Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Kamis, 24 Februari 2011

Kontrol dalam rancangan percobaan

Tadi, saya ikut kolokium temen agronomi, yang penelitiannya mengatasi getah kuning pada manggis menggunakan CaCl2. Perlakuannya adalah frekuensi penyemprotan 2, 4, 6 kali dan konsentrasi 0, 6, 12, 24 ppm. Dengan jumlah interaksi dalam percobaannya adalah 3x4.
Kerasa aneh ga?

Yup, wajar bila kita pengen tahu bagaimana kontrolnya. Jangan2 tanpa CaCl2 pun bagus. Jawaban ngeyel temen saya adalah kan sudah ada perlakuan 0 ppm CaCl2.
Kebayang kan bila diinteraksikan, masak 0 ppm diinteraksikan dengan 2, 4, dan 6 kali penyemprotan. Lalu apa yang disemprotkan ? air, tentu akan memberikan hasil yang berbeda.
Lalu apa?
Kalau memang tanpa penyemprotan, ga perlu lah diinteraksikan dengan frekuensi penyemprotan 2, 4, 6 kali. Mubazir...

Wajar, bila temen saya ngeyel, maklum.. masih muda, belum banyak pengalaman..
Tetapi dosennya?
Dosen pembimbing kedua? Ga paham
Dosen pembimbing utama? Beliau seorang profesor dengan banyak pengalaman penelitian donk.. Saya yakin dia mengerti kesalahannya, yang kurang teliti mengoreksi penelitian mahasiswa bimbingannya.. Tapi mungkin malu mengoreksi di depan umum kali..

Dalam rancangan seperti itu, saya pikir lebih baik digunakan rancangan (3x3)+1
frekuensi penyemprotan 2, 4, 6 dan konsentrasi 6, 12, 24 ppm dengan kontrol tanpa penyemprotan..
Uji lanjutnya adalah kontras ortogonal dengan Kontrol vs perlakuan dan DMRT untuk masing2 perlakuan.

Sebaiknya sih, perlakuan dapat ditambah agar dapat diperoleh regresi perlakuan mana yang terbaik karena kalau hanya 3 perlakuan, tidak akan mendapatkan garis regresi yang baik.. Maksudnya untuk mendapatkan titik puncak maksimumnya lebih jelas

Saya yakin sebenarnya pak Prof itu sadar akan kesalahannya, tapi ga enak lah ngaku di depan umum. Bagus lah dia membela mahasiswanya, meskipun rada aneh.. Mudah2n setelah kolokium ini, beliau sadar dan membenahinya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar