Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Minggu, 30 Maret 2014

Easy Come, Easy Go, But...

Huff.. Kejadian kamis kemarin, menyisakan rasa berdosa di hati. Saya harus menghentika suatu program karena dianggap sudah berhasil. Padahal, output tsb dalam 3 tahun berjalan baru direncanakan dicapai akhir tahun ini setelah baru tahun ini saya menggantikan sbg nahkoda. Salahkah saya saat mempresentasikannya? Lebay kah? Sepertinya bos besar tidak bisa membedakan mana hasil kegiatan dan mana rencana kegiatan..

Saya kebagian mengevaluasinya, dan tampak bagian mana yg harus di-push. Pemda pun menyambut kekurangan2nya untuk diperbaiki tahun ini. "Seandainya, masih diberi kesempatan setahun lagi, ibu mendampingi kami ya" tutur bpk kepala desa. Baru juga ibu datang Assalamualaikum, datang2 lagi bilang Walaikumsalam. Atau nyadar senyum simpul seorang tokoh masyarakat, saat saya cerewet nyecar pertanyaan hambatan penerapan teknologi.. *hehe.. kan biar ketahuan akar permasalahannya*.. Alhamdulillah, pak kades merasa happy, jadi nyadar PR apa yg harus dikerjakan dan dilaporkan ke bupati ato bpk kepala penyuluh BP3K ngerasa happy tau metode mendapatkan akar permasalahan yg sebenar2nya..

Jujur, belasan tahun kerja, baru kali ini dapat kepala desa yang support dan terjun langsung di kegiatan pemberdayaan pertanian spt ini. Dia tau semua teknologi yg kami sarankan, brp produktivitas, siapa petani yg menerapkan, dan tau semua kelebihan dan kelemahan teknologi, serta target kelembagaan yg harus dicapai.. jujur, dapat kades begini, yg cuman dikasih saran dan ide cemerlang dapat melaksanaka sendiri, sangat menyenangkan sekali..  jangan salah, peran kades dan tokoh masyarakat sangat penting krn penerapan teknologi tidak lepas dari masalah sosial budaya yg mengikutinya.. teknologi sehebat apapun bila berbenturan dg sosial budaya masyarakat, ga akan dilirik petani deh..

Dari satu sisi, bolehlah saya berbangga, baru juga rencana dipresentasikan tp sdh disambut baik oleh bos besar. Di sisi yg lain, jujur pula, saya seneng karena saya ga perlu jauh2 membina desa tersebut karena lokasinya jauh 5-6jam dari rumah saya.. tapi di hati kecil saya, juga menyayangkan.. ga tega rasanya, melihat mata berkaca2 mereka, tatapan penuh harap mereka.. *lebay ih* Terpaksa deh, sajian tengah malam, jam 12 malam harus dihabiskan untuk mengobati kekecewaan mereka, hidangan perpisahan.. *serasa sahur, tapi anehnya gurameh 2 ekor ludes tuh, hehe*

Sebagai pembenaran, apa boleh buat, namanya juga pasukan. Bos besar ga bisa dilawan..
Insya Allah, evaluasi kegiatan akan saya buat sebaik2nya, agar bisa menjadi saran kebijakan buat pemda setempat..

Senin, 24 Maret 2014

Iseng tentang Pembelajaran

Awalnya, boleh dibilang saya cukup meremehkan salah satu program pemanfaatan pekarangan. Serasa turun derajad, biasa membina kelompoktani atau malah gapoktan, lha kok sekarang bina ibu2 rumah tangga. biasanya sih, mbina ibu2 wanita tani gitu, itupun hanya sbg pendukung saja. Ga seru, ga ada tantangannya.. Gitulah kira2 awal2 kembali kerja..  Namanya juga pasukan, dilakoni juga deh, untuk kabupaten wilayah saya..

Mengamati, merhatiin.. Saya penasaran terhadap satu hal. Kebetulan dari 5 kelompok, punya karakter beda2. Saya curiga, mana sih yang lebih penting, kekompakan pengurus atau kekompakan anggota kelompok wanita tani tsb? Aha.. ternyata saya salah, bukan itu penyebabnya.. Rupanya pendorong majunya suatu kelompok ditentukan tingkat swadaya anggota dan pemasaran produk. Mo pengurusnya ok, kalau ogah ngeluarin duit sendiri, ya, tunggu aja program ini berakhir, pasti deh bubar.. Nah, pemasaran produk yg lancar, hehe langgeng pula deh kegiatan kelompok..

Tumben ya, saya cerita soal kelompok wanita tani (KWT).. hehe, lagi kepengen aja sih.. Hanya ngerasa happy aja, mendengar beberapa KWT yg sy duga berlanjut, ternyata memang masih berlanjut, sdg yg diramalkan bubar, sdh menunjukkan tanda2 spt itu.. Yang jelas sih, tambah banyak sodara.. Seneng juga kedatangan kita ditunggu2, jangan lupa telpon dulu ya bu, ntar kita masakin sayur polong.. hehe..

Bersama Ibu-ibu KWT
Dari sisi saya pun, saya juga ikut belajar.. Awalnya, teori pemanfaatan pekarangan yg hanya ada di kepala, terpaksa dikerjain. Malu, ntar dtemgokin ke rumah, ternyata saya sendiri ga ngerjain..
Salah satunya, ya pembuatan MOL. Mikroorganisme Lokal.  komplain dari ibu2 bahwa molnya bau bila diaplikasikan. Ya iya lah, soalnya pembuatannya kurang sempurna. Bisa bilang begitu karena saya udah nyobain dan tanaman saya juga subuur2.. Ntar ya, saya bagi gimana caranya di posting selanjutnya, klu pake laptop..
Ga jualan sirop ya.. MOL dengan berbagai ramuan

Intinya, apapun pasti ada pelajaran yang bisa dipetik. Hanya jeli atau tidak kitanya memaknai semua pelajaran tersebut. It depends on you !!!

Terus Belajar

Sabtu lalu, saya ikutan pelatihan hidroponik, yang dibuat oleh seorang praktisi senior hidroponik. Lumayan seru..

Saya sebut seru karena saya bisa melihat orang lain, menilai hidroponik dari sisi lain. Tentu ini memperkaya saya. Bisa jadi suatu kotak, saya anggap segitiga karena melihat dari sudut, tp orang lain menilai satu bidang karena melihat dari depan.. Dan saat digabungkan semua pengetahuan masing2, terbentuklah suatu kotak yang sempurna..
Inilah, yang saya sebut seru.. mengkawinkan berbagai persepsi tentang hidroponik..

Jujur, jarang saya menemukan praktisi yang paham tentang ilmu hara. Tidak sekedar teori, tapi pengalamannya dg jam terbang yg cukup tinggi, sesuai dg kesenioran beliau.
Meskipun, saya sangsi, apakah peserta lain yg awam bisa paham.. Untung sih, saya nyambung bahkan mentriger saya untuk ide2 yg lain.. Alhamdulillah..

Ide apa tuh..
Hehe.. terkadang saya ga berani coba2 yg ekstrim.. takut rugi, hehe.. aeroponik tea.. mahal.. oke lah, kalau begitu..

Dari sekian banyak teorinya, yang sebenarnya sudah saya pahami. Saya lebih tertarik mendalami pengalaman2 beliau.. Intinya, be maximum on everything deh..
Juga pilihan2 buah simalakama dalam membuat keputusan sulit. Tentu dong, ga saya telan bulet2..

Apa yang bisa dipetik? Di atas langit, masih ada langit.. Teruslah belajar, meski sudah merasa paham. Untung, saya bukan tipe malu belajar, meski sdh meraih gelar tertinggi. Jangan salah ya, saya paling suka blusukan ke petani2 asli langsung, hanya sekedar mengetahui kondisi eksisting mereka.. Jurus belagak bodoh, bisa membantu memahami kondisi yg sebenar2nya. Dari mereka, berdasarkan ilmu dan pengalaman singkat saya, nah.. baru tuh dianalisis, jadi deh pengetahuan yg mendalam..
So, be starving always !!!

Minggu, 16 Maret 2014

Inspirasi di Sekitar kita

Nonton Sehat Sutarja, CEO Marvel kemarin di Metro Tv, Face To Face? Yang host-nya, Desi Anwar? Hmhm.. Ada banyak inspirasi disana.. Sebelum cerita ttg Sehat, pengen koment ttg Desi Anwar, yang 2 kali ini saya tonton mewawancarai orang hebat, sebelumnya di Tea time with Desi Anwar, di Metro Tv, mewawancarai Gamal, dokter asuransi sampah..

#Desi Anwar# Seru juga ibu ini, Salut usahanya yang berusaha menguak sisi kehebatan seseorang, agar dapat ditiru generasi muda atau orang lain. Terlihat jelas misi tersebut, saat salah satu pertanyaan wawancaranya, yg bertanya pada Sehat, bagaimana agar bisa meniru kesuksesan Sahat, atau saat bertanya dg Gamal, dia kehabisan akal, gemes,  kagum dg Gamal yg masih muda, tapi banyak maunya, banyak idenya, bagaimana bisa seperti dia.. Tentu salut dg Desi, mewakili keingintauan publik..

#Sehat Sutarja# Dibalik semua kesuksesannya, ada yang menarik bagi saya. Kepedeannya. Dg ilmunya, dia yakin bisa meningkatkan produksi 4xlipat, melawan perusahaan besar lawannya. Teman2 masa kecilnya pun mengakui kepedeaanya, dan tentu bukan sekedar pede, tapi dia memang ahli di bidangnya. Yang bisa saya petik, saya harus benar2 mendalami ilmu saya, hingga benar2 ahli spt Sehat di bidangnya. Hmhm.. ini semakin mendorong saya untuk terus melakukan penelitian sendiri, even tidak dibiayai pemerintah..

#Gamal, dokter asuransi sampah# honestly, saya juga gemes sama anak ini. Masih muda, semangat, banyak ide, wawasannya juga lumayan, sholeh pula. Salut sama orang ini, terutama sama idenya yg ditindaklanjuti, terkadang kita byk ide, tapi hanya bertahan sebatas ide..Masih muda, tapi cukup dewasa, mungkin dia banyak bergaul, sehingga wawasannya luas..  Ah, saya yang sudah setua ini, rasa2nya tidak se-wise dia deh., Hmhm,, harus terus belajar nih..

Penasaran? Tonton sendiri deh, mudah2n ada di youtube. Saya palin suka nonton, baca buku orang2 hebat. Mungkin saya termasuk orang paling suka melihat contoh riil, sehingga kegambar, harus seoerti apa. Tapi jangan salah, contoh tidak harus yang bagus untuk ditiru, tapi bisa juga contoh jelek, tentu untuk tidak ditiru. cemungud ya..

Senin, 10 Maret 2014

Konsekuensi Seorang Pemimpin

Mungkin kita semua pernah tau, bahwa pemimpin akan diminta pertanggungjawaban semua hasil kepemimpinannya pada waktunya nanti. Entah 'hanya' sebagai kepala rumah tangga atau bila dipercaya memimpin suatu organisasi, tim, atau kelompok tertentu.

Saya ingat di salah satu episode Mata Najwa, Dahlan Iskan pernah mengatakan bahwa hanya 10% orang yang benar2 baik dan 10% orang yang benar2 jahat, sisanya adalah tergantung siapa pemimpinnya. Bila pemimpin baik, maka akan membawa 80% orang pada kebaikan, begitu pula sebaliknya. Statement ini makin menguatkan betapa pentingnya, beratnya konsekuensi menjadi seorang pemimpin.

Anehnya, begitu banyaknya orang berebut pengen menjadi pemimpin atas dasar kekuasaan, kekayaan, gengsi dll, lupa bahwa memimpin merupakan kepala gerbong kereta mau dibawa ke arahmana tujuan akhir kita. Pemimpin tidak saja bertanggung terhadap output kepemimpinan, tetapi akibat dari kepemimpinan tersebut.
Contoh realnya, tidak saja bertanggung jawab terhadap ketidak berhasilan membangun suatu rumah, tetapi dampak dari tidak terbangunnya rumah. Seperti tidak bisa nyaman tidur, anak-anak tidak bisa belajar dan prestasi anak menjadi menurun.. Begitu juga sebaliknya.. Hmhm..

Saya telah mengalami beberapa jenis pimpinan. Semua punya kelebihan dan kekurangan, tapi bila pemimpin dengan terlalu banyak kekurangan tetapi menjabat sebagai pimpinan, huff, 80% gerbong kereta pun jadi ikut 'meleng'.. 10% yang baik, pun "tersandera", perlu terus jihad yang berat untuk tetap menjadi baik.
Hmhm.. Ini sekedar curhatan saya, betapa sulitnya untuk tetap baik di kala pimpinan kita meleng. Kalaupun tidak bisa mengingatkan, paling tidak, tidak ikut2an meleng aja dweh..

Sabtu, 01 Maret 2014

Asyiknya Meneliti

Setelah lulus S3, saya sempat berkeinginan pindah institusi yang lebih memungkinkan saya menyalurkan jiwa curiosity saya tentang penelitian. Sayang, tidak diperbolehkan oleh bos besar karena ada harapan lain terhadap saya. Sempet sedih. Sekilas sepertinya saya egois, karena lebih mementingkan passion saya terhadap penelitian, daripada memajukan institusi saya.. Padahal saya merasa, seandainya saya diijinkan fokus terhadap penelitian, Insya Allah, akan banyak bermanfaat bagi dunia pertanian. Sebagai peneliti merangkap petani, rasa2nya penelitian saya tidak akan hanya sekedar mencari kredit fungsional saja atau buat mempertebal buku2 pertanian kok, tapi bener2 masalah yang dihadapi petani..
Ya sudahlah kalau begitu.. Let it flow..

Sudah 2 bulan ini, saya happy sibuk menikmati pengamatan penelitian mandiri saya.. Mungkin blessing in the sky lah.. Mulai tahun ini, perjalanan dinas Kementerian kami dibatasi. Horeee.. mungkin saya termasuk orang yang diam2 bersyukur dengan kebijakan ini. Saya ga perlu sering2 ke luar kota, ke daerah2 untuk desiminasi teknologi ke petani, penyuluh atau membangun kerjasama pertanian dg pemda lagi. Sebenarnya sih, ga tega juga sama stakeholder kami, tapi rasa2nya kebijakan baru ini bisa jadi alasan pembenaran deh, buat ngendon di kantor aja.. hehe.. apa boleh buat..

Dan akhirnya, banyak penelitian mandiri saya buat, yup penelitian tanpa dana negara. Ga masalah bagi saya, toh nanti manfaatnya juga buat saya, dan mudah2n buat dunia pertanian.. tunggu jurnal2 penelitian saya ya, but tentu dg real name dong.. hehe..

Di sela2 jam istirahat kantor, saya bisa ngecek ke kebun atau setelah jam kantor, bisa ngamatin dulu tanaman.. Nah, hari libur sabtu dan minggu, bisa untuk ngasih perlakuan, tanam, ato panen.. Terkadang, pengamatan sampel saya angkut ke kantor untuk diamatin..
Kalau dulu? Wah, cuman bisa di hari libur doang, itu juga cuman bentar, karena saya juga perlu refreshing lain, biar ga stress dg beban kerja di kantor.. yup 3 bulan terakhir tahun lalu, sejak saya masuk kerja, seperti ga bisa tarik nafas karena saking banyaknya kerjaan.
Nyobain berbagai formulasi nutrisi hidroponik


Hmhm.. happynya menikmati meneliti. Seperti sabtu ini, akhirnya saya bisa membuktikan hipotesa saya, komposisii media terbaik untuk G1. Sayangnya, saya harus gigit jari dg suatu perlakuan di aeroponik G0 akibat kepedean saya. Padahal, secara teori masuk akal, tapi kok ga berhasil ya. Hmhm.. jadi PR saya deh.. Siapa tau malah bisa jadi teori baru.. toh Albert Einstein juga ribuan kali gagal kok..
Semangat ye..