Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Senin, 26 November 2012

Komunitas online

Konon, bila kita bergaul dengan penjual parfum, kita akan tertular bau wangi, sedangkan bila bergaul dengan tukang ikan, akan tercium bau amis..
#tanpa bermaksud mendeskriditkan tukang ikan lho ya#, tapi pameo ini mendorong kita untuk bergaul dengan lingkungan yang baik2. Kecuali bila kita mempunyai kemampuan untuk tidak mudah terpengaruh. Jadi meskipun bergaul dengan tukang ikan, kita tetap wangi..

Nah, salah satu usaha saya untuk ketularan ilmu bisnis yang wangi (?), maksudnya yang bermanfaat, saya mengikuti komunitas online Tangan di Atas (TDA). Gratis. Ilmu2 bisnis bisa diikuti dengan mengikuti milis TDA, baik TDA pusat maupun daerah, silahkan saja search ke www.tangandiatas.com.
Event nasional terdekat yang akan diselenggarakan adalah Seminar Pesta Wirausaha 2013 tanggal 8-10 Februari 2013 dengan narasumber top2 deh.. Seperti Jokowi, Dahlan Iskan, Chaerul Tanjung (mereka pernah jadi bahan postingan saya lho), Tung Dasem, Sandiago Uno, dll (banyak deh lupa..)... Early bird november seharga 600rb..


Banyak ilmu yang saya peroleh dari milis TDA. Contohnya, misalnya informasi tentang kredit bank, kartu kredit, bagaimana kasih upah pekerja, dan kisah sukses orang2 hebat deh.. Sebagai pemula, saya cukup jadi silent reader deh...
Honestly, kalau baca kisah sukses2, trik2 bisnis dari mentoring2 bisnis, bikin kita jadi semangat lagi, meskipun lagi capek, kesel, pusying mikirin kerjaan di kebun.. Paling tidak, kita tidak merasa sendiri, karena banyak wirausahawan muda juga sama2 lagi berjuang..
Maka dari itulah, mulai 2 postingan lalu, saya buka Label baru "wirausaha" di blog saya untuk menampung curhatan, sharing saya tentang perjalanan wirausaha saya, meskipun saya belum menjadi wirausaha besar.. :)
Mudah2n bermanfaat bagi pembaca..
Insya Allah dengan semakin banyaknya wirausahawan muda, Indonesia bisa tambah maju..
Amiiin..

Komunitas online kedua yang saya ikuti dalam rangka mewangikan diri adalah kompasiana.. Lagi2, saya juga cuman silent reader. Bukannya kenapa2 sih, cuman saya lebih suka menyimak saja..
Beda dengan TDA, komunitas kompasiana tidak perlu bergabung menjadi member, orang luar juga bisa ikut baca, cuman ga bisa kasih komentar. Ga papa lah, toh bisa ambil manfaatnya..
Silahkan buka www.kompasiana.com

Kalau komunitas ini, bagi saya lebih untuk mengetahui perkembangan terbaru kondisi saat ini. Bila ada isu2 besar, pasti akan dibahas dan dikomentari, sehingga kita bisa menilai sendiri mana yang benar sesuai akal sehat kita.. So, ga perlu ikut2an panas bila suatu artikel berseberangan dengan pendapat kita..
Bagi saya bila ada yang beda pendapat dengan saya, minimal saya tau, ternyata ada juga orang yang berbeda pendapat dengan saya.. Mudah2n ini bisa membantu saya untuk memahami perbedaan pendapat..

   

Arti rugi dalam bisnis pertanian : Kasus 1

Saya bukan ahli bisnis, apalagi jago ekonomi, tapi mendengar bos kios saprodi langganan saya menawarkan lahannya untuk kerjasama benih kentang, bikin saya mikir..

Yups, saya ditawari lahannya yang lumayan luas.. Dari sisi saya, tentu saya senang dengan tawaran tersebut, karena sebagai pendatang, kendala pengembangan usaha saya adalah keterbatasan lahan. Tau sendiri lah, lahan di Lembang, sudah cukup mahal baik untuk dibeli ataupun disewa.. Pengeluaran dana untuk membeli atau menyewa lahan, lumayan menyedot kantong.. hehe..
Sementara kalau mencari lahan diluar Lembang, saya keberatan mengawasinya. Pengalaman menunjukkan bahwa usaha agribisnis sangat beresiko kalau engga diawasi, baik karena kenakalan pegawai kita ataupun masalah tetek bengek tanamannya itu sendiri..

Selain senang, tentu juga bangga.. hehe.. Ternyata si engkoh ini mengamati perkembangan usaha saya juga nih.. Tau-taunya kalau usaha saya terus berkembang. Mungkin melihat perkembangan jumlah pembelian saprodi saya yang terus meningkat kali ya.. Terutama sih, dia heran dengan terus bertambahnya screen house saya.. Alhamdullillah, dipercaya orang lain.. :)

Yang pengen saya sharing di postingan ini adalah curhatan si engkoh kepada saya, eh hubby saya.. Selain mempunyai kios saprodi yang cukup besar, dia juga memiliki usaha pertanian lain seperti bunga anggrek, sayuran, wisata agro, dll deh.. Dan, katanya nih, usahanya sering rugi, padahal usahanya menampung banyak tenaga kerja pertanian.. Masak sih.. Kok masih bertahan? Ini nih, yang bikin saya heran..

Pas saya survei ke calon lahan saya, wuih.. luaaaasnya lahannya. Sudah dipagari tembok plus ada sumur bor. Pekerjanya juga sepertinya cukup trampil. Pas cerita2 dengan mandornya, sepertinya cukup berpengalaman. Dia sudah ikut si engkoh sekitar 18 tahun. Woow.. Awetnya..
Liat tanamannya, lumayan bagus. Pas nanya harga jual jagung manisnya, lumayan mahal karena dijual ke supermarket.. Lho.. kok bisa rugi sih...

Ada beberapa dugaan si engkoh ini bilang rugi..
#1# Bagi orang awam, yang namanya rugi adalah bila pendapatan kurang dari pengeluaran. Atau tidak ada pendapatan bersih ato keuntungan.. Nah, setelah beberapa lama bergaul dengan orang lapang, rupanya yang namanya rugi adalah beda lagi. Disebut rugi bila keuntungan yang semula direncanakan atau keuntungan yang biasa diperoleh di masa lalu, tidak tercapai.
Misalnya nih, biasanya satu tanaman bisa dapat 15 umbi, tetapi ternyata hanya dapat 10 umbi. Nah, ini bisa disebut rugi, walaupun misalnya sebenarnya bila dihitung secara matematis, biaya produksi impasnya 4 umbi. Jadi lebih dari 4 umbi semestinya disebut untung..Pandangan yang seperti ini terkadang disebut golongan "kurang bersyukur".. hehe.. meleset dari target..
Nah, saya ga tau persis, apakah si engkoh ini termasuk golongan ini, karena melihat tanamannya bagus, harga juga bagus, pekerjanya banyak, dan usaha sayurannya sudah belasan tahun dan masih terus berjalan.. Kalau bener rugi, mestinya dia sudah banting stir dong.. hehe

#2# Apakah managemennya kurang bagus?
Tauk juga ya. Begitu banyak usahanya, tapi dia percayakan kepada orang lain, mandornya. Entah bagaimana pengawasannya.. Harga jual tinggi, produksi tinggi, dan upah buruh yang murah, mestinya untung gede.. Entahlah, sebagai orang luar, saya ga tau persis. Cuman, ini bisa menjadi masukan buat saya, bagaimana saya mengelola managemen produksi saya nantinya bila jadi bekerjasama..
Tapi honestly, melihat management lepas seperti itu memberikan sedikit introspeksi dalam management saya. Bagaimanapun bila usaha semakin besar, tidak mungkin kita bisa mengawasi sendiri..  

#3# Mungkin si engkoh ini juga tertarik untuk masuk ke perbenihan kentang kali ya..
Hehe.. Sebenarnya si engkoh ini memang pernah coba masuk ke perbenihan kentang, tetapi gagal. Entah karena tidak tahu prosedurnya, gagal produksi, atau ga tau jaringan perbenihannya, jadi pengen masuk melalui saya.. Ga tau lah..

Let's check it out !! Bagaimanapun, tawaran bagus ini Insya Allah akan saya terima dengan antisipasi analisa2 saya diatas..
Kira2 begitu analisa saya. Ada sharing alternatif lain ? 

Jumat, 16 November 2012

Party (3) : Malaysia


Boleh dibilang, saya ga pengen main2 lagi ke Malaysia kecuali gratis. Artinya, ya biasa2 saja. Ga seru.. Hampir mirip dengan Indo-lah. Makanannya, pemandangannya, orang2nya. Nampak seperti jalan2 ke sumatera saja lah.. Soal party pas disana, juga biasa2 saja.


Welcome party, biasa2 saja. Main menunya seafood. Klu dari masakannya sih, masih enakan olahan seafood di Indo. Mungkin yang menarik karena teman2nya baru. Kebetulan, pas training di Malay ini, merupakan pilihan dari 5 angkatan peserta training organik. Alhamdullillah, kepilih jadi wakil Indo.. 
Kita diajak jalan2 ke Firefly Park Resort, liat kunang2.. Hehe.. memang sih dah lama ga pernah liat kunang2 di Indo, sudah jarang. Tapi salut juga ama Malaysia yang bisa menjaring wisatawan, hanya dengan memperlihatkan taman kunang2.
Bila dibandingkan dengan taman kupu2 (Butterfly park) di Parongpong, Bandung, sepertinya lebih bagusan taman kupu2, karena ada nilai edukasi disana. Sedangkan di Firefly, ya kita cuman nonton doang. Bagi yang udah pernah liat kunang2 sih, kayaknya ga heran lagi deh..
Firefly Park Resort
Kalau makanan yang paling berkesan, ya waktu kita jalan2 ke Cameron Highland. Steam boat.. Abis makan kesukaan saya seafood sih..  Mana makannya sepuas2nya lagi.. Duh, nyemilin udang, cumi, kepiting.. gimana ga seru boo..   
Steam boat. Seafood sepuasnya 
Tapi, ada sih, makanan asli Malaysia yang lumayan enak. Petambur Penang (bener ga nyebutinnya?). Abis makanannya mirip kesukaan saya, pecel ato gado2 dan semacamnya. Ya, jenis makanan ini, selalu ada di breakfast kita di hotel. Seperti gado2, tapi pake kepiting segala.. Bagi penyuka seafood, pasti cocok lah. Klu nasi briyani dan sejenisnya, kurang minat ah..
Petambur Penang (?)

Ga banyak party pas di Malay. Terakhir, farewell party. Sebenarnya seru, kita diajak dinner di hotel berbintang 5 dekat dg Twin Tower. Lupa namanya. Awalnya, cuman dapet hotel bintang 4 aja, tapi karena kebaikan hati sponsor, jadi pindah ke bintang 5. Tapi lagi2, honestly, lidah saya ga paham sama makanan aneh2.. hehe. So, meskipun semewah itu, ya biasa2 aja..
Yang serunya, karena ada game untuk memberikan topi bikinan Nepal untuk orang terdekat. Kebetulan, saya punya banyak teman dekat, baik dari Malaysia (karena sesama Melayu), Kamboja, atopun China, tapi berhubung lagi di Malaysia, ya saya pilih teman Malaysia.. Btw topi tersebut malah sering dipake hubby buat bobo karena angetnya
Bergaya dengan topi dari Nepal, OAD Asia

Party (2) : Thailand

Honestly, party paling seru dari ke-3 negara adalah saat di Thailand. Kenapa? Karena, makanannya paling enak.. hehe. Waktu di Eropa, makanannya aneh2, ga seru.. Ga pake nasi sih.. hehe. Kampungan.com. Rasa makanan sepertinya banyak asemnya, sedangkan pas di Asia, lebih berasa pedas dan gurih.. Yang enak makanannya di Eropa sih, hanya salmonnya aja.. hehe, ini menurut saya lho..

Welcome party di Thailand, wow seru, kita diajak party menyusuri sungai Chao Phraya naik kapal yang disewa.. Bebas makan sepuasnya.. Alhamdullillah


Selain birthday party, banyak party2 lainnya. Saat di rumah petani organik, kita juga dijamu welcome party dengan berbagai atraksi kesenian dari penduduk setempat maupun dari peserta training, Saya disuruh nyanyi lagu Indo, ealah kok bingung mo nyanyi apa. AKhirnya, nyanyi INdonesia Raya.. hehe.. cinta Indo banget ato emang lagi bleng, ga punya ide apa2..
Nah, yang lucu, karena seringnya makanan itu tidak halal, maka kita selalu pesan khusus untuk makanan halal. Jadi yang muslim ber-3, selalu disediakan khusus. Nah, pas masak sendiri, kami berencana bikin ayam dengan nyembelih sendiri agar halal. Berbondong2 yang non muslim penasaran pengen motret makanan ayam istimewa halal. Hehe.. dikira ayam halal itu diapain kali ya.. 
adik kecil menari tradisional Thai
Tetap bikin masakan khas negara masing2

Party kecil di kereta api menuju Chiang May, karaoke
Ini adalah salah satu favorite food saya. Tauk deh terbuat dari ikan apa. Yang jelas, digoreng pake telur. Saya sering bangets makan ini saat di Thai.
Semua sea food masuk dalam kelapa ini. Udang, cumi, ikan, dll pake santan dan ada daging kelapanya juga. Tauk deh namanya. Wow maknyus deh..

 Bagi saya, sebenarnya yang paling maknyus, tom yam. Sayangnya lupa ga motret. Setiap hari selalu ada tomyan, tinggal beda isinya, dan ada sedikit perbedaan rasanya. Tapi semuanya enak deh. Meskipun pas beli sendiri di warung2 makan, tetap enak tuh tom yamnya. Maklum, di daerah yang kehalalannya diragukan, paling aman makan seafood. Setelah balik ke Indo, nyoba makan tomyan, ga pernah dapet yang maknyus tuh.. Saking sukanya sama tom yam, saya sampe beli bumbu jadi tomyam di Thai, tapi kok ga bisa se-maknyus seperti makan di Thai ya.. Tauk deh..
Ada yang tau Tom yam enak di Indo kah?



Terakhir, farewell party, justru makanannya kurang seru. Mungkin karena di cafe, jadi terbatas.. Cuman, serunya, kita memberikan kado ke secret friend, yang baru tau saat itu siapa secret friend kita. Awal training panitia ngasih undian siapa secret friend kita. Kita wajib menjaga, melindungi si secret friend kita selama training. Hehe.. sebenarnya bagus juga permainan ini, jadi minimal 1 orang akan menjaga orang lain yang menjadi secret friend kita. Kebetulan secret friend saya adalah peserta dari filipina, yang saya beri kado tas batik, sedangkan saya adalah secret friend dari peserta dari China, saya mendapat kado selendang sutra. Wow.. bagus dan mahal deh kayaknya..


Pake batik di farewell party ah..
Secara keseluruhan, paling seru, ya di Thailand. harga barang2 murah, makanan enak2. Kebetulan, kita diajak jalan2nya sampe kemana2. Selain studi banding ke petani, banyak lokasi wisata yang kita kunjungi.. Beda dengan di Sweden ato Malaysia. Dugaan sih, karena Thailand relatif lebih murah, jadi banyak have fun-nya..



Kamis, 15 November 2012

Party (1) : Sweden

Tiga kali diundang training ke luar negeri, memiliki kesan tersendiri terhadap Party yang berbeda-beda..
Sebenarnya sering diadakan party seperti welcome party, birthday party, and farewell party. Setiap ada yang ultah, selalu ada birthday party. Minimal ada kue tart-nya lah. Birthday paling seru, ya saat yang ultah training manajernya, Peter, waktu di Sweden. Sayang saya ga ikutan, karena saya sudah terlanjur beli tiket mahal untuk jalan2 ke Norway. Sayang untuk di-cancel. Akhirnya saya nitip kado aja.

Farewell party ato pesta perpisahan paling ga seru, waktu training di Sweden. Kenapa? Soalnya saya lagi puasa ramadhan. Jadi terpaksa deh, ikutan party tapi ga ikutan makan. Nunggu maghrib dulu, padahal Magribnya jam 9 malam, jadi lewatlah dinner bareng2. Dinner-nya ato buka puasanya hanya ber-3 saja, yang muslim..

Party yang paling seru, pas International Party.. Sebelumnya, kita diharapkan memasak masakan khas negara masing2. Saya bikin gado2 aja yang mudah. Sebelumnya, saya udah nyiapin dari Indo, bawa bumbu pecel. Jadi tinggal nyiapin rebusan sayuran plus telor aja. Hehe praktis. Alhamdullillah, banyak yang suka.. Eh, selain nyiapin masakan khas juga nyiapin musik khas negara masing2.
Pas pesta itu, biasalah, ditampilkan musik khas Sweden, dan kita semua disuruh nari sekenanya.. Yang jelas sih, untuk mengakrabkan diri aja.. Maklum, sekitar 15 negara asia.. Dari Indo, ada 2 orang 

Dari sekian banyak peserta training..
Nyobain gado-gado
Musik khas Sweden, hehe lupa namanya..

Selain pesta2 tersebut, terkadang ada pesta kecil2an terutama kalau kita lagi studi banding di lapang. Mengakrabkan diri antara kami, peserta training dengan tuan rumah..
Pesta kebun, salah satu menunya makan barbeque rusa.. Ternyata oh ternyata, ga halal karena rusa hasil buruan yang ditembak

Setelah sepak bola lawan tuan rumah, pesta kebun deh..

Tauk permainan apa nih, yang jelas jauh2an melempar tongkat. setelah itu pesta kebun lagi deh..

Senin, 12 November 2012

Sharing Wirausaha

Saya lagi terkesan dengan pengalaman seseorang tentang kredit bank.
Diceritakan, karena ngebet pengen berwirausaha, dia keluar dari pekerjaan tetapnya dan membuka 5 jenis usahanya dengan modal kredit tanpa agunan (KTA) dari bank asing. Woww.. Hebat. Dia merasa pede karena sebelumnya, telah mengikuti berbagai seminar wirausaha dan pengalaman multi level marketing (MLM) dan pengalaman kerjanya selama belasan tahun..
Akhirnya, tidak sampai 6 bulan, semua usahanya tutup dan dia dikejar2 debt collector. Kondisi demikian menimbulkan trauma bagi dia dan keluarganya. Apalagi di saat istrinya melahirkan.. Justru, bisnis sampingannya yang tidak dia duga, akhirnya menjadi penyelamat penutup hutang2nya.. Dan sekarang, sukses dengan bisnisnya, memiliki ratusan outlet.. Happy ending lah 

Kalau cuman denger dan baca ceritanya, serasa lihat sinetron kali ya..

Dari cerita pengalamannya, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik..
#1# Kesalahan terbesar menurut si empunya cerita adalah pengambilan kredit bank. Sebaiknya untuk usaha yang dari nol, modal terbaik berasal dari 3F. Family, friend, and fool. Keluarga, teman, atau orang bodoh yang mau meminjamkan uangnya untuk modal awal usaha kita. Meskipun demikian, perlu juga ke-3 F ini diberi pengertian naik turunnya usaha kita. Jangan hanya cerita tentang manis2nya usaha kita, tetapi pahitnya usaha kita perlu juga dikasih tau agar saat pahit, mereka memakluminya. Tentu saja, resikonya mereka ga mau naro uangnya donk kalau kita terus terang resikonya. Wah, klu gitu cari investor lain ato apa boleh buat, resiko kita tanggung sendiri..
Saya pernah bilang kepada investor, bahwa benih akan laku saat musim hujan. Pas, hujan pertama kali turun, langsung saya ditanya pembagian keuntungan.. Wow.. maklum sih.. tapi kan tidak pas hujan pertama langsung petani beli semua benih saya.. Perlu bertahap. Nah, inilah pentingnya pemberian pengertian kepada investor.
Investor paling enak adalah fool. Biasanya si fool ini duitnya banyak dan bingung ngebuang duitnya kemana. hehe. Jadi, mereka biasanya justru memahami kesulitan kita..

#2# Meskipun, kita punya bekal pengetahuan dan pengalaman, belum tentu kita langsung sukses jadi entreprenuer lho..
Terus terang, saya salut sama orang2 yang nekat keluar dari pekerjaan tetapnya dan langsung buka usaha barunya. Meskipun, beberapa lama hidup bisa ditopang dengan uang pesangon, tapi sampai kapan donk klu usaha barunya masih nol.. Hebat lah.. Paling aman sih, amfibi dulu, dan pelan2 baru deh pekerjaan tetapnya ditinggalkan..
Bagaimana pun, menurut saya, perlu juga kita kerja ke orang/perusahaan lain dulu. Paling tidak, kita bisa tahu bagaimana usaha itu bisa survive, bagaimana me-maintain usaha, bagaimana etos kerja dll. Bahkan saya pernah dengar cerita teman, dia membayar pegawainya untuk kerja di perusahaan kompetitior untuk belajar managemen usaha yang bener2.. serasa film aja pake mata2 segala..
Keponakan saya, jago desain kaos, sayangnya usahanya ya segitu2 aja. Abis dia bangun aja siang, mo ada order ato engga, santai aja.. Kalau dia pernah kerja ke orang lain, dia bakal ngerasa "disiksa" bosnya dulu untuk disiplin waktu..
Kasus di PNS lain lagi. Berhubung ga pernah ada target pasar, biasanya PNS yang kerja di bidang pelayanan masyarakat kurang peduli dengan etos kerja. Kerja seadanya. Jarang yang melihat masyarakat sebagai raja. So mo beli syukur, engga juga ga ngaruh. AKibatnya, jarang PNS model beginian pengen wirausaha.. Bakal bangkrut deh..      

Konon ceritanya, 5 tahun pertama merupakan penentu berhasil tidaknya perusahaan kita berdiri.. Saya pun mengakuinya. Saat ini saya juga lagi belajar bagaimana me-maintain usaha saya. Maklum, satu periode perbenihan kentang cukup panjang, 7-10 bulan. jadi tanpa kesinambungan antar periode perbenihan, bakal bikin kacau.. Maklum, modal berasal dari berbagai sumber. Jadi harus mau berakit-rakit ke hulu, bersenang-senang kemudian. Menahan diri dulu untuk tidak beli2 yang konsumtif untuk masa depan usaha saya..
Mohon doanya aja ya.. Amin yra..
Jazakallah khairan katsiro atas doanya..
       

Tentang Senyum


 

Pernah ga merhatiin senyumnya Pak Dahlan Iskan (DI)?
Berhubung, lagi seru2nya perseteruan DI vs DPR, jadi ga sengaja merhatiin senyumnya DI. Honestly, ga terlalu manis. Bahkan tarikan senyumnya, hehe agak garing. Tapi entah kenapa ya, kok senyumnya terasa ramah, menyejukkan begitu.. Tulus..
Jadi inget senyum kontras teman kantor saya yang kecut, asem, pahit..  Padahal, ibu-ibu lho.. Bukan hanya kata saya, tapi kayaknya kompak deh, semua berkata begitu, terutama yang masih yunior.. Takut.. Dari sejak saya masih yunior, hingga sekarang pun, saya segan ngobrol.. Abis bibirnya tanpa senyum, bikin males mendekat..


Bicara tentang senyum, jadi inget sebuah artikel bahwa gerakan menarik bibir untuk tersenyum merupakan salah satu gerakan olah raga bibir, yang telah menggerakkan sekian otot. Jadi, bukan saja bermanfaat secara fisik bagi si tukang senyum, tetapi juga secara spiritual bagi si tukang senyum dan si penerima senyum..
Konon, bila kita tersenyum akan memberikan aura positif bagi kita sendiri. Jadi lebih bersemangat, optimis, dan sejenisnya.. Dan, tentu bagi muslim, sedekah termudah dan termurah adalah tersenyum bagi orang lain.. Mungkin senyum terasa tidak mudah ketika kita lagi bete, dan terpaksa harus senyum dengan orang yang bikin kita bete kali ya.. Sedangkan bagi si penerima senyum, mendapat senyuman dari orang lain adalah menyenangkan. yah, ngeliat senyum pak DI, ngerasa ada harapan untuk Indo yang lebih maju..

Aneh, tiba2 pengen ngomongin tentang senyum.. 
Yup, setelah baca artikel di kompasiana bagaimana agar menyamakan frekuensi kita dengan orang lain, terutama orang baru. Cara awal dan termudah adalah senyum.

Saya mungkin termasuk orang yang jarang senyum :) Hehe.. mungkin karena fokus kerja, jadi ya lupa untuk senyum. hehe.. ngeles.com. Tapi, kalau emang lagi santai, seneng juga berha-ha-hi-hi.. Untuk bergaul dengan orang baru, terkadang saya juga tidak semudah hubby saya untuk langsung akrab.. Dengan berjalannya waktu, nyontek gaya hubby gimana caranya akrab dengan orang baru..
Hmhm.. menyamakan frekuensi. Itu mungkin kuncinya yang lupa saya kerjakan. Ada beberapa trik yang disebutkan di artikel kompasiana. Hehe.. lumayanlah mengingatkan saya untuk introspeksi diri..   

Kembali tentang senyumnya DI.
Ternyata senyum emang dahsyat, secantik ato segantengnya kita, kalau tanpa senyum akan terasa pahit. Tapi kalau sering senyum ramah, segaring apapun senyum kita, tetap akan terasa manis.. 
Mari senyum yuk..


  

Senin, 05 November 2012

Belajar dari Si Anak Singkong, Chairul Tanjung : Kredit Bank

Sudah agak lama sih, saya baca buku ini. Baru sempet sekarang ngeblognya..
Saya baca buku ini dalam 2 periode.. gaya bangets ya, pake periode segala.Yup, sesuai dengan sempetnya saya baca dan kebetulan emang buku ini kayaknya ada 2 periode cerita.. Ini menurut saya lho, hehe dilarang protes.. Periode pertama. Waktu Chairul Tanjung (CT) masih muda dengan berbagai jenis usaha-nya yang naik turun. Dan periode kedua. Saat CT udah matang dengan mega usaha-nya..

Sebelumnya, saya udah dengar buku CT dari teman saya. Namun dalam status FB-nya, tanggapannya bernada negatif terhadap buku ini karena tidak diuraikan secara jelas bagaimana agar berbagai usahanya bisa menggurita begitu. Konon, karena kedekatannya dengan penguasa saat itu. Tapi, saya tetep penasaran aja pengen tau.. 

Karena terbawa oleh pengaruh teman saya tersebut, saya juga sedikit merespon negatif buku ini di periode pertama saya baca. Diceritakan karena supelnya CT, mudah bagi dia mendapatkan berbagai fasilitas. Tapi, klu dipikir2, ya emang harus supel plus mau kerja keras-lah, yang membuat CT bisa berjaya. Jadi menurut saya, ga usah pake acara dekat dengan pengusaha lah, semua orang yang supel dan pekerja keras, kecenderungan akan sukses lebih besar lah. Klu pun dengan sikap supel tersebut menyebabkan menjadi dekat dengan penguasa, itu hanya bonus saja.. Cuman harus hati2 aja dengan sifat supel ini, bisa menjurus ke KKN, korupsi, kolusi, dan nepotisme.. Apakah CT KKN? saya ga tau dan ga pengen tau, karena tujuan saya baca buku ini, ya karena pengen tau jalan pikiran CT menuju sukses..

Periode kedua, yang bercerita tentang bagaimana CT mengembangkan mega usahanya, bikin saya ngerasa kecil.. Bukan minder lho, ternyata apa yang sudah saya kerjakan, masih terlalu kecil untuk ber-entrepreneur.. Hehe, ya iyalah.. Dia udah sehebat gitu..

Banyak hal yang bisa dipelajari dari buku CT ini. Mungkin emang karena latar belakang yang miskin, sehingga takut miskin lagi menyebabkan CT benar2 pekerja keras. Dari bisnis properti, perbankan, retail, media dll. Berusaha menyeimbangkan duniawinya dengan sisi sosialnya.
Dari sekian kehebatannya (soalnya saya ga bisa niru sih), saya salut kenekatan dia merambah bisnis yang dia tidak pahami. Ga tau perbankan, malah take over bank bangkrut. Ga ngerti per-TV-an, nekat bikin TV. Memang sih, meski nekat tapi tetap berusaha belajar dunia baru dengan dibekengi pakar2 di bidangnya dan tetap pula merasakan kelimpungan di awal2 bisnis barunya.. Kayaknya, klu saya sih, kagak berani deh.. Ato mungkin klu udah jadi orang seperti dia, bikin bisnis baru memiliki sensasi tersendiri kali ya.. pengen dan pengen lagi.. siapa tau kelak saya seperti dia.. (Amin YRA)

Kembali ke laptop..
Dan, ada satu hal, buku ini sedikit merubah persepsi saya tentang kredit. Selama ini, saya meghindari kredit usaha dari bank. Bukan berarti saya ga punya kredit lho.. Tapi untuk kredit besar, saya belum berani. Takut, ga bisa bayar. Akhirnya, saya browsing deh ke mbah Google, pengen tau pengalaman orang2 yang berkredit besar untuk usaha plus menyimak diskusi pakar2 entreprenuer di forum2 wirausaha. Dari yang dikejar2 supaya bayar tagihan, jual rumah, gadai, sita rumah, masuk penjara dll. hmhm sweerem juga sih..
 
Tapi, Alhamdullillah, belajar dari pengalaman2 mereka, tentu kredit harus di-planning dengan baik. Satu hal yang bikin saya berani mulai ngajuin kredit usaha mikro, karena usaha saya sudah berjalan 3 tahun lebih dan Alhamdullilah, saya sudah paham resiko2 usaha saya..
So, doain ya.. mudah2n pengajuan kredit saya lancar.. Amin YRA
Jazakallah khairan katsiro atas doanya..