Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Senin, 29 Mei 2017

Perbenihan kentang : Sampai G2 atau G4? (Wageningen, 4)

Ahaaa..... Di Netherlands aja sampai G4. Kenapa kita harus belagu hanya sampai G2? Menjamin kualitas lebih baik? Yakiiiiiin?
Atau hanya agar seperti perbenihan kita lebih baik?

Terus terang, melihat mereka yang juga sampai G4 dan saat kutanya berapa kali mereka memperbanyak benih. 6-7 kali... Wow, serasa dapat support untuk berani berpendapat. Sebenernya apa sih motivasi untuk memperpendek sistem perbenihan kita. Meski saya pernah denger diskusi intern mereka, pemegang kebijakan, yang bikin saya keki. Tapi melihat perbenihan di Belanda ini, bikin saya.... Ah, entahlah...

Banyak yang terpengaruh. Benih jadi susah didapat. Ya iyalah. Hampir 60% perbenihan kita dikuasai benih G3-4. Dengan tidak adanya benih G3-4, kemana kah mereka? Ya nambah deh benih ilegal...

Berusaha meningkatkan kelas penangkar menjadi lebih tinggi? Seberapa byk sih yang berhasil petani G2menjadi G1, atau petani G1 menjadi G0 meski sudah digelontorkan banyak bantuan oleh pemerintah? Sebandingkah keramaian ini dengan menghilangnya benih, mahalnya benih? Jadi kacau balau begini...

Secara pribadi, saya happy, Krn konsumen saya meningkat, tp lubuk hati saya sedih...
Seandainya para pemangku kebijakan mau melihat akibat perbuatan mereka. Mau sedikit berempati...
Jangan hanya memikirkan kariernya saja...
Maaf...

Insya Allah, setelah training ini saya ngebantu penelitian temen, untuk mengevaluasi perkembangan kebijakan ini...

Notes, from Emmeloord, Netherlands

Tidak ada komentar:

Posting Komentar