Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Senin, 12 November 2012

Sharing Wirausaha

Saya lagi terkesan dengan pengalaman seseorang tentang kredit bank.
Diceritakan, karena ngebet pengen berwirausaha, dia keluar dari pekerjaan tetapnya dan membuka 5 jenis usahanya dengan modal kredit tanpa agunan (KTA) dari bank asing. Woww.. Hebat. Dia merasa pede karena sebelumnya, telah mengikuti berbagai seminar wirausaha dan pengalaman multi level marketing (MLM) dan pengalaman kerjanya selama belasan tahun..
Akhirnya, tidak sampai 6 bulan, semua usahanya tutup dan dia dikejar2 debt collector. Kondisi demikian menimbulkan trauma bagi dia dan keluarganya. Apalagi di saat istrinya melahirkan.. Justru, bisnis sampingannya yang tidak dia duga, akhirnya menjadi penyelamat penutup hutang2nya.. Dan sekarang, sukses dengan bisnisnya, memiliki ratusan outlet.. Happy ending lah 

Kalau cuman denger dan baca ceritanya, serasa lihat sinetron kali ya..

Dari cerita pengalamannya, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik..
#1# Kesalahan terbesar menurut si empunya cerita adalah pengambilan kredit bank. Sebaiknya untuk usaha yang dari nol, modal terbaik berasal dari 3F. Family, friend, and fool. Keluarga, teman, atau orang bodoh yang mau meminjamkan uangnya untuk modal awal usaha kita. Meskipun demikian, perlu juga ke-3 F ini diberi pengertian naik turunnya usaha kita. Jangan hanya cerita tentang manis2nya usaha kita, tetapi pahitnya usaha kita perlu juga dikasih tau agar saat pahit, mereka memakluminya. Tentu saja, resikonya mereka ga mau naro uangnya donk kalau kita terus terang resikonya. Wah, klu gitu cari investor lain ato apa boleh buat, resiko kita tanggung sendiri..
Saya pernah bilang kepada investor, bahwa benih akan laku saat musim hujan. Pas, hujan pertama kali turun, langsung saya ditanya pembagian keuntungan.. Wow.. maklum sih.. tapi kan tidak pas hujan pertama langsung petani beli semua benih saya.. Perlu bertahap. Nah, inilah pentingnya pemberian pengertian kepada investor.
Investor paling enak adalah fool. Biasanya si fool ini duitnya banyak dan bingung ngebuang duitnya kemana. hehe. Jadi, mereka biasanya justru memahami kesulitan kita..

#2# Meskipun, kita punya bekal pengetahuan dan pengalaman, belum tentu kita langsung sukses jadi entreprenuer lho..
Terus terang, saya salut sama orang2 yang nekat keluar dari pekerjaan tetapnya dan langsung buka usaha barunya. Meskipun, beberapa lama hidup bisa ditopang dengan uang pesangon, tapi sampai kapan donk klu usaha barunya masih nol.. Hebat lah.. Paling aman sih, amfibi dulu, dan pelan2 baru deh pekerjaan tetapnya ditinggalkan..
Bagaimana pun, menurut saya, perlu juga kita kerja ke orang/perusahaan lain dulu. Paling tidak, kita bisa tahu bagaimana usaha itu bisa survive, bagaimana me-maintain usaha, bagaimana etos kerja dll. Bahkan saya pernah dengar cerita teman, dia membayar pegawainya untuk kerja di perusahaan kompetitior untuk belajar managemen usaha yang bener2.. serasa film aja pake mata2 segala..
Keponakan saya, jago desain kaos, sayangnya usahanya ya segitu2 aja. Abis dia bangun aja siang, mo ada order ato engga, santai aja.. Kalau dia pernah kerja ke orang lain, dia bakal ngerasa "disiksa" bosnya dulu untuk disiplin waktu..
Kasus di PNS lain lagi. Berhubung ga pernah ada target pasar, biasanya PNS yang kerja di bidang pelayanan masyarakat kurang peduli dengan etos kerja. Kerja seadanya. Jarang yang melihat masyarakat sebagai raja. So mo beli syukur, engga juga ga ngaruh. AKibatnya, jarang PNS model beginian pengen wirausaha.. Bakal bangkrut deh..      

Konon ceritanya, 5 tahun pertama merupakan penentu berhasil tidaknya perusahaan kita berdiri.. Saya pun mengakuinya. Saat ini saya juga lagi belajar bagaimana me-maintain usaha saya. Maklum, satu periode perbenihan kentang cukup panjang, 7-10 bulan. jadi tanpa kesinambungan antar periode perbenihan, bakal bikin kacau.. Maklum, modal berasal dari berbagai sumber. Jadi harus mau berakit-rakit ke hulu, bersenang-senang kemudian. Menahan diri dulu untuk tidak beli2 yang konsumtif untuk masa depan usaha saya..
Mohon doanya aja ya.. Amin yra..
Jazakallah khairan katsiro atas doanya..
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar