Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Sabtu, 26 April 2014

Vision, Spiritual, Leadership : Oleh-oleh Training

Dua minggu ini, bisa dibilang ga bisa nafas. Padat banget acaranya, baik kegiatan kantor maupun keluarga. Pengen berbagi acara dua minggu lalu..

Dua minggu lalu, saya diwajibkan ikutan pelatihan bagi petugas belajar yang baru masuk kembali kerja, "Reentry Training". WAJIB. Bahkan yang sudah lama lulus pun, diwajibkan ikut. Asal ga kelewat lho ya.. Hmhm.. segitunya.
Dulu, lulus S2 pun, saya juga pernah diwajibkan ikut diantara banyak yang ga kepilih. Ngerasa bangga juga waktu itu kepilih, karena mungkin, hampir 90% Doktornya sudah menjabat semua. Bukan bangga karena kepilihnya, tapi bangga sempet gaul sama orang2 hebat..

Nah, yang kemarin ini, pesertanya buanyak, hampir 100 orang. Yang menarik bagi saya, dikasih ESQ training. Itu tuh.. yang punyanya Ar* Ginan*ar. Pasti mahal lah, tapi karena pesertanya banyak, jadi bisa kebayar kale.. Sungguh, saya merasa bersyukur menjadi pasukan kantor besar saya.. Banyak ilmu, pengalaman, wawasan yang saya peroleh, meskipun, mungkin dari segi materi, biasa2 saja, Insya Allah, istiqomah, ga tertarik untuk pindah ke eselon 1 lain.. *hehe.. meski banyak yang ngiming2in*

Apa sih yang saya dapat?
Sebenarnya, materi2nya saya sudah pernah tau karena saya sering baca.
#1# Perlunya kerjasama dalam satu tim. Patuh pada komando pimpinan agar tujuan bisa tercapai.
#2# Bagaimana mengupas masalah yang mbulet. Kupas satu2 secara bertahap

#3# Ada satu game, yang menusuk hati saya.. Yaitu saat seseorang ditutup matanya dan disuruh mencari kotak hitam. Kami sebagai supporter harus mengarahkan dengan kode, bila mendekati kotak hitam, maka kita bilang "ringan", but bila menjauh, maka kita bilang "berat". Bila sangat dekat, disebut "sangat ringan". Tadinya, saya kira, akan disimpulkan bahwa untuk mendapatkan tujuan, kita akan direcoki banyak pendapat dan karena saking ramenya, kita tidak tahu suara mana yang benar2 "bener". Rupanya, saya salah.
Ternyata, kotak hitam itu seperti hati. Bila kita mendekati kotak hitam, maka hati kita terasa ringan, tetapi bila kita menjauhi hati, maka akan terasa berat. Semakin menjauh, semakin berat, hingga kemudian hati kita beku, dan melakukan hal yang salah pun, akan terasa ringan.. Hmhmh.. dalem banget nih game..
Yah, ini mungkin banyak dialami bagi orang2 yang sering dicoba ujian2 keimanan.. hehe

#4# Peserta pelatihan itu sekitar fifty-fifty adalah master-doktor, baik dalam dan luar negeri. Bisa dibilang, kami mungkin ga terasa, sombong dengan ilmu yang kami punya. Hmhm.. tapi ilustrasi saat itu, betapa kecilnya kita dibanding kekuasaan Allah, yang telah menciptakan semua ini.. Jadi inget Surat Ar Rahman.. Nikmat mana yang kaudustakan? Hmhm.. shame on me!!
Setelah sesi harmonisasi dengan main angklung.. hehe.. ternyata bisa angklung lho

#5# Hal lain yang menurut saya menarik. Selama ini, tanpa sadar kita kerja untuk mendapatkan materi. Setingkat lebih tinggi, kerja untuk mendapatkan penghargaan, sehingga melahirkan istilah Asal Bapak Senang (ABS). Kedua tingkat ini tidak akan abadi, karena materi dan penghargaan akan hilang dengan berjalannya waktu. Baru, pada tahap akhir, bekerja karena ibadah, Lillahi ta'ala..
Piramid ini semestinya dibalik. Semestinya, bekerjalah karena ibadah, dan pada akhirnya penghargaan dan materi akan mengikutinya..
Hehe.. Dua konsep ini sudah pernah tau dan berusaha menerapkannya, tapi terkadang lupa juga atau menjadi keluhan terakhir, bila hak-hak kita tidak dipenuhi. Ya deh, ga pa2 deh gratisan, mudah2n ntar dbalas Allah.. Absolutelly wrong, guys..
Awali semuanya dengan konsep itu, dan lihatlah apa yang terjadi "pake gaya om Mari* Te*uh"

Hmhmh..  saya jadi teringat jaman muda dulu, saat diberondongi banyak pekerjaan. Sempet sebel. Yang kerja banyak saya, yang dapat pujian dan honor kok bos saya ya.. Sementara teman2 seangkatan saya, asyik bersantai. Tapi Alhamdulillah, sekarang, saya jadi serba bisa, serba tau.. mo dikibulin ama yunior, ketahuan lah, la wong saya juga pernah jadi kayak dia... hehe..
 So.. Gusti Allah, mboten sare.. be smart, be creative, and be humble...

Saya jadi tertarik dengan program capres Jokowi untuk revolusi pemikiran. Yup, negara kita tuh udah kaya, orangnya juga pinter2 lho sebenarnya.. Sayang, pemikirannya saja yang kadang kerdil..
Vision, Spiritual, Leadership... gitu, kira2.. See?


Senin, 07 April 2014

4th, Happy Birthday, My Blog

Alhamdullilah, blog sudah berumur 4 tahun.. Saat saya nulis ini udah masuk 19.768 pengunjung. Banyak ga sih, hehe.. cukuplah, sebagai nobody.. Siapa sih, yang kenal Vanda di dunmay.. Virtual  gitu lho..

Pengen merievew ah..
Seperti judul blog, paling banyak masuk ke blog karena pengen tau tentang aeroponik.. Kunjungan favorite tetep di judul "umbi mini kentang dengan aeroponik" seperti tahun2 sebelumnya. Meskipun favorite, judul ini tidak mendominasi sekali kok, hanya sekitar 7% saja. Mungkin ini hanya kebawa dari google search, karena sepertinya setelah itu, para blogers langsung masuk ke blogspot.. Terbukti, kata kunci vandaniasekar.blogspot.com masuk ke peringkat 3 rujukan dengan peringkat pertama dari google.com.

Tapi ternyata, dari 10 besar judul favorite, yang masuk ke blog, tidak melulu pengen tahu aeroponik atau kentang, tetapi topik penelitian juga diminati, khususnya topik "rancangan acak lingkungan"..
Alhamdullilah, diakui juga ilmu rancangan percobaan saya.. Ga percuma deh jadi asisten rancob jaman kuliah, bantu2 temen ngerancangin percobaannya.. Yang seru, topik "uji polinomial ortogonal" bisa ngejar postingan lama dalam hal kunjungan, padahal, itu postingan tergolong agak baru.. Mudah2n bermanfaat deh buat blogers..

Pengunjung terbanyak, tentu dong dari Indonesia, diikuti US, Malaysia, Jerman, dan Rusia. Cuman saya ga ngerti juga, kok ada juga yang masuk dari negara2 yang saya belum denger.. Hehe.. kebayang, betapa mumetnya mereka memahami tulisan saya. Abis, tulisan saya kan sering bahasa gaul, suka-suka saya ngejeplak.. Gimana google translate menterjemahkannya ya.. pusing deh...

Nah, itu dari sisi statistik.. Kalau dari umpan balik, yang telpon, email, WA, SMS.. beragam sih. Tentu dong kebanyakan telpon karena mo beli benih dan konsultasi. Tapi, ada juga yang iseng ngegangguin.. *kurang kerjaan banget ye*. Tapi, terkadang yang bikin seneng, beberapa jadi follower, jadi inspirator gitu deh.. Alhamdulillah, bila bisa menginspirasi.. 

Komplain? Ada dong.. Ada yang bilang supaya sering2 posting *maunya sih begitu*. Banyakin posting soal motivasi atau teknologi kentangnya.. Andai bisa setiap cling ada ide, langsung bisa nulis, pasti deh dikerjain, sayang, bila kelewat beberapa hari, ide baru ditulis, serasa sudah hambar, jadi males lagi nulis... Banyakin fotonya dong.. Hehe.. pengennya juga begitu, tapi terkadang kan posting pake tablet, ga pake lappy, jadi sulit uploadnya. Makanya biasanya yang penting posting dulu, foto nyusul *itu juga kalau inget, hehe*


Niatnya sih, minimal 1 bulan posting minimal 2 deh.. Mudah2n bisa istiqomah posting yang mencerahkan..

Yang bikin seru, Alhamdullilah, saya dapat banyak teman.. Beberapa malah jadi petani mitra diluar Jawa Barat. Sering konsumen yg konsultasi setiap perkembangan tanaman dengan foto2nya.. Bahkan beberapa yang sudah akrab, kalau telpon diskusi bisa berjam-jam.. hehe, ga papa sih, saling berbagi pengalaman.. sama-sama belajar..
Keep Spirit!!

Happy birthday my Blog..
Mudah2n bisa selalu memberi manfaat bagi yang lain..
Amiiin YRA 

Minggu, 30 Maret 2014

Easy Come, Easy Go, But...

Huff.. Kejadian kamis kemarin, menyisakan rasa berdosa di hati. Saya harus menghentika suatu program karena dianggap sudah berhasil. Padahal, output tsb dalam 3 tahun berjalan baru direncanakan dicapai akhir tahun ini setelah baru tahun ini saya menggantikan sbg nahkoda. Salahkah saya saat mempresentasikannya? Lebay kah? Sepertinya bos besar tidak bisa membedakan mana hasil kegiatan dan mana rencana kegiatan..

Saya kebagian mengevaluasinya, dan tampak bagian mana yg harus di-push. Pemda pun menyambut kekurangan2nya untuk diperbaiki tahun ini. "Seandainya, masih diberi kesempatan setahun lagi, ibu mendampingi kami ya" tutur bpk kepala desa. Baru juga ibu datang Assalamualaikum, datang2 lagi bilang Walaikumsalam. Atau nyadar senyum simpul seorang tokoh masyarakat, saat saya cerewet nyecar pertanyaan hambatan penerapan teknologi.. *hehe.. kan biar ketahuan akar permasalahannya*.. Alhamdulillah, pak kades merasa happy, jadi nyadar PR apa yg harus dikerjakan dan dilaporkan ke bupati ato bpk kepala penyuluh BP3K ngerasa happy tau metode mendapatkan akar permasalahan yg sebenar2nya..

Jujur, belasan tahun kerja, baru kali ini dapat kepala desa yang support dan terjun langsung di kegiatan pemberdayaan pertanian spt ini. Dia tau semua teknologi yg kami sarankan, brp produktivitas, siapa petani yg menerapkan, dan tau semua kelebihan dan kelemahan teknologi, serta target kelembagaan yg harus dicapai.. jujur, dapat kades begini, yg cuman dikasih saran dan ide cemerlang dapat melaksanaka sendiri, sangat menyenangkan sekali..  jangan salah, peran kades dan tokoh masyarakat sangat penting krn penerapan teknologi tidak lepas dari masalah sosial budaya yg mengikutinya.. teknologi sehebat apapun bila berbenturan dg sosial budaya masyarakat, ga akan dilirik petani deh..

Dari satu sisi, bolehlah saya berbangga, baru juga rencana dipresentasikan tp sdh disambut baik oleh bos besar. Di sisi yg lain, jujur pula, saya seneng karena saya ga perlu jauh2 membina desa tersebut karena lokasinya jauh 5-6jam dari rumah saya.. tapi di hati kecil saya, juga menyayangkan.. ga tega rasanya, melihat mata berkaca2 mereka, tatapan penuh harap mereka.. *lebay ih* Terpaksa deh, sajian tengah malam, jam 12 malam harus dihabiskan untuk mengobati kekecewaan mereka, hidangan perpisahan.. *serasa sahur, tapi anehnya gurameh 2 ekor ludes tuh, hehe*

Sebagai pembenaran, apa boleh buat, namanya juga pasukan. Bos besar ga bisa dilawan..
Insya Allah, evaluasi kegiatan akan saya buat sebaik2nya, agar bisa menjadi saran kebijakan buat pemda setempat..

Senin, 24 Maret 2014

Iseng tentang Pembelajaran

Awalnya, boleh dibilang saya cukup meremehkan salah satu program pemanfaatan pekarangan. Serasa turun derajad, biasa membina kelompoktani atau malah gapoktan, lha kok sekarang bina ibu2 rumah tangga. biasanya sih, mbina ibu2 wanita tani gitu, itupun hanya sbg pendukung saja. Ga seru, ga ada tantangannya.. Gitulah kira2 awal2 kembali kerja..  Namanya juga pasukan, dilakoni juga deh, untuk kabupaten wilayah saya..

Mengamati, merhatiin.. Saya penasaran terhadap satu hal. Kebetulan dari 5 kelompok, punya karakter beda2. Saya curiga, mana sih yang lebih penting, kekompakan pengurus atau kekompakan anggota kelompok wanita tani tsb? Aha.. ternyata saya salah, bukan itu penyebabnya.. Rupanya pendorong majunya suatu kelompok ditentukan tingkat swadaya anggota dan pemasaran produk. Mo pengurusnya ok, kalau ogah ngeluarin duit sendiri, ya, tunggu aja program ini berakhir, pasti deh bubar.. Nah, pemasaran produk yg lancar, hehe langgeng pula deh kegiatan kelompok..

Tumben ya, saya cerita soal kelompok wanita tani (KWT).. hehe, lagi kepengen aja sih.. Hanya ngerasa happy aja, mendengar beberapa KWT yg sy duga berlanjut, ternyata memang masih berlanjut, sdg yg diramalkan bubar, sdh menunjukkan tanda2 spt itu.. Yang jelas sih, tambah banyak sodara.. Seneng juga kedatangan kita ditunggu2, jangan lupa telpon dulu ya bu, ntar kita masakin sayur polong.. hehe..

Bersama Ibu-ibu KWT
Dari sisi saya pun, saya juga ikut belajar.. Awalnya, teori pemanfaatan pekarangan yg hanya ada di kepala, terpaksa dikerjain. Malu, ntar dtemgokin ke rumah, ternyata saya sendiri ga ngerjain..
Salah satunya, ya pembuatan MOL. Mikroorganisme Lokal.  komplain dari ibu2 bahwa molnya bau bila diaplikasikan. Ya iya lah, soalnya pembuatannya kurang sempurna. Bisa bilang begitu karena saya udah nyobain dan tanaman saya juga subuur2.. Ntar ya, saya bagi gimana caranya di posting selanjutnya, klu pake laptop..
Ga jualan sirop ya.. MOL dengan berbagai ramuan

Intinya, apapun pasti ada pelajaran yang bisa dipetik. Hanya jeli atau tidak kitanya memaknai semua pelajaran tersebut. It depends on you !!!

Terus Belajar

Sabtu lalu, saya ikutan pelatihan hidroponik, yang dibuat oleh seorang praktisi senior hidroponik. Lumayan seru..

Saya sebut seru karena saya bisa melihat orang lain, menilai hidroponik dari sisi lain. Tentu ini memperkaya saya. Bisa jadi suatu kotak, saya anggap segitiga karena melihat dari sudut, tp orang lain menilai satu bidang karena melihat dari depan.. Dan saat digabungkan semua pengetahuan masing2, terbentuklah suatu kotak yang sempurna..
Inilah, yang saya sebut seru.. mengkawinkan berbagai persepsi tentang hidroponik..

Jujur, jarang saya menemukan praktisi yang paham tentang ilmu hara. Tidak sekedar teori, tapi pengalamannya dg jam terbang yg cukup tinggi, sesuai dg kesenioran beliau.
Meskipun, saya sangsi, apakah peserta lain yg awam bisa paham.. Untung sih, saya nyambung bahkan mentriger saya untuk ide2 yg lain.. Alhamdulillah..

Ide apa tuh..
Hehe.. terkadang saya ga berani coba2 yg ekstrim.. takut rugi, hehe.. aeroponik tea.. mahal.. oke lah, kalau begitu..

Dari sekian banyak teorinya, yang sebenarnya sudah saya pahami. Saya lebih tertarik mendalami pengalaman2 beliau.. Intinya, be maximum on everything deh..
Juga pilihan2 buah simalakama dalam membuat keputusan sulit. Tentu dong, ga saya telan bulet2..

Apa yang bisa dipetik? Di atas langit, masih ada langit.. Teruslah belajar, meski sudah merasa paham. Untung, saya bukan tipe malu belajar, meski sdh meraih gelar tertinggi. Jangan salah ya, saya paling suka blusukan ke petani2 asli langsung, hanya sekedar mengetahui kondisi eksisting mereka.. Jurus belagak bodoh, bisa membantu memahami kondisi yg sebenar2nya. Dari mereka, berdasarkan ilmu dan pengalaman singkat saya, nah.. baru tuh dianalisis, jadi deh pengetahuan yg mendalam..
So, be starving always !!!

Minggu, 16 Maret 2014

Inspirasi di Sekitar kita

Nonton Sehat Sutarja, CEO Marvel kemarin di Metro Tv, Face To Face? Yang host-nya, Desi Anwar? Hmhm.. Ada banyak inspirasi disana.. Sebelum cerita ttg Sehat, pengen koment ttg Desi Anwar, yang 2 kali ini saya tonton mewawancarai orang hebat, sebelumnya di Tea time with Desi Anwar, di Metro Tv, mewawancarai Gamal, dokter asuransi sampah..

#Desi Anwar# Seru juga ibu ini, Salut usahanya yang berusaha menguak sisi kehebatan seseorang, agar dapat ditiru generasi muda atau orang lain. Terlihat jelas misi tersebut, saat salah satu pertanyaan wawancaranya, yg bertanya pada Sehat, bagaimana agar bisa meniru kesuksesan Sahat, atau saat bertanya dg Gamal, dia kehabisan akal, gemes,  kagum dg Gamal yg masih muda, tapi banyak maunya, banyak idenya, bagaimana bisa seperti dia.. Tentu salut dg Desi, mewakili keingintauan publik..

#Sehat Sutarja# Dibalik semua kesuksesannya, ada yang menarik bagi saya. Kepedeannya. Dg ilmunya, dia yakin bisa meningkatkan produksi 4xlipat, melawan perusahaan besar lawannya. Teman2 masa kecilnya pun mengakui kepedeaanya, dan tentu bukan sekedar pede, tapi dia memang ahli di bidangnya. Yang bisa saya petik, saya harus benar2 mendalami ilmu saya, hingga benar2 ahli spt Sehat di bidangnya. Hmhm.. ini semakin mendorong saya untuk terus melakukan penelitian sendiri, even tidak dibiayai pemerintah..

#Gamal, dokter asuransi sampah# honestly, saya juga gemes sama anak ini. Masih muda, semangat, banyak ide, wawasannya juga lumayan, sholeh pula. Salut sama orang ini, terutama sama idenya yg ditindaklanjuti, terkadang kita byk ide, tapi hanya bertahan sebatas ide..Masih muda, tapi cukup dewasa, mungkin dia banyak bergaul, sehingga wawasannya luas..  Ah, saya yang sudah setua ini, rasa2nya tidak se-wise dia deh., Hmhm,, harus terus belajar nih..

Penasaran? Tonton sendiri deh, mudah2n ada di youtube. Saya palin suka nonton, baca buku orang2 hebat. Mungkin saya termasuk orang paling suka melihat contoh riil, sehingga kegambar, harus seoerti apa. Tapi jangan salah, contoh tidak harus yang bagus untuk ditiru, tapi bisa juga contoh jelek, tentu untuk tidak ditiru. cemungud ya..

Senin, 10 Maret 2014

Konsekuensi Seorang Pemimpin

Mungkin kita semua pernah tau, bahwa pemimpin akan diminta pertanggungjawaban semua hasil kepemimpinannya pada waktunya nanti. Entah 'hanya' sebagai kepala rumah tangga atau bila dipercaya memimpin suatu organisasi, tim, atau kelompok tertentu.

Saya ingat di salah satu episode Mata Najwa, Dahlan Iskan pernah mengatakan bahwa hanya 10% orang yang benar2 baik dan 10% orang yang benar2 jahat, sisanya adalah tergantung siapa pemimpinnya. Bila pemimpin baik, maka akan membawa 80% orang pada kebaikan, begitu pula sebaliknya. Statement ini makin menguatkan betapa pentingnya, beratnya konsekuensi menjadi seorang pemimpin.

Anehnya, begitu banyaknya orang berebut pengen menjadi pemimpin atas dasar kekuasaan, kekayaan, gengsi dll, lupa bahwa memimpin merupakan kepala gerbong kereta mau dibawa ke arahmana tujuan akhir kita. Pemimpin tidak saja bertanggung terhadap output kepemimpinan, tetapi akibat dari kepemimpinan tersebut.
Contoh realnya, tidak saja bertanggung jawab terhadap ketidak berhasilan membangun suatu rumah, tetapi dampak dari tidak terbangunnya rumah. Seperti tidak bisa nyaman tidur, anak-anak tidak bisa belajar dan prestasi anak menjadi menurun.. Begitu juga sebaliknya.. Hmhm..

Saya telah mengalami beberapa jenis pimpinan. Semua punya kelebihan dan kekurangan, tapi bila pemimpin dengan terlalu banyak kekurangan tetapi menjabat sebagai pimpinan, huff, 80% gerbong kereta pun jadi ikut 'meleng'.. 10% yang baik, pun "tersandera", perlu terus jihad yang berat untuk tetap menjadi baik.
Hmhm.. Ini sekedar curhatan saya, betapa sulitnya untuk tetap baik di kala pimpinan kita meleng. Kalaupun tidak bisa mengingatkan, paling tidak, tidak ikut2an meleng aja dweh..