakaan... karena akan lebih banyak umbi yang dijual konsumsi daripada untuk jadi benih..

Alhamdullillah, musim lalu, saya bisa panen 44 t/ha dengan rata2 jumlah umbi lebih dari 15. Benih yang dihasilkan sedang2 saja. Tidak terlalu besar karena dibagi dalam jumlah umbi yang banyak, tetapi juga tidak terlalu kecil, karena pertumbuhan vegetatifnya cepat dan tinggi.

Dengan demikian pertumbuhan benih besar harus bisa diatur, bagaimana agar tidak fokus ke pertumbuhan vegetatif (daun, batang) dan segera beralih ke pertumbuhan umbi.
Caranya?
Hehe.. Silahkan jadi konsumen saya....

Minggu, 05 Januari 2014

Salahkaprah tentang Makanan : Ayo Sayangi Tubuhmu

Beberapa bulan lalu, saya baca buku bagus.. Mantap boo..

Awalnya saya nonton NGC, kalau ga salah, disitu disebutkan terjadi salah kaprah kalau tidak boleh makan daging dan perlunya mengurangi karbohidrat. Katanya, ini hanya politik dagang saja.. Di situ disebutkan, penelitian mengurangi daging justru malah tidak sehat.. Jadi bingung :(

Akhirnya, saya ga sengaja baca buku seller itu, yang beli hubby sih. Saya bawa sebagai bahan bacaan saat mudik lebaran haji dulu di bandara. Hmhm.. tidak setuju semua, tapi karena disebutkan semua alasan teorinya dan latar belakang penulis sebagai dokter yang meneliti pencernaan pasien2nya.. Cukup mencerahkan lah..

#1# Susu sapi untuk anak sapi. Susu manusia ya untuk manusia..
Sebenarnya, yang ini sudah pernah tau dikit. Tapi penjelasan ilmiahnya, baru tau.. Konon yang katanya meningkatkan kalsium, hehe ternyata salah bung, malah menggerogoti.. Untung saya bukan penggemar susu, padahal saya pernah galau, jangan2 ntar kalau tua bakal osteoporosis. Ternyata cukup makan tulang2 kecil aja deh.. Untung saya suka ngabisin tulang ikan.. hihi *ketauan greedy ye..*
Juga akibatnya terhadap alergi. Apa karena itu ya, sekarang banyak anak sekarang dikit2 alergi x, y, z. Konon ini berdasarkan pengamatan si dokter, bahkan terhadap anaknya yang kemudian meninggal. Hmhm..
Pertanyaan cerdasnya, terus, yang ga punya ASI, bayi dikasih apa? Sempet bingung juga sih ngejawabnya. Aha... Bukan harus dikasih apa, tapi si ibu harus berbuat segala hal, gimana caranya ber-ASI dong.. hehe..

#2# Pentingnya air ludah..
Wow, yang ini saya bener2 ga ngeh. Beda lho, ga tau dan ga ngeh ya.. *ngeles*. Yup, Tadinya saya fikir kenapa kita harus banyak mengunyah, hanya karena biar makanan jadi lebih halus, mudah dicerna oleh usus. ternyata oh ternyata, karena dalam rangka mengaktifkan enzim di ludah, yang begitu hebatnya membantu pencernaan kita. So, runtuhlah itu pentingnya enzim pencernaan buatan atau makanan lembut buat orang sakit dll..
Dan, anehnya, katanya dengan banyak mengunyah, akan lebih mengenyangkan. Cocok banget buat diet. What? sulit euy, belum juga berapa kali ngunyah, eh.. sudah refleks ngloyor masuk ke perut.. hhihi..

#3# Makan buah sebelum makan berat
Ini mah sudah tau, tapi suka lupa dalam prakteknya. Udah selesai makan berat, baru ngeh, eh belon makan buah. Berusaha mendisiplinkan diri makan buah 1 jam sebelum makan, masih sulit, apalagi kalau di kantor, lagi dinas luar...

#4# Bahayanya makan obat maag
Bila terlalu banyak gas dalam perut, bukan dengan minum obat maag solusinya. Iya dalam jangka pendek. Tapi perlahan, perbaiki adab makan. Makan buah dan banyak minum sebelum makan, kunyah selembutnya, makan pelan2, makan tepat waktu. Siip deh, pelan2 sembuh.. Tapi mungkin lama, bagi yang ga sabar..

#5#banyaknya makanan ga sehat..
Duh, hari gini sulitnya makan makanan sehat. Makanan ga sehat akan menguras enzim baik dalam tubuh kita.
Paling enak dan gampang adalah digoreng. Jadi deh, kalau makan gorengan, minyaknya dibersihin pake tisu.. *centil banget ye*
Udah gitu, paling bagus adalah makanan segar, termasuk bila setelah diolah langsung dimakan. Kalau ga, bakal teroksidasi. Hmhm.. Mo nanem sendiri di pekarangan ah, tapi sering lupa nyiram.. Ceritanya masak banyak, biar ga bolak-balik masak tiap hari, tinggal diangetin.. Salah juga..

Bener2 ga selaras bagi orang sibuk. Tapi buat apa ya sibuk, banyak duit, banyak penyakit... Hmhm.. Ayuk deh, sayangi tubuh sendiri.. *introspeksi*



Apalagi ye.. Ih, baca sendiri ya.. ntar kalau dibahas semua, dimarahin ama penulisnya.. hihi..

Sabtu, 04 Januari 2014

Teknologi Spesifik Lokasi Kentang

Sering orang latah menyebut Teknologi Spesifik Lokasi (TSL).. Yang bagaimana sih TSL itu?

Jaman dulu, kalau ingat padi pasti inget program panca usahatani (benih unggul, pupuk, irigasi, pengolahan lahan, proteksi tanaman). Dulu, program ini menjadi suatu paket teknologi dan berlaku umum di semua daerah, jadi semestinya diterapkan kelima2nya..
Saat ini dikenal pengelolaan tanaman terpadu (PTT) yang kemudian dikembangkan pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu. Prinsipnya adalah terpadu, sinergis, spesifik lokasi, dan partisipatif. Terpadu dan sinergis dalam artian semua teknologi, sumberdaya manusia, sumberdaya alam saling dipadukan untuk memberikan efek sinergis yang lebih baik. Spesifik lokasi artinya pemilihan teknologi disesuaikan dengan lokasi. Partisipatif artinya perlunya keterlibatan semua pihak terutama masyarakat..

Kalau di padi dikenal teknologi utama (seperti benih unggul, varietas unggul, PHT dll) dan teknologi pilihan (intermitten, bibit muda tunggal dll)..
Kalau di kentang? Hehe.. Harus diakui deh, di Indonesia, kajian teknologi sayuran masih terbatas. PTT kentang gimana? Ada, tetapi kajiannya tidak semendalam padi..

Kembali ke TSL..
Produksi kentang di berbagai lokasi berbeda. Kalau melihat data, produktivitas tertinggi masih di Jabar. Bahkan, meskipun luas tanam kentang di Jateng lebih luas dari Jabar, tapi produktivitasnya lebih tinggi Jabar. Bisa karena sumber benih utama berada di Jabar, bisa juga karena SDM petani, stakeholder, dan instansi terkait di Jabar lebih berpengalaman. Tapi bukan berarti Jabar tidak bisa dikalahkan lho.. Artinya, jadi ancaman bagi Jabar, tetapi juga menjadi peluang bagi non Jabar..
 

Kalau bicara soal lokasi. Mungkin awalnya, bercerita tentang kebutuhan lingkungan tanaman kentang. Salahkaprah yang perlu diluruskan, bukan berapa meter diatas permukaan laut tanaman kentang optimal ditanam, tetapi berapa suhu yang diperlukan agar kentang berumbi. Yup, bagi daerah yang padat penduduk, meskipun sudah berada diatas 1000 mdpl, tetapi mungkin sudah panas. Bukan berarti yang sangat dingin akan berumbi paling banyak. Bahaya frost juga akan mengancam...

Tanah? Hehe.. Kesuburan tanah bisa dimodifikasi dengan pemberian pupuk, entah organik maupun buatan. Struktur tanah yang gembur bisa dimodifikasi dengan pemberian pupuk organik, tapi terkadang bahan induk tanah utama, agak sulit. Eh, bukan sulit ding, tapi mahal. Kombinasi tanah dan iklim yang mempengaruhi bahan induk tanah bisa jadi menyebabkan rasa kentang Dieng berbeda dengan kentang Pangalengan maupun Malang, meskipun sama satu varietas. 


Kombinasi tanah dan iklim ini tidak saja berpengaruh terhadap produksi umbi, tetapi juga serangan hama dan penyakit serta gangguan alam seperti angin yang kenceng.. Jangan salah lho, angin tidak saja bisa merubuhkan tanaman, tetapi yang bahaya adalah menyebarkan spora-spora penyakit, seperti busuk daun dll..

Perlu juga dipahami, budidaya tanaman sangat dipengaruhi oleh musim. Saat musim hujan, artinya lebih lembab dan banyak penyakit dan saat musim kemarau, lebih banyak hama dan harus sering nyiram. Konsekuensi logis ini akan mempengaruhi cara budidaya seperti ukuran dan umur benih, jarak tanam, pupuk, PHT dll..

Jangan salah pula, kemampuan SDM petani mempengaruhi suksesnya bertani. Bagi konsumen saya, saya selalu sedikit cerewet bertanya pengalaman dalam bertani kentang. Kebiasaan dia bertani. Bagi yang ngaku pemula, saya agak leluasa memberikan advise, but kalau udah advance, hehe.. ga berani kalau ga nanya.. Kecuali memang ada treatment khusus dari benih2 saya.. Oleh karena itu, panduan bertani kentang dari saya selalu saya kasih tanda nama konsumen, karena masing2 berbeda dan selalu saya update sesuai kemajuan teknologi yang saya peroleh berdasarkan penelitian saya..
Akibatnya, kadang konsultasi bisa berjam2n, tapi saya juga happy kok... Apa sih yang engga buat konsumen saya...  

Tahun Baru, Semangat Baru

Alhamdullillah, sudah memasuki tahun baru, 2014.. Akan sia-sia bila dilewati begitu saja, Yuk evaluasi diri dan kemudian bikin resolusi baru..

Suka dan duka mungkin silih berganti terjadi dalam kehidupan kita. Kalau sedang bersuka, jangan lupa untuk bersyukur dan kalau sedang berduka, jangan lupa bersabar..

Soal bersyukur, saya baru-baru ini kaget dengar teman yunior saya. Dia membagikan hampir sebagian tunjangan kinerjanya yang berdigit 8 angka, untuk diwakafkan.. Subhanallah.. Hebat bener.. Wah, saya harus banyak belajar dari dia nih.. Jadi malu sama yang muda.. Terkadang, semakin banyak rejeki, semakin gede yang harus dizakatkan, terkadang semakin sayang untuk dikeluarkan.. Emang bener deh, jangan menunda zakat, kalau perlu jangan sempet mampir dompet atau ATM, suka susah dikeluarin lagi..

Satu hal pula yang bikin malu dengan kebiasaan jelek saya.. Nawar. Yups, saya paling males ngasih pengemis, apalagi dengan terbongkarnya, begitu banyaknya pengemis kaya. Mending ke lembaga yang jelas atau kasih lebih bagi pekerja yang giat tapi berpenghasilan rendah. Nah, dasar ibu-ibu yang hobi nawar, masih aja lupa nawar barang penjual yang lewat depan rumah padahal jarang yang beli.. Yups, tadi pagi kesindir baca berita betapa hebatnya pengendara motor yang tiap hari rutin beli koran di persimpangan jalan tanpa mau dikasih kembalian.. huff.. Juga inget status FB teman saya. Shodaqoh ga akan bikin penerima kaya mendadak dan ga akan bikin kita miskin mendadak.

Soal bersabar? Ada kesimpulan yang saya buat sebagai renungan akhir tahun lalu.
Sepertinya, kehebatan seseorang ditentukan oleh saat bagaimana dia menghadapi musibah. Ga banyak orang bisa mengambil hikmah setiap musibah yang kita hadapi. Terkadang, setelah puluhan tahun, baru kita ngeh, pantesan Allah kasih musibah itu agar kita naik tingkat. Ga banyak orang yang bisa bersyukur atas musibah tersebut..

Hmhm.. Jangan dikira saya ga pernah gagal ye.. Sama. Dari yang pahit, asem, pedes, hehe.. saya juga pernah ngalamin. Entah dosisnya gedean mana dengan kalian. hehe.. Tapi yang terpenting, bagaimana menghadapi itu. 
Dulu, saya kalau rugi atau ditipu, duh, bisa sulit tidur plus uring-uringan berhari-hari.. Kalau perlu nyalahin banyak orang.. Sekarang ? hehe.. tetep sih sulit tidurnya, cuman dosisnya berkurang.. Terkadang, perlu ngomel juga sih, tapi berusaha ga lebih satu hari.

Introspeksi diri. Hehe.. Kalau lagi dapat musibah, hal pertama yang saya inget, adakah zakat minimal 2,5% saya kurang atau saya punya salah apa ya, kok sampe dijewer sama Allah. Segera lunasi zakat, segera minta maaf, entah kepada sesama manusia ato langsung ke Allah.
Kedua, kira-kira Allah lagi mo kasih pelajaran apa ya sama saya. Ujian kedua ini biasanya untuk naik tingkat menjadi lebih baik, untuk mendapatkan hidayah, yang mungkin dengan musibah tersebut akan membukakan mata hati kita..

Dari semua ujian, kuncinya adalah pasrah. Hanya itu kuncinya dan betapa sulitnya pasrah itu.
Bila kita terus berfikir betapa mahalnya barang kita yang hilang. Seandainya begini, seandainya begitu. Hmhm.. malah tambah bikin kesel. Tapi yakinlah, bila kita sudah merasa benar (sudah zakat dan tidak ada salah dengan yang lain), Insya Allah, nanti bakal diganti yang lebih..
Bagi yang putus hubungan, yakinlah mungkin itu yang terbaik. Kalau jodoh, nanti juga bisa kembali, kalau tidak, ya mungkin nanti ada jodoh yang lebih baik.. Hey, jodoh belum tentu pasangan lho, termasuk juga jodoh pekerjaan, job, rejeki dlll...
Yakinlah, Allah Maha Perencana Terbaik