Waa.. ternyata ga adanya asisten RT berpengaruh nyata terhadap ngeblog nih.. Yup, sebulan lalu saya berhentiin ART. Sebenarnya hampir setahun dia kerja ama saya.. Biasanya datang seminggu tiga kali, tapi karena ada yang kerja bikin screen besi di rumah, saya minta dia datang tiap hari..
Ternyata, keseringan bersinggungan bisa bikin bete..
Yup, selama ini bila dia ga datang, saya sih sabar2 aja. Gondok dikit, tapi biarlah. Pernah ga masuk seminggu tanpa kabar karena sakit. It's ok. Karena yang diurus cuman kami berdua, saya sih ga masalah dia ga datang. Malah dia yang rugi karena bakal numpuk tuh cucian..
Nah, yang jadi masalah saat banyak yang kerja di rumah dan dia ga datang. Ya iyalah, siapa yang mo masakin, beres2? Sekali dua kali sih ga pa2.. Kalo keseringan, ya bikin saya sewot lah.. Mana kalo ga datang, ga pernah kasih kabar. Alasannya ga punya pulsa... Mirip iklan aja.. Padahal, klu lagi mo pinjam duit, wuiiii rajinnya..
Ya udah biar ga ada sewot2an lagi, saya berhentiin lah dia.. Hati tenang, tapi capeeeeekk..
Hehe, resiko ga punya ART deh..
Masak ya seadanya. Ngepel seminggu sekali (hihi...). Nyuci kalau cucian udah cukup untuk sekali nyuci pake mesin cuci.. Saya ga mau cucian numpuk, takut malah males ngerjainnya. Beratnya sih, celana dan baju kebun biasanya kotor banget, terpaksa harus direndam dan disikat.. pyuih..
Hasilnya, sekarang rajin bangun pagi2 (bukannya harusnya gitu kali ya.. hehe).. Setelah beres kerjaan pagi, baru deh ke kebun sampai dhuhur. Pulang untuk beres2, nyetrika dan kembali deh kerja administrasi kebun.. Hehe.. Biasanya sore saya evaluasi kerjaan kebun dan planning untuk besoknya. Tenaga kerja harus ngapain dan saprodi apa yang harus dibeli.. Baru deh, ngotak atik disertasi saya sampe malam..
Wuiii.. capek rasanya...
Topik Judul
- aeroponik kentang (56)
- catatan harian (102)
- kesehatan (13)
- motivasi (21)
- opini (44)
- Organik (11)
- penelitian (28)
- pertanian (34)
- travelling (21)
- Wirausaha (16)
Cari Blog Ini
Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??
Pemesanan Benih Kentang :
Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
LAYANAN KONSUMEN JM FARM :
Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
Sabtu, 23 Juni 2012
Rabu, 06 Juni 2012
Pentingnya Tinggi Tanaman sebagai Peubah Pengamatan
Beberapa hari lalu, saya menemui bos saya untuk laporan kemajuan studi. Di sela2 obrolan kami, beliau bercerita tentang beberapa teman kantor saya yang melakukan perjalanan dinas dengan urgensi pengamatan tinggi tanaman selama 3 hari, 3 orang.. Dan kegundahan beliau tentang urgensi2 perjalanan, yang menurutnya tidak penting, sehingga sering tidak disetujui.. Hmhm.. engga pengen komentar banyak sih. Wajar sih, klu bos tidak menyetujuinya..
Namun saat beliau bilang bahwa pengamatan tinggi tanaman tidak layak dilakukan oleh peneliti senior dengan gelar master atopun doktor. Lebih baik dilakukan oleh teknisi litkayasa, lulusan SPMA...
Wait.. Nanti dulu..
Entah karena saking keselnya beliau dengan teman2 saya yang kebangeten sampe bilang begitu ato emang beliau ga ngerti pentingnya pengamatan tinggi tanaman ya.. Kalau dugaan kedua yang jadi alasannya sih, masih bisa saya pahami, karena beliau, meskipun seorang doktor, tapi kan doktor peternakan, sosek lagi, bukan pertanian.. Sehebat2nya beliau, kalau bicara soal pertanian, tentulah wajar klu beliau tidak paham..
Meski sudah jadi doktor ato pun entar menjadi profesor, pengamatan tinggi tanaman tetap perlu. Memang pengamatan ini sangat mudah dilakukan, bahkan oleh anak SD sekalipun, tapi pasti maknanya akan berbeda, entah itu bagi seorang doktor maupun oleh seorang teknisi SPMA.
Bagi, seorang pemulia tanaman, tinggi tanaman penting sebagai salah satu karakter morfologi. Jaman dulu, varietas lokal padi biasanya tinggi-tinggi. Saat ini justru dicari varietas padi yang pendek tapi gemuk. Jadi meskipun malainya penuh dengan gabah akibat pemupukan intensif, tidak akan roboh oleh karena terpaan angin..
Bagi saya di bidang perkentangan, apalagi di rumah kassa, tinggi tanaman juga sangat penting.
#1# Dibandingkan di lapangan, tanaman di rumah kassa biasanya lebih tinggi. Kenapa? Hal ini karena rumah kassa biasanya beratapkan plastik, yang tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari dan umumnya suhunya lebih tinggi. Kondisi demikian, tentu akan memacu tanaman untuk tumbuh lebih tinggi.. Jadi, saya tahu kapan sebaiknya saya harus segera membersihkan dan mencuci atap plastik rumah kassa saya..
#2# Salah satu peubah untuk mengetahui progress pertumbuhan tanaman adalah tinggi tanaman. Sesuai kurva pertumbuhan, tentu kurvanya berbentuk naik sedikit kemudian naik tajam dan akhirnya sampai puncak menjadi stabil dan suatu saat menurun untuk kemudian mati..
Penting bagi saya, untuk mengetahui kapan pertumbuhan tanaman naik tajam, sebelum sampai puncak. Kenapa? Karena saat itu, masa penting kentang mulai masuk masa inisiasi pengumbian yang memerlukan trigger. Bentuk triggernya macem2, silahkan pilih saja yang termudah dan termurah. Kelewat dari masa itu ato terlalu cepat memberikan triger, tentu tidak akan berhasil meningkatkan jumlah umbi, yang penting bagi usaha penangkaran benih kentang. Apabila terlalu cepat, menghasilkan umbi yang sedikit, apabila terlambat menghasilkan umbi yang besar, tanpa meningkatkan jumlah umbi..
#3# Tapi sekali lagi, tinggi tanaman bukan acuan yang selalu akurat. Seperti yang sebutkan pada point #1#, bisa jadi tinggi tanaman menjadi peubah missleading. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus punya sedikit catatan rata2 pertumbuhan tanaman. Umumnya, biasanya umur 4 minggu setelah tanaman adalah sekian cm, so untuk musim2 berikutnya, bila melenceng jauh dari sekian cm tersebut, kita bisa menganalisa sendiri, kenapa ya kok melenceng dari sebelumnya..
Hal ini pernah saya alami, saat salah aplikasi suatu hormon tanaman. Harusnya tanaman sudah tinggi tapi kok tanaman masih pendek, bahkan kuntet... Ternyata salah pekerja saya yang tidak mencuci bersih sprayernya. Akhirnya saya belikan sprayer khusus yang terpisah antara untuk hormon dan pupuk..
Kalau melihat manfaat pengamatan tinggi tanaman seperti yang saya sebutkan ini, tentu dong jangan meremehkan untuk tidak mengamati tinggi tanaman. Murah dan mudah dibandingkan peubah pengamatan lain, apalagi kalau pake analisis jaringan segala. Udah mahal, susah lagi..
Kembali ke masalah bos saya..
Karena keberatan dengan opini bos saya, tentu dong saya interupsi. Bahwa pengamatan tinggi tanaman adalah penting. Tinggi tanaman yang diamati oleh lulusan pasca sarjana, semestinya memiliki makna yang lebih untuk dikembangkan daya analisisnya sesuai perkembangan tanaman, berbeda bagi para teknisi, yang kemungkinan tinggi tanaman hanya sekedar angka saja.. Dan itu menjadi kewajiban beliau sebagai bapak, untuk memberikan pencerahan dan bimbingan kepada teman2 saya di kantor, agar memaknai tinggi tanaman sebagai salah satu peubah pengamatan yang bermanfaat..
Wkwkw.. terpaksa deh, saya sebutkan soal kewajiban beliau untuk memberikan pencerahan, (bukan sekedar melecehkan saja).. Abis saya sendiri juga ngamatin tinggi tanaman sih, entar saya juga dikatain kenapa calon doktor juga ngamatin tinggi tanaman.. Hehe, untung beliau ga marah, malah bilang terima kasih diingatkan dan berharap saya segera selesai studi dan kembali ke kantor..
Namun saat beliau bilang bahwa pengamatan tinggi tanaman tidak layak dilakukan oleh peneliti senior dengan gelar master atopun doktor. Lebih baik dilakukan oleh teknisi litkayasa, lulusan SPMA...
Wait.. Nanti dulu..
Entah karena saking keselnya beliau dengan teman2 saya yang kebangeten sampe bilang begitu ato emang beliau ga ngerti pentingnya pengamatan tinggi tanaman ya.. Kalau dugaan kedua yang jadi alasannya sih, masih bisa saya pahami, karena beliau, meskipun seorang doktor, tapi kan doktor peternakan, sosek lagi, bukan pertanian.. Sehebat2nya beliau, kalau bicara soal pertanian, tentulah wajar klu beliau tidak paham..
Meski sudah jadi doktor ato pun entar menjadi profesor, pengamatan tinggi tanaman tetap perlu. Memang pengamatan ini sangat mudah dilakukan, bahkan oleh anak SD sekalipun, tapi pasti maknanya akan berbeda, entah itu bagi seorang doktor maupun oleh seorang teknisi SPMA.
Bagi, seorang pemulia tanaman, tinggi tanaman penting sebagai salah satu karakter morfologi. Jaman dulu, varietas lokal padi biasanya tinggi-tinggi. Saat ini justru dicari varietas padi yang pendek tapi gemuk. Jadi meskipun malainya penuh dengan gabah akibat pemupukan intensif, tidak akan roboh oleh karena terpaan angin..
Bagi saya di bidang perkentangan, apalagi di rumah kassa, tinggi tanaman juga sangat penting.
#1# Dibandingkan di lapangan, tanaman di rumah kassa biasanya lebih tinggi. Kenapa? Hal ini karena rumah kassa biasanya beratapkan plastik, yang tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari dan umumnya suhunya lebih tinggi. Kondisi demikian, tentu akan memacu tanaman untuk tumbuh lebih tinggi.. Jadi, saya tahu kapan sebaiknya saya harus segera membersihkan dan mencuci atap plastik rumah kassa saya..
#2# Salah satu peubah untuk mengetahui progress pertumbuhan tanaman adalah tinggi tanaman. Sesuai kurva pertumbuhan, tentu kurvanya berbentuk naik sedikit kemudian naik tajam dan akhirnya sampai puncak menjadi stabil dan suatu saat menurun untuk kemudian mati..
Penting bagi saya, untuk mengetahui kapan pertumbuhan tanaman naik tajam, sebelum sampai puncak. Kenapa? Karena saat itu, masa penting kentang mulai masuk masa inisiasi pengumbian yang memerlukan trigger. Bentuk triggernya macem2, silahkan pilih saja yang termudah dan termurah. Kelewat dari masa itu ato terlalu cepat memberikan triger, tentu tidak akan berhasil meningkatkan jumlah umbi, yang penting bagi usaha penangkaran benih kentang. Apabila terlalu cepat, menghasilkan umbi yang sedikit, apabila terlambat menghasilkan umbi yang besar, tanpa meningkatkan jumlah umbi..
#3# Tapi sekali lagi, tinggi tanaman bukan acuan yang selalu akurat. Seperti yang sebutkan pada point #1#, bisa jadi tinggi tanaman menjadi peubah missleading. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus punya sedikit catatan rata2 pertumbuhan tanaman. Umumnya, biasanya umur 4 minggu setelah tanaman adalah sekian cm, so untuk musim2 berikutnya, bila melenceng jauh dari sekian cm tersebut, kita bisa menganalisa sendiri, kenapa ya kok melenceng dari sebelumnya..
Hal ini pernah saya alami, saat salah aplikasi suatu hormon tanaman. Harusnya tanaman sudah tinggi tapi kok tanaman masih pendek, bahkan kuntet... Ternyata salah pekerja saya yang tidak mencuci bersih sprayernya. Akhirnya saya belikan sprayer khusus yang terpisah antara untuk hormon dan pupuk..
Kalau melihat manfaat pengamatan tinggi tanaman seperti yang saya sebutkan ini, tentu dong jangan meremehkan untuk tidak mengamati tinggi tanaman. Murah dan mudah dibandingkan peubah pengamatan lain, apalagi kalau pake analisis jaringan segala. Udah mahal, susah lagi..
Kembali ke masalah bos saya..
Karena keberatan dengan opini bos saya, tentu dong saya interupsi. Bahwa pengamatan tinggi tanaman adalah penting. Tinggi tanaman yang diamati oleh lulusan pasca sarjana, semestinya memiliki makna yang lebih untuk dikembangkan daya analisisnya sesuai perkembangan tanaman, berbeda bagi para teknisi, yang kemungkinan tinggi tanaman hanya sekedar angka saja.. Dan itu menjadi kewajiban beliau sebagai bapak, untuk memberikan pencerahan dan bimbingan kepada teman2 saya di kantor, agar memaknai tinggi tanaman sebagai salah satu peubah pengamatan yang bermanfaat..
Wkwkw.. terpaksa deh, saya sebutkan soal kewajiban beliau untuk memberikan pencerahan, (bukan sekedar melecehkan saja).. Abis saya sendiri juga ngamatin tinggi tanaman sih, entar saya juga dikatain kenapa calon doktor juga ngamatin tinggi tanaman.. Hehe, untung beliau ga marah, malah bilang terima kasih diingatkan dan berharap saya segera selesai studi dan kembali ke kantor..
Rabu, 30 Mei 2012
Kejadian lucu masa kecil
Bukan bermaksud ngocol, tapi kejadian beberapa hari lalu mengingatkan 2 kejadian lucu di masa kecil saya. Lucu karena saat itu saya masih kecil sehingga dengan keterbatasan ilmu dan pengetahuan, wajarlah agak o'on dikit.. hehe
Kejadian pertama, waktu itu saya mengunjungi petani binaan saya. Ceritanya sih silaturohim.. Sejak kuliah S3, saya ga pernah ketemu sama dia. Cerita2 bagaimana perkembangan Gapoktannya, usaha tanam padinya.. Intinya sih, semakin maju lah. Dia cerita berbagai proyek pemerintah yang diikutinya. Lama2 dia bilang gini,
"Iya nih, nunggu program baru dari bu dokter, kalau udah lulus nanti". What? sejak kapan saya jadi dokter?
Tapi, lama2 saya jadi paham. Mungkin dia ga ngerti bedanya doktEr dan doktOr deh.. Maklum, meskipun ketua gapoktan, dia lulusan s2 alias SD sampe kelas 2.. Hehe.. Yup, dulu dia bisa diangkat jadi ketua Gapoktan, bukan karena prestasi akademiknya, tetapi modal nekat dan keinginan majunya..
Jadi inget jaman dulu, entah sampe SD kelas berapa kalau dulu pun saya kira doktEr (dr) dan doktOr (Dr) itu adalah gelar yang sama. Makanya sering heran kenapa sering gelar orang didobel seperti Dr. dr. Budi, misalnya. hehe.. kan artinya sama saja.. Masak dokternya dua kali.. hehe.. Naif.com
Kejadian kedua, ini mah kejadian lucu yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya.
Ceritanya, waktu ujian SD, sepertinya sih, dibawah kelas 2 SD deh, entah kelas 1 atau 2 SD. Salah satu soal ujian adalah kurang lebih begini. Berapa nilai uang terbesar yang beredar di Indo. Tau ga jawaban saya?
Saya tulis 1.000.000.000.000 dst.. Nolnya buanyaak banget.. Sampe ngabisin jawaban tanda titik-titik yang tersisa. OMG.. O'on nya.. Sebenarnya saat itu saya juga mikir. Ini soal kok aneh sih. Masak harus banyak-banyakan nulis angka nol sih.. wkwkwkw
Ga kebayang deh itu guru yang ngoreksi jawaban saya. Pasti ngakak berat. Paling juga dia inget terus ama nama saya. yang ngasih jawaban aneh gitu..
Kejadian pertama, waktu itu saya mengunjungi petani binaan saya. Ceritanya sih silaturohim.. Sejak kuliah S3, saya ga pernah ketemu sama dia. Cerita2 bagaimana perkembangan Gapoktannya, usaha tanam padinya.. Intinya sih, semakin maju lah. Dia cerita berbagai proyek pemerintah yang diikutinya. Lama2 dia bilang gini,
"Iya nih, nunggu program baru dari bu dokter, kalau udah lulus nanti". What? sejak kapan saya jadi dokter?
Tapi, lama2 saya jadi paham. Mungkin dia ga ngerti bedanya doktEr dan doktOr deh.. Maklum, meskipun ketua gapoktan, dia lulusan s2 alias SD sampe kelas 2.. Hehe.. Yup, dulu dia bisa diangkat jadi ketua Gapoktan, bukan karena prestasi akademiknya, tetapi modal nekat dan keinginan majunya..
Jadi inget jaman dulu, entah sampe SD kelas berapa kalau dulu pun saya kira doktEr (dr) dan doktOr (Dr) itu adalah gelar yang sama. Makanya sering heran kenapa sering gelar orang didobel seperti Dr. dr. Budi, misalnya. hehe.. kan artinya sama saja.. Masak dokternya dua kali.. hehe.. Naif.com
Kejadian kedua, ini mah kejadian lucu yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya.
Ceritanya, waktu ujian SD, sepertinya sih, dibawah kelas 2 SD deh, entah kelas 1 atau 2 SD. Salah satu soal ujian adalah kurang lebih begini. Berapa nilai uang terbesar yang beredar di Indo. Tau ga jawaban saya?
Saya tulis 1.000.000.000.000 dst.. Nolnya buanyaak banget.. Sampe ngabisin jawaban tanda titik-titik yang tersisa. OMG.. O'on nya.. Sebenarnya saat itu saya juga mikir. Ini soal kok aneh sih. Masak harus banyak-banyakan nulis angka nol sih.. wkwkwkw
Ga kebayang deh itu guru yang ngoreksi jawaban saya. Pasti ngakak berat. Paling juga dia inget terus ama nama saya. yang ngasih jawaban aneh gitu..
Kamis, 24 Mei 2012
Konser Musik yang sepi (Sweden 3)
Lagi kangen jalan2 ke luar negeri nih.. Jadi buka2 foto2..
Dalam 3 tahun ini, berturut2 ke Eropa dan Asia untuk kegiatan training.. Kok tahun ini ga ada yang ngajak2 ya.. hehe.. Sebenarnya, jalan2 ke luar tidak saja buat refreshing, tapi juga menambah pengetahuan. Tidak saja tentang pertanian tapi juga sosialita-nya.. Biar kaga kuper gitu..
Ada tawaran sih, jadi konsultan pertanian ke Timor Leste, tapi belum deal. Kayaknya juga tidak dalam tahun ini.. Yah, lumayan lah, yang penting luar negeri.. hehe
Pengen sedikit cerita waktu ada konser musik di Kalstad, Sweden..
Waktu itu saya lagi ikutan training pertanian organik selama sebulan disana.. Berhubung tinggal di kota pertanian dengan penduduk sedikit, tentulah sepi. Jalan2 ke pusat kotanya juga kalah rame lah dengan Lembang.. Tapi nuansa modern-nya tetap kerasa, ga kayak lembang yang jorok.. hehe..
Kami kalau mo jalan2 setelah jam 6 sore, setelah training selesai. Masih terang sih jam segitu karena saat itu musim panas. Matahari tenggelamnya jam 9 malam.
Di suatu akhir minggu, kita dianjurkan nonton konser musik musim panas..
Wuih, kebayang kan, bakal seru, rame nih.. Katanya, cuman ada setahun sekali, dari pagi hingga tengah malam. Sorenya, saya ama teman India saya, Nandini meluncur kesana..
Kok ga ada suara gedebag-gedebug sih.. Itu tuh suara drum-nya.. Kami jalan menyusuri sungai, kok ga ketemu kendaraan ato rombongan orang menuju kesana ya.. Jangan-jangan..
Hehe.. Ternyata, emang sepi..
Saya dan Nandini, yang berasal dari negara dengan penduduk yang padat, tentu aja ketawa-ketiwi.. Konser musik kok sepi begini..
Dalam 3 tahun ini, berturut2 ke Eropa dan Asia untuk kegiatan training.. Kok tahun ini ga ada yang ngajak2 ya.. hehe.. Sebenarnya, jalan2 ke luar tidak saja buat refreshing, tapi juga menambah pengetahuan. Tidak saja tentang pertanian tapi juga sosialita-nya.. Biar kaga kuper gitu..
Ada tawaran sih, jadi konsultan pertanian ke Timor Leste, tapi belum deal. Kayaknya juga tidak dalam tahun ini.. Yah, lumayan lah, yang penting luar negeri.. hehe
Pengen sedikit cerita waktu ada konser musik di Kalstad, Sweden..
Waktu itu saya lagi ikutan training pertanian organik selama sebulan disana.. Berhubung tinggal di kota pertanian dengan penduduk sedikit, tentulah sepi. Jalan2 ke pusat kotanya juga kalah rame lah dengan Lembang.. Tapi nuansa modern-nya tetap kerasa, ga kayak lembang yang jorok.. hehe..
Jalan2 dengan teman dr Cambodia and Myanmar
Di suatu akhir minggu, kita dianjurkan nonton konser musik musim panas..
Wuih, kebayang kan, bakal seru, rame nih.. Katanya, cuman ada setahun sekali, dari pagi hingga tengah malam. Sorenya, saya ama teman India saya, Nandini meluncur kesana..
Kok ga ada suara gedebag-gedebug sih.. Itu tuh suara drum-nya.. Kami jalan menyusuri sungai, kok ga ketemu kendaraan ato rombongan orang menuju kesana ya.. Jangan-jangan..
huaa.. sepi puol..
Saya dan Nandini, yang berasal dari negara dengan penduduk yang padat, tentu aja ketawa-ketiwi.. Konser musik kok sepi begini..
Blessing in disguise
Sekali-kali pengen ngegosip ah.. Iya, gara2 liat infotainment pernikahan Anang dan Ashanti. Bukan ngomentari rame ato mewahnya, tapi melihat kebahagiaan sepasang pengantin baru itu..
Meskipun, bukan penggemar gosip, dikit2 tau lah apa terjadi..
Bagi saya, dulu waktu ngeliat Anang yang diselingkuhi mantan istrinya, cukup kasihan juga sih.. Malu2in kaum istri nih, udah selingkuh, pake hamil duluan lagi.. Apalagi didramatisir lagu Anang yang ngenes gitu..
Siapa yang nyangka, ternyata di kemudian hari, Anang tidak saja dapat istri yang lebih cantik, bisa menerima apa adanya, tetapi malah kariernya semakin menanjak..
Belum tentu, bila dulu dia tetap dengan mantan istrinya, karirnya bisa sebagus sekarang.. Yang tentunya, hanya menjadi bayang2 mantan istrinya..
Hmhm.. Allah memang Maha Adil ya..
Terkadang kita perlu sedikit ngerasain sakit untuk merasakan nikmatnya anugerah Illahi ya..
Terkadang kita tidak berani merasakan sedikit perih untuk mendapat yang lebih baik..
Klu kata hubby saya, Anang mendapat blessing in disguise
Sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, tetapi akibat adanya kejadian itu dapat membawakan berkah dan hasil positif ….
Meskipun, bukan penggemar gosip, dikit2 tau lah apa terjadi..
Bagi saya, dulu waktu ngeliat Anang yang diselingkuhi mantan istrinya, cukup kasihan juga sih.. Malu2in kaum istri nih, udah selingkuh, pake hamil duluan lagi.. Apalagi didramatisir lagu Anang yang ngenes gitu..
Siapa yang nyangka, ternyata di kemudian hari, Anang tidak saja dapat istri yang lebih cantik, bisa menerima apa adanya, tetapi malah kariernya semakin menanjak..
Belum tentu, bila dulu dia tetap dengan mantan istrinya, karirnya bisa sebagus sekarang.. Yang tentunya, hanya menjadi bayang2 mantan istrinya..
Hmhm.. Allah memang Maha Adil ya..
Terkadang kita perlu sedikit ngerasain sakit untuk merasakan nikmatnya anugerah Illahi ya..
Terkadang kita tidak berani merasakan sedikit perih untuk mendapat yang lebih baik..
Klu kata hubby saya, Anang mendapat blessing in disguise
Sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, tetapi akibat adanya kejadian itu dapat membawakan berkah dan hasil positif ….
Senin, 14 Mei 2012
Mewakili Hutang Orang Lain
Kemarin malam, tiba2 kedatangan tamu. Ga kenal. Siapa sih? Ternyata, mereka (karena 3 orang) adalah korban penipuan..
Ceritanya, dulu saya punya pegawai, sebut saja A. Dia pengen punya motor secara kredit. Maklum ABG gitu.Tapi sama orang tuanya ga boleh karena harapan ortunya, buat dapur ortu dulu.. Maklum, keluarga besar. Namun si A nih ngotot. Kasihan juga lah hubby saya. Akhirnya hubby mengijinkan kredit motor dengan nama hubby, tapi yang bayar ya si A ini, pake gaji bulanan dia..
Sebenarnya saya ga setuju. Tapi karena si A ini rajin, ya sudahlah, saya mengalah. Kata hubby, lumayan lah, buat mengikat kerja si A biar rajin dan terus kerja di saya..
Sejujurnya, saya tetap waswas, gimana klu dia keluar dari kerjaan.. Kata hubby, gampang to.. motornya suruh balik nama..
Akhirnya terbukti, si A ini keluar dari kerja karena berselisih dengan teman kerjanya, pengawasnya. Apa boleh buat, saya lebih berat si pengawasnya daripada dia karena tanggung jawab kerja si pengawas lebih besar..
Soal motor? Blaik, bener deh, dia jadi seret bayar bulanan dan si dealer motor ngedatengin rumah saya. So, akhirnya itu motor dbalik nama..
Beres urusannya? Ternyata belum.
Beberapa hari lalu, saya diberitahu si pengawas, klu motor si A hilang.. Oow, blaik. Ceritanya, Si A minjemin motor ke si B dan sama si B dipinjamkan lagi ke C. Eh, ternyata dibawa kabur sama si C.. Ada2 aja to.. Untung sudah dibalik nama..
Nah, tadi malam, ortu dari Si B dan Si C dateng ke rumah, pengen klarifikasi kejelasan pemilik motor. Lho kok bisa? Ternyata, ortu si B dan si C sudah pernah membayar ganti rugi motor milik si A yang hilang. Tapi anehnya, bayarnya engga ke si A, tapi malah ke si D dan E, yang konon temannya si A.
Mbulet kaan.. Saya aja ikutan lieur dengernya..
Sekarang pun jadi masalah polisi..
Hmhm.. pelajaran bener nih.. jangan pernah mewakili utang orang lain.. niat kita baik, belum tentu dibalas baik..
Jadi inget cerita teman saya juga yang PNS, dititipin nama utangnya sodaranya untuk beli rumah ke bank. Ealah, kok ya si sodara kemudian meninggal dunia. Jadi deh dia yang harus nanggung hutang sodaranya tersebut. Sementara itu rumahnya sendiri malah jadi sengketa..
Padahal, klu si sodara sendiri yang hutang ke bank dan meninggal, malah hutangnya bisa lunas dan menjadi milik ahli waris.. Enak to..
Ceritanya, dulu saya punya pegawai, sebut saja A. Dia pengen punya motor secara kredit. Maklum ABG gitu.Tapi sama orang tuanya ga boleh karena harapan ortunya, buat dapur ortu dulu.. Maklum, keluarga besar. Namun si A nih ngotot. Kasihan juga lah hubby saya. Akhirnya hubby mengijinkan kredit motor dengan nama hubby, tapi yang bayar ya si A ini, pake gaji bulanan dia..
Sebenarnya saya ga setuju. Tapi karena si A ini rajin, ya sudahlah, saya mengalah. Kata hubby, lumayan lah, buat mengikat kerja si A biar rajin dan terus kerja di saya..
Sejujurnya, saya tetap waswas, gimana klu dia keluar dari kerjaan.. Kata hubby, gampang to.. motornya suruh balik nama..
Akhirnya terbukti, si A ini keluar dari kerja karena berselisih dengan teman kerjanya, pengawasnya. Apa boleh buat, saya lebih berat si pengawasnya daripada dia karena tanggung jawab kerja si pengawas lebih besar..
Soal motor? Blaik, bener deh, dia jadi seret bayar bulanan dan si dealer motor ngedatengin rumah saya. So, akhirnya itu motor dbalik nama..
Beres urusannya? Ternyata belum.
Beberapa hari lalu, saya diberitahu si pengawas, klu motor si A hilang.. Oow, blaik. Ceritanya, Si A minjemin motor ke si B dan sama si B dipinjamkan lagi ke C. Eh, ternyata dibawa kabur sama si C.. Ada2 aja to.. Untung sudah dibalik nama..
Nah, tadi malam, ortu dari Si B dan Si C dateng ke rumah, pengen klarifikasi kejelasan pemilik motor. Lho kok bisa? Ternyata, ortu si B dan si C sudah pernah membayar ganti rugi motor milik si A yang hilang. Tapi anehnya, bayarnya engga ke si A, tapi malah ke si D dan E, yang konon temannya si A.
Mbulet kaan.. Saya aja ikutan lieur dengernya..
Sekarang pun jadi masalah polisi..
Hmhm.. pelajaran bener nih.. jangan pernah mewakili utang orang lain.. niat kita baik, belum tentu dibalas baik..
Jadi inget cerita teman saya juga yang PNS, dititipin nama utangnya sodaranya untuk beli rumah ke bank. Ealah, kok ya si sodara kemudian meninggal dunia. Jadi deh dia yang harus nanggung hutang sodaranya tersebut. Sementara itu rumahnya sendiri malah jadi sengketa..
Padahal, klu si sodara sendiri yang hutang ke bank dan meninggal, malah hutangnya bisa lunas dan menjadi milik ahli waris.. Enak to..
Rabu, 09 Mei 2012
Berburu Literatur Kentang
Karena mo mulai nulis draft disertasi saya, mulai pula deh saya browsing literatur2 dan baca buku, print out, dan fotokopian tentang kentang lagi. All about potato.. Jadi pengen komentar nih..
#1# Honestly, komentar umumnya sih. Ilmu pengetahuan emang mahal ya.. Yang di-share ke publik, emang yang umum2 aja, sedangkan yang special, keep it for myself.. Lumrah.com. Maklum, khusus untuk kentang dan komoditas komersial lainnya, teknologinya ga sembarang tersebar seperti komoditas padi, misalnya. Bahkan untuk padi, pemerintah segencar2nya mendesiminasikan teknologi seluas2nya supaya diadopsi petani. Beda dengan padi, teknologi kentang komersial relatif lebih sedikit dijamah oleh pemerintah, yang artinya, harus diteliti sendiri oleh petani, jadi teknologi ngendon di masing2 individu sendiri. Amal jariyah-nya kurang. Jadi hak paten gitu..
Abis gimana dong, emang prioritas penelitian pemerintah baru pada tanaman pangan sih..
#2# Tak bisa dipungkiri, ga sia2 saya punya Toefl lebih dari 550. Abis gimana lagi, berharap dari literatur Indo standart banget. Dan.. wow.. segitu luasnya dunia perkentangan internasional. Itu bisa dipahami hanya bila your Englishnya kaga mepet. Yup, Writing English, bukan conversation. Syukurlah, punya basic pertanian, jadi ga lieur baca literatur Englishnya.
#3# Banyak nemu jurnal2 English bagus, tapi harus bayar. Mana harganya bisa diatas 300 ribu/jurnal lagi.. bangkrut deh. La wong, yang saya pengeni lebih dari 100 jurnal je.. Inceran saya, Potato Research, American Journal of Potato Research, dll. Akhirnya kontak temen di Pustaka berharap Litbang langganan gratis. Alhamdullillah, gratis.. *Inilah, salah satu penyebab tak akan saya lepas status sebagai peneliti Litbang*. Akhirnya dengan membabi buta deh saya browsing online digib
#4# Harus pula dikatakan, literatur kentang berbahasa Indo standart banget. Apalagi klu bercerita tentang cara budidaya ato pengendalian hama penyakit. Hehe basi.. *maaf* Sepertinya, kayak copy paste deh.. Entah antar komoditas ato antar penulis.. Tapi untuk pemula boleh lah..
Saya kadang mikir, apakah bener penulis itu bener2 tau cara budidaya, pernah praktek berbudidaya tanaman, ato sekedar comot buku sana dan buku sini sih..
Salah satu contoh lucunya, sering menyebutkan dosis pupuk kalium sebesar 100 kg K20/ha... Hehe, petani suruh mikir lagi dong, berapa dosis KCl-nya.. Padahal isi bukunya sok praktis, giliran dosis pupuk malah masih berbentuk teori. Ga konsisten lah..
Ada juga yang isi bukunya berbentuk hasil survei. Kalau petani di Pangalengan begini, sedangkan petani di daerah lain begitu.. Hehe.. kalau memang isinya hasil survei, harusnya dibahaslah seharusnya bagaimana, tidak sekedar memaparkan hasil survei..
Kasihan pembeli yang telanjur beli bukunya.. Beda kalau gratisan.. hehe.. kayak baca blog saya kan gratis, jadi suka2 saya ya.. *pengen enaknya aja.com*
Dari sekian literatur kentang berbahasa Indo, saya salut pada salah satu buku karangan suatu instansi. Kelihatan bener2 berpengalaman menguasai perkentangan, tidak sekedar teori menyitir dari si-A dan si-B. Bahkan diberi beberapa catatan berdasarkan pengalamannya. Tidak normatif.
Contoh, tanaman disiram sesuai kebutuhan, tidak berlebihan atau kekurangan *menurut saya ini normatif, semua orang juga tau kalau nyiram jangan berlebihan ato kekurangan*
Sebagai standar penyiraman kentang dalam screen adalah seminggu dua kali. Penyiraman sebaiknya tidak mengenai tanaman, tetapi menyiram di antara barisan.. *hehe.. klu sudah begini statement-nya, berarti emang si penulis benar2 ngerti dan pernah nyoba nyiram kentang di screen.. *
So saran saya, selektiflah membaca literatur ya..
#1# Honestly, komentar umumnya sih. Ilmu pengetahuan emang mahal ya.. Yang di-share ke publik, emang yang umum2 aja, sedangkan yang special, keep it for myself.. Lumrah.com. Maklum, khusus untuk kentang dan komoditas komersial lainnya, teknologinya ga sembarang tersebar seperti komoditas padi, misalnya. Bahkan untuk padi, pemerintah segencar2nya mendesiminasikan teknologi seluas2nya supaya diadopsi petani. Beda dengan padi, teknologi kentang komersial relatif lebih sedikit dijamah oleh pemerintah, yang artinya, harus diteliti sendiri oleh petani, jadi teknologi ngendon di masing2 individu sendiri. Amal jariyah-nya kurang. Jadi hak paten gitu..
Abis gimana dong, emang prioritas penelitian pemerintah baru pada tanaman pangan sih..
#2# Tak bisa dipungkiri, ga sia2 saya punya Toefl lebih dari 550. Abis gimana lagi, berharap dari literatur Indo standart banget. Dan.. wow.. segitu luasnya dunia perkentangan internasional. Itu bisa dipahami hanya bila your Englishnya kaga mepet. Yup, Writing English, bukan conversation. Syukurlah, punya basic pertanian, jadi ga lieur baca literatur Englishnya.
#3# Banyak nemu jurnal2 English bagus, tapi harus bayar. Mana harganya bisa diatas 300 ribu/jurnal lagi.. bangkrut deh. La wong, yang saya pengeni lebih dari 100 jurnal je.. Inceran saya, Potato Research, American Journal of Potato Research, dll. Akhirnya kontak temen di Pustaka berharap Litbang langganan gratis. Alhamdullillah, gratis.. *Inilah, salah satu penyebab tak akan saya lepas status sebagai peneliti Litbang*. Akhirnya dengan membabi buta deh saya browsing online digib
#4# Harus pula dikatakan, literatur kentang berbahasa Indo standart banget. Apalagi klu bercerita tentang cara budidaya ato pengendalian hama penyakit. Hehe basi.. *maaf* Sepertinya, kayak copy paste deh.. Entah antar komoditas ato antar penulis.. Tapi untuk pemula boleh lah..
Saya kadang mikir, apakah bener penulis itu bener2 tau cara budidaya, pernah praktek berbudidaya tanaman, ato sekedar comot buku sana dan buku sini sih..
Salah satu contoh lucunya, sering menyebutkan dosis pupuk kalium sebesar 100 kg K20/ha... Hehe, petani suruh mikir lagi dong, berapa dosis KCl-nya.. Padahal isi bukunya sok praktis, giliran dosis pupuk malah masih berbentuk teori. Ga konsisten lah..
Ada juga yang isi bukunya berbentuk hasil survei. Kalau petani di Pangalengan begini, sedangkan petani di daerah lain begitu.. Hehe.. kalau memang isinya hasil survei, harusnya dibahaslah seharusnya bagaimana, tidak sekedar memaparkan hasil survei..
Kasihan pembeli yang telanjur beli bukunya.. Beda kalau gratisan.. hehe.. kayak baca blog saya kan gratis, jadi suka2 saya ya.. *pengen enaknya aja.com*
Dari sekian literatur kentang berbahasa Indo, saya salut pada salah satu buku karangan suatu instansi. Kelihatan bener2 berpengalaman menguasai perkentangan, tidak sekedar teori menyitir dari si-A dan si-B. Bahkan diberi beberapa catatan berdasarkan pengalamannya. Tidak normatif.
Contoh, tanaman disiram sesuai kebutuhan, tidak berlebihan atau kekurangan *menurut saya ini normatif, semua orang juga tau kalau nyiram jangan berlebihan ato kekurangan*
Sebagai standar penyiraman kentang dalam screen adalah seminggu dua kali. Penyiraman sebaiknya tidak mengenai tanaman, tetapi menyiram di antara barisan.. *hehe.. klu sudah begini statement-nya, berarti emang si penulis benar2 ngerti dan pernah nyoba nyiram kentang di screen.. *
So saran saya, selektiflah membaca literatur ya..
Langganan:
Postingan (Atom)

