Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Jumat, 09 Maret 2012

Perdebatan Organik dan Non Organik

Produk Organik, sering dikaitkan dengan produk sehat. Yup, diproduksi tanpa input kimia baik dari benih, pupuk, pestisida, dan menjaga kontaminasi input kimia tersebut dari lingkungan luar. Terkadang menjaga kontaminasi dari lingkungan luar inilah yang sulit terutama di daerah yang padat penduduk, sedangkan lahan terbatas.. Agak sulit memang, tapi terkadang ada beberapa trik yang dapat mengakalinya..
Contoh, dengan membuat border lahan, atau menanami tanaman seperti enceng gondok untuk menyerap kontaminasi lewat air irigasi.
But, honestly, teman2 Eropa saya mengatakan tidak perlu seekstrim itu. Mana ada di dunia ini yang benar2 bersih dari kontaminasi. Jadi cukup kita tidak menggunakan input kimia, bisa disebut organik.. Kembalilah pada individu masing2

Di samping itu, isu lain yang menghambat organik adalah ketahanan pangan. Pada awal musim/tahun, biasanya terjadi penurunan produk. Di saat jumlah penduduk yang terus meningkat, penurunan produksi tentu dapat mengancam ketahanan pangan. But menurut saya, seberapa luas sih pertanian organik sehingga mengancam ketahanan pangan. Klu emang ada konsumennya, biarkan saja pertanian organik terus berkembang. Masing2 punya porsinya masing2. Dan ingat, tidak semua petani mampu menjadi petani organik lho..

Berikut ini saya tampilkan perdebatan saya dengan seorang teman tentang organik di FB saya
Teman : ‎????apa sih bedanya organik dan non organik? sampai sekarang aku masig bingung nih...ada yg bisa bantu beri pencerahan? tks...
Me : wah, si om ki aya2 ae nek isih bingung organik to yo..

Teman : tapi benar lho. soale setahuku semua pertanian itu kan merubah materi anorganik menjadi materi organik dengan "mesin" ya tumbuhan autotrof to...?jadi kan aneh bin ajaib aja klo ada yang menggolongkan ada pertanian organik dan anorganik.... 
Me : betul tentang autotrof, cuman definisi pertanian organik itu bukan tentang perubahan materi an menjadi organik om.. tapi jenis input yang diberikan, kimia/ sintetik atau bukan. Contohnya saja pupuk kimia dari pabrik atau alami (kompos), atau pestisida kimia atau biopestisida.. Untuk memastikannya perlu sertifikasi. dengan melihat FRK, pengecekan saprodi/gudang, uji residu pestisida dll oleh inspektor. kalau masih merasa aneh, dengan senang hati, bisa diskusi lebih lanjut 

Teman : menurutku sih yang membedakan hanya bahan baku inputnya...klo input yang diambil tumbuhan kan sama saja, prosesnya sama, hasilnya sama to...so?justru yang "organik" kan malah butuh waktu lebih lama kan? karena take time juga ntuk merubahnya menjadi senyawa anorganik dan ellektrolit yang bisa diserap akar....contoh yg jelas...padi untuk dapet 7-8 ton/ha perlu 200 kg NPK...lha klo diganti kompos itungannya jadi setara dengan 20 ton/ha kompos...biaya produksi mahal juga jadinya, belum kehitung waktu dan tenaga mbuat komposnya....???? salah yo pendapatku...? 
Me : lha emang pertanian organik itu definisinya berdasarkan inputnya yang non kimia/sintetik kok. Ga peduli seberapa lama mineralisasi pupuk organiknya.. dan maklum, tidak mungkin pupuk organik menggantikan ketersediaan hara dalam level yang sama dibandingkan pupuk kimia karena tujuannya lebih kepada perbaikan struktur tanah. Konsekuensinya, terkadang produksi lebih rendah (meskipun dalam beberapa kasus, setelah beberapa musim, hasilnya kemudian meningkat).. Makanya untuk negara yang masih memikirkan perut, pertanian organik ditentang karena membahayakan keamanan pangan (dan tentu keberlangsungan pabrik2 pupuk dan pestisida kimia). Menurutku sih, biarin aja, biar produsen dan konsumen yang memilih.. Hanya yang fanatik terhadap kesehatan dan lingkungan yang akan bertahan.. Alhamdullillah, perkembangannya terus meningkat..

Teman : oh ya..hampir lupa aku...input tuh termasuk pestisida yo....klo untuk pestisida, aku setuju diperketat penggunaannya di pertanian....hanya temen temen dr proteksi jg blum bunyi tuh klo diminta seperti apa mengendalikan hama ramah lingkungan yang efektif dan efisien (kecuali tikus sawah di tempatku lho ya...alhamdulillah kita bisa memberikan solusi pengendaliannya dan berhasil sampai saat ini)...akhirnya pestisida juga yg bisa menyelesaikan masalah....hanya, input ntuk pupuk dan pestisida kan lain ya mekanisme dlm tanamannya...kebanyakan pestisida kan utk mengendalikan OPT shg bermain di "luar" tubuh tanaman, klo pupuk kan jelas masuk...makanya pestisida kan utk menyelamatkan panen, pupuk utk meningkatkan panen to?...kasus lain bahwa pemakaian pestisida di kita kan mmg rodo ngawur karena maunya petani dan bombardemen iklan pestisida oleh perusahaan...nah, kembali ke organik dan non organik ...mungkin bisa utk beberapa tanaman,tetapi tidak semua jenis tanaman...karena memang ancaman terbesarnya adalah keamanan pangan...ntuk nyediain pangan >230 jt org yg makan nasi sangat berat pakai organik...kita buktikan 4 musim berturut turut SRI di BBPadi malah jadi biang kerok hama penyakit, mana hasilnya rendah lagi....
Me :  Yo emang ga mungkin pertanian organik nyediain pangan nasional. Boro2 Indo, negoro liyo sing wis maju yo ga iso makani nggo organik tok. Jadi yo, sebagai alternatif ae, bagi sing pengen lebih sehat, sing sugih to yo.. Bagiku sih, terlalu berlebihan nek pertanian organik dianggap ancaman keamanan pangan.. wong, sing kuat nanem organik yo ming petani2 mapan kok.. emang e petani Indo wis mapan kabeh po piye.. hehe.. Selain modal, petani organik kudu pinter2 cari teknologi organik. Yg bisa nerapin teknologi pake predator, mikrobiologi, biopestisida, dll lak yo ga sembarang uwong to.. La petani sing ga sembarang uwong di Indo lak yo ming pirang persen.. So rasa2ne ga perlu kuatir pertanian organik mengancam keamanan pangan

Teman : ok...jadi jelasnya utk kalangan dan pasar terbatas. saole,...klo kita gak mandiri pangan (berdaulat mah masih jauh...) ujung ujungnya jg impor...yang notabene jg gak organik juga to...dan yg diekspor ke indonesia kan kategori "sampah"...rejected disono...kebalikan klo kita ekspor ke luar to...he he...pisss
Me : wah, klu ngomongin mandiri pangan mah masih banyak faktor lain yg lebih erat hubungannya daripada dengan pertanian organik. Ya kebijakan pemerintah, politik, mental rakyatnya.. buanyak faktors lah. btw akhir2 ini agak menghayal seandainya penduduk Indo ga sebanyak ini. Sekaya2nya Indo, klu penduduknya banyak, susah diatur, sakpenake dewe.. opo ga puyeng to..

Teman : berarti masalahnya masih seputaran perut to....?mencukupi isinya (kuantitas) saja belum tuntas palagi kualitas yg dikejar, ...ok, sepakat sampai disitu...dan apapun bentuk pertaniannya, mo organik or anorganik...ujungnya kan penyediaan pangan....kita org pertanian, ditanya ttg kebutuhan pangan sdh bisa or belum...klo jawabnya gak fokus ke situ kan diketawain to...palagi org non pertanian...he he pisss....dulu sewaktu sering rapat dg bos bos di jakarta...salah satu kekawatiran pertanian organik ya mmg mrpkn salah satu taktik mrk ntuk membuat pemenuhan kebutuhan pangan kita dari impor....seperti halnya isu lingkungan yg digunakan ntuk nyerang kelapa sawit agar harga CPO turun to....
Me : ealah om.. kok mbalik meneh ke keamanan pangan to.. kan udah jelas, pasarnya beda. Klu emang pasar organik terbuka, permintaan kualitas meningkat, mosok dilepas. Toh, bisa membuka lapangan pekerjaan juga. Klu mandiri pangan ga tercapai mosok salahe pertanian organik? apa dengan menghapus pertanian organik terus jadi mandiri pangan? Please deh.. Masalah mandiri pangan adalah kompleks.. jangan kambing hitamkan pertanian organik lah.. Klu di negara berkembang lain sih, yang sinis dg pertanian organik biasane krn takut pabrik pupuk dan pestisida kimia ga payu. Bos2 besar gini biasane ngasih upeti ke pemerintah dan kasih doktrin pertanian organik akan mengancam keamanan pangan dan emang berhasil.. Klu di Indo, engga lah (???)..    

Begitulah seputar pro-kontra Organik 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar