Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Selasa, 20 April 2010

Emansipasi Wanita

Beberapa hari lalu, suatu peristiwa membuat saya tercenung..

Teman saya laki2 merasa sedih, kenapa begitu banyak wanita bekerja saat ini. Katanya, kondisi demikian menyebabkan turunnya kesempatan kerja kaum laki2, sehingga tidak heran banyak laki2 yang menganggur atau para suami mendapatkan pendapatan lebih rendah daripada istri..

Dalam kasus laki2 bertanggung jawab, secara jujur, saya juga kasihan dengan nasib kaum laki2 ini. Mungkin karena keterbatasan pendidikan, kecerdasan, bisa jadi menjadi kalah bersaing dengan wanita perkasa di dunia kerja.
Saya juga ga tega bila melihat lingkungan saya entah itu sodara saya, yang mungkin merasa tertekan karena pendapatannya lebih rendah dari istri. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Apesnya lagi, klu si istri sok berpenghasilan tinggi.. Ga bersyukur punya suami meski tak bepenghasilan, tetapi berperilaku baik dan tidak selingkuh. Ngeliatnya aja sebeel.. Rasa2nya emansipasi yang salah..

Di sisi yang lain, pada kasus laki2 yang bersuka ria, sedangkan si istri membanting tulang. Apalagi bila si suami malah selingkuh.. Mungkin suami model begini, justru sangat mendukung emansipasi wanita dengan memeras keringat istri semaksimal mungkin. Astaghfirullah..

Keberuntungan mendapat pekerjaan bisa diperoleh suami atau istri.. Yang penting saling mendukung. Terkadang posisi suami di kantor tinggi, tapi bisa jadi mendadak dapat PHK. Mana kita tahu rahasia Allah.. Dan semua itu pasti ada hikmahnya..
Bagaimana pun juga, seberapa tinggi kedudukan istri di kantor, saat di rumah, tetap saja suami menjadi imam di keluarga. Tinggalkan semua atribut kantor.. Namun demikian, suami jangan mentang2 iman, bisa sekehendaknya saja..

Kembali ke emansipasi wanita..
Lalu bagaimana bila suami sudah mapan dan istri memiliki kemampuan berkarya yang tinggi? Terkadang, pada suami yang mapan, mereka tidak membolehkan istrinya bekerja. Kalau seandainya, si istri memiliki kemampuan yang bisa meningkatkan kesejahteraan orang lain, apakah tetap tidak boleh bekerja? Sayang donk ilmunya..
Kecuali, bila si istri hanya bekerja untuk mendapatkan gaji buta dengan mengobrol dan bergaul tidak jelas. Duduk, baca koran, gosip.. Bolehlah berhenti..
Tapi bila dengan kepandaiannya, bisa merekrut pegawai , yang artinya bisa memberi makan keluarga pegawainya.. Sekali lagi, sayang donk..
Nah, tinggal kompromi waktu bagaimana agar tetap bekerja dan keluarga tidak terabaikan. Bila perlu, gunakan asisten rumah tangga/pembantu.. Meskipun tetap jangan andalkan 100% pembantu..
Mudah2n barokah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar