Kalau saya ditanya, apakah aeroponik benar berprospek digunakan untuk perbanyakan benih kentang? Hoho.. optimis donk.. Ini sekalian untuk menjawab fenomena beberapa praktisi aeroponik kentang yang gagal, hopeless, and so on.. Ga tanggung2 lho yang gagal. Ada yang ahli, sedang, atopun petani biasa.. Akhirnya mereka kembali ke konvensional dimana jumlah panen umbi hanya sekitar 3-5 saja..
Tidak dipungkiri.. Kendala utama aeroponik adalah begitu mudahnya tersebar penyakit sistemik ke seluruh populasi tanaman. Bisa ludes des.. Bisa gigit jari karena benih G0 harus benar2 bebas penyakit.. Tentu diperlukan trik2 agar tanaman dan lingkungan bener2 steril..
Selain masalah penyakit, ini mah menurut saya, praktisi aeroponik harus benar2 paham fisiologi tanaman kentang. Kenapa begitu? Karena kentang tumbuh di media buatan, yang fragile, salah sedikit saja bisa mati tuh tanaman. Misalnya aja salah nutrisi, bisa tewas semua. Beda bila kita nanam di tanah. Media tanah cukup stabil mendapat berbagai stres lingkungan. Salah ngasih pupuk, tanaman di tanah relatif masih bisa bertahan dibandingkan di aeroponik..
Apalagi cuaca saat ini, puanasssnya minta ampun.. Suhu di dalam
screen dan dalam bak aeroponik bisa fantastis.. Tentu diperlukan trik2
buat ngakalinnya.. Jadi tambah repot dah..
Klu tanaman di tanah kepanasan kayak begini mah masih aman dah..
Jangan dikira saya ga pernah ceroboh lho ya.. Pernah lupa ga ngidupin lagi sprinkler setelah pengecekan sprinkler, akibatnya tanaman layu. Pernah ga sengaja ngasih EC nutrisi kebanyakan, akibatnya pertumbuhan stagnant.. dst dst deh.. Honestly, saya juga pontang panting gimana caranya biar hasil aeroponik saya terus meningkat. Selain untuk disertasi saya, tentu buat segenggam berlian .. hehe.. Cara termudahnya adalah saya berusaha terlibat langsung. Itung2, sebelum balik ngantor lagi lah..
Emang lebih repot sih, tapi Insya Allah, hasilnya lebih banyak..
Dimana2 juga, yang lebih repot, lebih menguntungkan..
Semangadddd :))
Topik Judul
- aeroponik kentang (56)
- catatan harian (102)
- kesehatan (13)
- motivasi (21)
- opini (44)
- Organik (11)
- penelitian (28)
- pertanian (34)
- travelling (21)
- Wirausaha (16)
Cari Blog Ini
Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??
Pemesanan Benih Kentang :
Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
LAYANAN KONSUMEN JM FARM :
Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
Sabtu, 11 Agustus 2012
Jumat, 10 Agustus 2012
Pengen Cepat Lulus ah..
Rasanya dah lamaaa banget ga ngeblog..
Dari satu sisi lagi ga punya asisten RT, belon punya pegawai baru lagi setelah berhentiin yang lama, plus dikejar2 dosen supaya buru2 sidang komisi.. lengkap sudah kehabisan waktu buat ngeblog.. Kan lagi Ramadhan, harus memperbanyak ibadah..
Sebelumnya, mohon maaf atas segala kesalahan ya..
Selamat menunaikan ibadah puasa..
tuelat.com
Recently, saya baru nongol lagi ke kampus..
Bukannya rajin, tetapi menghadiri ujian terbuka doktor teman2 saya..
Satu hal yang saya perhatikan saat ujian terbuka doktor. Hampir semua teman saya menangis, sesenggukkan, di saat memberikan kata sambutan setelah dinyatakan lulus. Mo perempuan ato laki2, sama aja. Nangis. Meski si laki2 segagah apapun, sengocol apapun, tapi tetep aja suaranya serak saaat mengucapkan syukur Alhamdullillah dan menyampaikan terima kasih entah kepada dosen pembimbingnya atau kepada keluarganya..
Hmhm..
Benar juga kata moderator..
Di saat kita presentasi secara ilmiah, boleh lah kita berbicara lantang, tegas dll, tapi saat kita mendapatkan kebahagiaan, pasti kita akan teringat kepada yang telah berjasa kepada kita..
Tentu kepada Allah SWT, guru kita dan keluarga..
Suasana haru begitu, terkadang nyetrum ke para audiensi.. hikhik.. jadi ikutan berkaca2..
Yang jelas, setelah beberapa kali mengikuti ujian terbuka doktor, saya jadi terpacu pengen cepet2 lulus..
Doa kan ya... Amin Yra..
Syukron
Dari satu sisi lagi ga punya asisten RT, belon punya pegawai baru lagi setelah berhentiin yang lama, plus dikejar2 dosen supaya buru2 sidang komisi.. lengkap sudah kehabisan waktu buat ngeblog.. Kan lagi Ramadhan, harus memperbanyak ibadah..
Sebelumnya, mohon maaf atas segala kesalahan ya..
Selamat menunaikan ibadah puasa..
tuelat.com
Recently, saya baru nongol lagi ke kampus..
Bukannya rajin, tetapi menghadiri ujian terbuka doktor teman2 saya..
Satu hal yang saya perhatikan saat ujian terbuka doktor. Hampir semua teman saya menangis, sesenggukkan, di saat memberikan kata sambutan setelah dinyatakan lulus. Mo perempuan ato laki2, sama aja. Nangis. Meski si laki2 segagah apapun, sengocol apapun, tapi tetep aja suaranya serak saaat mengucapkan syukur Alhamdullillah dan menyampaikan terima kasih entah kepada dosen pembimbingnya atau kepada keluarganya..
Hmhm..
Benar juga kata moderator..
Di saat kita presentasi secara ilmiah, boleh lah kita berbicara lantang, tegas dll, tapi saat kita mendapatkan kebahagiaan, pasti kita akan teringat kepada yang telah berjasa kepada kita..
Tentu kepada Allah SWT, guru kita dan keluarga..
Suasana haru begitu, terkadang nyetrum ke para audiensi.. hikhik.. jadi ikutan berkaca2..
Yang jelas, setelah beberapa kali mengikuti ujian terbuka doktor, saya jadi terpacu pengen cepet2 lulus..
Doa kan ya... Amin Yra..
Syukron
Kamis, 05 Juli 2012
Bunga bagi pengumbian kentang
Entah berapa bulan yang lalu, ada yang bertanya pada saya, baguskah bila tanaman kentang itu berbunga, hubungannya dengan pertumbuhan umbi? Apakah terjadi persaingan makanan antara bunga dan umbi?
Dulu, saya juga sempat memiliki pertanyaan yang sama..
Secara teoritis, bunga dan umbi merupakan sink atau pengguna makanan yang utama. Apalagi bila bunga itu berbiji. Biji konon penyerap makanan paling rakus.. Itu, teori yang saya peroleh di kuliah dan banyak ditemukan di diktat perkuliahan..
Karena penasaran, saya pernah sampai tanya ke petani saya, apakah bunga mengganggu pengumbian kentang. Ternyata, engga tuh.. Petani binaan saya pernah mencobanya dengan membuat percobaan antara tanaman kentang yang dibuang bunganya dan tidak.. Ternyata tidak ada bedanya. So mereka ga pernah membuang bunganya lagi. Malah mereka justru berharap agar tanaman kentangnya berbunga..
Lho kok? Ternyata kata mereka, justru tanaman yang berbunga, biasanya justru hasil umbinya lebih banyak..
Lho kok ga sesuai teori..
Sempat kepikiran beberapa lama tuh kenapa ya...
Akhirnya ketemu deh, khusus untuk kasus petani saya.. Tanaman kentang yang berbunga, artinya tanaman ini dapat membagi makanan dengan baik, sehingga selain membentuk umbi, dia masih sanggup membentuk bunga pula. Pada kondisi bagaimana ini ditemukan? Biasanya ini terjadi pada lahan yang subur.. Pada lahan subur, ga masalah bagi tanaman untuk membentuk umbi dan bunga sekaligus.. Dan memang, bila di lahan yang tidak subur, jarang saya temukan kentang yang berbunga..
Ga setuju dengan pendapat saya? Boleh kok.. Monggo..
Dulu, saya juga sempat memiliki pertanyaan yang sama..
Secara teoritis, bunga dan umbi merupakan sink atau pengguna makanan yang utama. Apalagi bila bunga itu berbiji. Biji konon penyerap makanan paling rakus.. Itu, teori yang saya peroleh di kuliah dan banyak ditemukan di diktat perkuliahan..
Karena penasaran, saya pernah sampai tanya ke petani saya, apakah bunga mengganggu pengumbian kentang. Ternyata, engga tuh.. Petani binaan saya pernah mencobanya dengan membuat percobaan antara tanaman kentang yang dibuang bunganya dan tidak.. Ternyata tidak ada bedanya. So mereka ga pernah membuang bunganya lagi. Malah mereka justru berharap agar tanaman kentangnya berbunga..
Lho kok? Ternyata kata mereka, justru tanaman yang berbunga, biasanya justru hasil umbinya lebih banyak..
Lho kok ga sesuai teori..
Sempat kepikiran beberapa lama tuh kenapa ya...
Akhirnya ketemu deh, khusus untuk kasus petani saya.. Tanaman kentang yang berbunga, artinya tanaman ini dapat membagi makanan dengan baik, sehingga selain membentuk umbi, dia masih sanggup membentuk bunga pula. Pada kondisi bagaimana ini ditemukan? Biasanya ini terjadi pada lahan yang subur.. Pada lahan subur, ga masalah bagi tanaman untuk membentuk umbi dan bunga sekaligus.. Dan memang, bila di lahan yang tidak subur, jarang saya temukan kentang yang berbunga..
Ga setuju dengan pendapat saya? Boleh kok.. Monggo..
Hubungan ketersediaan benih kentang bersertifikat dan musim kemarau
Salah satu kebijakan dalam rangka meningkatkan ketersediaan benih kentang bersertifikat, konon, adalah meningkatkan jumlah penangkar benih. Salah satunya dengan meningkatkan status petani per generasinya. Bila awalnya petani berstatus produsen G2, meningkat menjadi petani G1, sedangkan petani G1 menjadi petani G0.. Harapannya, nantinya tidak ada lagi benih G4, benih cukup sampai G3 saja.
Saya sebut konon, karena itulah yang saya dengar waktu ada rapat perbenihan kentang di salah satu institusi penelitian dengan dirjen terkait beberapa bulan lalu.. Realisasinya, tauk deh..
Saya pribadi, merasa bottleneck kelangkaan benih kentang terjadi karena salah satunya rantai supply benih kentang dari G0 menjadi G4 terlalu panjang, perlu lebih dari 3 tahun. Bagi pemodal cekak, tentu jadi kendala. So, jangan salahkan bila rasio benih jarang bernilai satu, karena petani butuh makan dan biaya produksi untuk musim berikutnya, sehingga dia menjual sebagian benih kentangnya sebagai produk konsumsi. Apa boleh buat..
Bottleneck yang paling kerasa, ya saat musim kemarau begini.. Udah panasnya minta ampun, sulit cari airnya.. Padahal kentang adalah komoditas sayuran dengan perakaran dangkal, so ga tahan kering.. Artinya, perlu rajin disiram.. Padahal lagi, biasanya kentang generasi bawah.. seperti G3, G4 sering ditanam di gunung, yang tentu sulit cari air.. (Terutama pengalaman saya di Pangalengan, tauk deh kalu daerah lain).. Dampaknya, pertanaman kentang di musim kemarau tentu sedikit.. Padahal rantai generasi perbenihan harus tentu berjalan.. So, jangan heran bila ketersediaan benih di 6 bulan berikutnya rendah..
Ilustrasinya, misalnya, bila pada bulan Juli-September adalah musim kemarau, ga ada air, pertanaman sedikit. Artinya pertanaman bulan Januari-Maret akan kesulitan mendapatkan benih. Artinya benih langka, jadi benih mahal.. Kalau sampai ada benih impor, akhirnya demo rame2 deh..
So, perlukah bantuan bagi penangkar benih yang tanam di musim kemarau? Kalau dibantu pemerintah sih syukur. Apa kek, pompa air? Embung air? Tapi pengalaman sih, kalau bantuan pemerintah sering datang tidak di waktu yang tepat. Musim kemaraunya kapan, pompa airnya kapan diterimanya petani. Ga sinkron..
Jadi.. Gelaplah
Sepertinya klu kendala penanaman musim kemarau ga diatasi, meskipun jumlah dan status petani penangkar benih kentang ditingkatkan, ya tetaplah masih ada kelangkaan benih di suatu waktu
Saya sebut konon, karena itulah yang saya dengar waktu ada rapat perbenihan kentang di salah satu institusi penelitian dengan dirjen terkait beberapa bulan lalu.. Realisasinya, tauk deh..
Saya pribadi, merasa bottleneck kelangkaan benih kentang terjadi karena salah satunya rantai supply benih kentang dari G0 menjadi G4 terlalu panjang, perlu lebih dari 3 tahun. Bagi pemodal cekak, tentu jadi kendala. So, jangan salahkan bila rasio benih jarang bernilai satu, karena petani butuh makan dan biaya produksi untuk musim berikutnya, sehingga dia menjual sebagian benih kentangnya sebagai produk konsumsi. Apa boleh buat..
Bottleneck yang paling kerasa, ya saat musim kemarau begini.. Udah panasnya minta ampun, sulit cari airnya.. Padahal kentang adalah komoditas sayuran dengan perakaran dangkal, so ga tahan kering.. Artinya, perlu rajin disiram.. Padahal lagi, biasanya kentang generasi bawah.. seperti G3, G4 sering ditanam di gunung, yang tentu sulit cari air.. (Terutama pengalaman saya di Pangalengan, tauk deh kalu daerah lain).. Dampaknya, pertanaman kentang di musim kemarau tentu sedikit.. Padahal rantai generasi perbenihan harus tentu berjalan.. So, jangan heran bila ketersediaan benih di 6 bulan berikutnya rendah..
Ilustrasinya, misalnya, bila pada bulan Juli-September adalah musim kemarau, ga ada air, pertanaman sedikit. Artinya pertanaman bulan Januari-Maret akan kesulitan mendapatkan benih. Artinya benih langka, jadi benih mahal.. Kalau sampai ada benih impor, akhirnya demo rame2 deh..
So, perlukah bantuan bagi penangkar benih yang tanam di musim kemarau? Kalau dibantu pemerintah sih syukur. Apa kek, pompa air? Embung air? Tapi pengalaman sih, kalau bantuan pemerintah sering datang tidak di waktu yang tepat. Musim kemaraunya kapan, pompa airnya kapan diterimanya petani. Ga sinkron..
Jadi.. Gelaplah
Sepertinya klu kendala penanaman musim kemarau ga diatasi, meskipun jumlah dan status petani penangkar benih kentang ditingkatkan, ya tetaplah masih ada kelangkaan benih di suatu waktu
Sabtu, 23 Juni 2012
Alhamdulillah, screen besi ke-1, screen G1 ke-4, screen ke-6
Alhamdullillah, saat ini saya sedang ngebangun rumah ketat serangga/screen G1 yang ke-4. Screen G1 ke-4 ini sengaja saya bangun dari besi, bukan bambu lagi.. Berdasarkan hitungan saya, ternyata lebih menguntungkan screen dari besi daripada bambu. Yang pasti karena awet dan bangunannya tidak akan meneduhi terlalu banyak dibandingkan bila terbuat dari bambu..
Memang mahal, tapi kalau dihitung investasi, menjadi lebih murah. Apalagi kalau dilahan sendiri (tidak nyewa). Kalaupun nyewa, rancangan screen harus dibuat portable, suatu saat mudah dipindah..
Alhamdullillah, screen G1 yang ke-4 ini merupakan screen ke-6 saya. Dua screen saya yang lain adalah screen G0 aeroponik. Tentulah, saya sudah tau celah2nya gimana seharusnya bikin screen. Dulu, pengalaman pertama, banyak ditipu oleh tukang screen-nya, ditipu pula ama tukang bambunya.. Nasibbb deh..
Dari sisi rancangan, juga udah pengalaman, bagaimana seharusnya model screen. Harus menghadap mana, bagaimana ventilasi, berapa tinggi dan lebarnya, bagaimana ruang isolasi dan gudang barang..
Jadi inget petani saya, dia mengeluh tanaman G1 kurang bagus. Pas saya tengok, ya iyalah, tanaman kurang bagus.. screen terlalu pendek, ga ada ventilasi, sehingga tanaman etiolasi..
Alhamdullillah.. Akhir tahun ini, Insya Allah saya dapat bantuan dari pemerintah untuk screen G1, yang Insya Allah jadi screen G1 yang ke-5 atau screen ke-7 saya..
Setelah itu, untuk sementara ini, saya ga nambah2 screen dulu ah.. Pusying.. Biar stabil dulu ke-7 screen saya.. Baru punya 6 screen aja sebenernya saya udah puyeng nih.. Yang bikin puyeng, yang pasti bikin jadwal kegiatan per screen..
Mudah2n terus diberi kesehatan dan diberi petunjuk untuk menjalankan usaha ini..
Alhamdullillah, ada banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya di usaha kentang saya.. Mudah2n menjadi rejeki banyak orang.. Amin 3x yra..
Repotnya ga punya asisten RT
Waa.. ternyata ga adanya asisten RT berpengaruh nyata terhadap ngeblog nih.. Yup, sebulan lalu saya berhentiin ART. Sebenarnya hampir setahun dia kerja ama saya.. Biasanya datang seminggu tiga kali, tapi karena ada yang kerja bikin screen besi di rumah, saya minta dia datang tiap hari..
Ternyata, keseringan bersinggungan bisa bikin bete..
Yup, selama ini bila dia ga datang, saya sih sabar2 aja. Gondok dikit, tapi biarlah. Pernah ga masuk seminggu tanpa kabar karena sakit. It's ok. Karena yang diurus cuman kami berdua, saya sih ga masalah dia ga datang. Malah dia yang rugi karena bakal numpuk tuh cucian..
Nah, yang jadi masalah saat banyak yang kerja di rumah dan dia ga datang. Ya iyalah, siapa yang mo masakin, beres2? Sekali dua kali sih ga pa2.. Kalo keseringan, ya bikin saya sewot lah.. Mana kalo ga datang, ga pernah kasih kabar. Alasannya ga punya pulsa... Mirip iklan aja.. Padahal, klu lagi mo pinjam duit, wuiiii rajinnya..
Ya udah biar ga ada sewot2an lagi, saya berhentiin lah dia.. Hati tenang, tapi capeeeeekk..
Hehe, resiko ga punya ART deh..
Masak ya seadanya. Ngepel seminggu sekali (hihi...). Nyuci kalau cucian udah cukup untuk sekali nyuci pake mesin cuci.. Saya ga mau cucian numpuk, takut malah males ngerjainnya. Beratnya sih, celana dan baju kebun biasanya kotor banget, terpaksa harus direndam dan disikat.. pyuih..
Hasilnya, sekarang rajin bangun pagi2 (bukannya harusnya gitu kali ya.. hehe).. Setelah beres kerjaan pagi, baru deh ke kebun sampai dhuhur. Pulang untuk beres2, nyetrika dan kembali deh kerja administrasi kebun.. Hehe.. Biasanya sore saya evaluasi kerjaan kebun dan planning untuk besoknya. Tenaga kerja harus ngapain dan saprodi apa yang harus dibeli.. Baru deh, ngotak atik disertasi saya sampe malam..
Wuiii.. capek rasanya...
Ternyata, keseringan bersinggungan bisa bikin bete..
Yup, selama ini bila dia ga datang, saya sih sabar2 aja. Gondok dikit, tapi biarlah. Pernah ga masuk seminggu tanpa kabar karena sakit. It's ok. Karena yang diurus cuman kami berdua, saya sih ga masalah dia ga datang. Malah dia yang rugi karena bakal numpuk tuh cucian..
Nah, yang jadi masalah saat banyak yang kerja di rumah dan dia ga datang. Ya iyalah, siapa yang mo masakin, beres2? Sekali dua kali sih ga pa2.. Kalo keseringan, ya bikin saya sewot lah.. Mana kalo ga datang, ga pernah kasih kabar. Alasannya ga punya pulsa... Mirip iklan aja.. Padahal, klu lagi mo pinjam duit, wuiiii rajinnya..
Ya udah biar ga ada sewot2an lagi, saya berhentiin lah dia.. Hati tenang, tapi capeeeeekk..
Hehe, resiko ga punya ART deh..
Masak ya seadanya. Ngepel seminggu sekali (hihi...). Nyuci kalau cucian udah cukup untuk sekali nyuci pake mesin cuci.. Saya ga mau cucian numpuk, takut malah males ngerjainnya. Beratnya sih, celana dan baju kebun biasanya kotor banget, terpaksa harus direndam dan disikat.. pyuih..
Hasilnya, sekarang rajin bangun pagi2 (bukannya harusnya gitu kali ya.. hehe).. Setelah beres kerjaan pagi, baru deh ke kebun sampai dhuhur. Pulang untuk beres2, nyetrika dan kembali deh kerja administrasi kebun.. Hehe.. Biasanya sore saya evaluasi kerjaan kebun dan planning untuk besoknya. Tenaga kerja harus ngapain dan saprodi apa yang harus dibeli.. Baru deh, ngotak atik disertasi saya sampe malam..
Wuiii.. capek rasanya...
Rabu, 06 Juni 2012
Pentingnya Tinggi Tanaman sebagai Peubah Pengamatan
Beberapa hari lalu, saya menemui bos saya untuk laporan kemajuan studi. Di sela2 obrolan kami, beliau bercerita tentang beberapa teman kantor saya yang melakukan perjalanan dinas dengan urgensi pengamatan tinggi tanaman selama 3 hari, 3 orang.. Dan kegundahan beliau tentang urgensi2 perjalanan, yang menurutnya tidak penting, sehingga sering tidak disetujui.. Hmhm.. engga pengen komentar banyak sih. Wajar sih, klu bos tidak menyetujuinya..
Namun saat beliau bilang bahwa pengamatan tinggi tanaman tidak layak dilakukan oleh peneliti senior dengan gelar master atopun doktor. Lebih baik dilakukan oleh teknisi litkayasa, lulusan SPMA...
Wait.. Nanti dulu..
Entah karena saking keselnya beliau dengan teman2 saya yang kebangeten sampe bilang begitu ato emang beliau ga ngerti pentingnya pengamatan tinggi tanaman ya.. Kalau dugaan kedua yang jadi alasannya sih, masih bisa saya pahami, karena beliau, meskipun seorang doktor, tapi kan doktor peternakan, sosek lagi, bukan pertanian.. Sehebat2nya beliau, kalau bicara soal pertanian, tentulah wajar klu beliau tidak paham..
Meski sudah jadi doktor ato pun entar menjadi profesor, pengamatan tinggi tanaman tetap perlu. Memang pengamatan ini sangat mudah dilakukan, bahkan oleh anak SD sekalipun, tapi pasti maknanya akan berbeda, entah itu bagi seorang doktor maupun oleh seorang teknisi SPMA.
Bagi, seorang pemulia tanaman, tinggi tanaman penting sebagai salah satu karakter morfologi. Jaman dulu, varietas lokal padi biasanya tinggi-tinggi. Saat ini justru dicari varietas padi yang pendek tapi gemuk. Jadi meskipun malainya penuh dengan gabah akibat pemupukan intensif, tidak akan roboh oleh karena terpaan angin..
Bagi saya di bidang perkentangan, apalagi di rumah kassa, tinggi tanaman juga sangat penting.
#1# Dibandingkan di lapangan, tanaman di rumah kassa biasanya lebih tinggi. Kenapa? Hal ini karena rumah kassa biasanya beratapkan plastik, yang tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari dan umumnya suhunya lebih tinggi. Kondisi demikian, tentu akan memacu tanaman untuk tumbuh lebih tinggi.. Jadi, saya tahu kapan sebaiknya saya harus segera membersihkan dan mencuci atap plastik rumah kassa saya..
#2# Salah satu peubah untuk mengetahui progress pertumbuhan tanaman adalah tinggi tanaman. Sesuai kurva pertumbuhan, tentu kurvanya berbentuk naik sedikit kemudian naik tajam dan akhirnya sampai puncak menjadi stabil dan suatu saat menurun untuk kemudian mati..
Penting bagi saya, untuk mengetahui kapan pertumbuhan tanaman naik tajam, sebelum sampai puncak. Kenapa? Karena saat itu, masa penting kentang mulai masuk masa inisiasi pengumbian yang memerlukan trigger. Bentuk triggernya macem2, silahkan pilih saja yang termudah dan termurah. Kelewat dari masa itu ato terlalu cepat memberikan triger, tentu tidak akan berhasil meningkatkan jumlah umbi, yang penting bagi usaha penangkaran benih kentang. Apabila terlalu cepat, menghasilkan umbi yang sedikit, apabila terlambat menghasilkan umbi yang besar, tanpa meningkatkan jumlah umbi..
#3# Tapi sekali lagi, tinggi tanaman bukan acuan yang selalu akurat. Seperti yang sebutkan pada point #1#, bisa jadi tinggi tanaman menjadi peubah missleading. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus punya sedikit catatan rata2 pertumbuhan tanaman. Umumnya, biasanya umur 4 minggu setelah tanaman adalah sekian cm, so untuk musim2 berikutnya, bila melenceng jauh dari sekian cm tersebut, kita bisa menganalisa sendiri, kenapa ya kok melenceng dari sebelumnya..
Hal ini pernah saya alami, saat salah aplikasi suatu hormon tanaman. Harusnya tanaman sudah tinggi tapi kok tanaman masih pendek, bahkan kuntet... Ternyata salah pekerja saya yang tidak mencuci bersih sprayernya. Akhirnya saya belikan sprayer khusus yang terpisah antara untuk hormon dan pupuk..
Kalau melihat manfaat pengamatan tinggi tanaman seperti yang saya sebutkan ini, tentu dong jangan meremehkan untuk tidak mengamati tinggi tanaman. Murah dan mudah dibandingkan peubah pengamatan lain, apalagi kalau pake analisis jaringan segala. Udah mahal, susah lagi..
Kembali ke masalah bos saya..
Karena keberatan dengan opini bos saya, tentu dong saya interupsi. Bahwa pengamatan tinggi tanaman adalah penting. Tinggi tanaman yang diamati oleh lulusan pasca sarjana, semestinya memiliki makna yang lebih untuk dikembangkan daya analisisnya sesuai perkembangan tanaman, berbeda bagi para teknisi, yang kemungkinan tinggi tanaman hanya sekedar angka saja.. Dan itu menjadi kewajiban beliau sebagai bapak, untuk memberikan pencerahan dan bimbingan kepada teman2 saya di kantor, agar memaknai tinggi tanaman sebagai salah satu peubah pengamatan yang bermanfaat..
Wkwkw.. terpaksa deh, saya sebutkan soal kewajiban beliau untuk memberikan pencerahan, (bukan sekedar melecehkan saja).. Abis saya sendiri juga ngamatin tinggi tanaman sih, entar saya juga dikatain kenapa calon doktor juga ngamatin tinggi tanaman.. Hehe, untung beliau ga marah, malah bilang terima kasih diingatkan dan berharap saya segera selesai studi dan kembali ke kantor..
Namun saat beliau bilang bahwa pengamatan tinggi tanaman tidak layak dilakukan oleh peneliti senior dengan gelar master atopun doktor. Lebih baik dilakukan oleh teknisi litkayasa, lulusan SPMA...
Wait.. Nanti dulu..
Entah karena saking keselnya beliau dengan teman2 saya yang kebangeten sampe bilang begitu ato emang beliau ga ngerti pentingnya pengamatan tinggi tanaman ya.. Kalau dugaan kedua yang jadi alasannya sih, masih bisa saya pahami, karena beliau, meskipun seorang doktor, tapi kan doktor peternakan, sosek lagi, bukan pertanian.. Sehebat2nya beliau, kalau bicara soal pertanian, tentulah wajar klu beliau tidak paham..
Meski sudah jadi doktor ato pun entar menjadi profesor, pengamatan tinggi tanaman tetap perlu. Memang pengamatan ini sangat mudah dilakukan, bahkan oleh anak SD sekalipun, tapi pasti maknanya akan berbeda, entah itu bagi seorang doktor maupun oleh seorang teknisi SPMA.
Bagi, seorang pemulia tanaman, tinggi tanaman penting sebagai salah satu karakter morfologi. Jaman dulu, varietas lokal padi biasanya tinggi-tinggi. Saat ini justru dicari varietas padi yang pendek tapi gemuk. Jadi meskipun malainya penuh dengan gabah akibat pemupukan intensif, tidak akan roboh oleh karena terpaan angin..
Bagi saya di bidang perkentangan, apalagi di rumah kassa, tinggi tanaman juga sangat penting.
#1# Dibandingkan di lapangan, tanaman di rumah kassa biasanya lebih tinggi. Kenapa? Hal ini karena rumah kassa biasanya beratapkan plastik, yang tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari dan umumnya suhunya lebih tinggi. Kondisi demikian, tentu akan memacu tanaman untuk tumbuh lebih tinggi.. Jadi, saya tahu kapan sebaiknya saya harus segera membersihkan dan mencuci atap plastik rumah kassa saya..
#2# Salah satu peubah untuk mengetahui progress pertumbuhan tanaman adalah tinggi tanaman. Sesuai kurva pertumbuhan, tentu kurvanya berbentuk naik sedikit kemudian naik tajam dan akhirnya sampai puncak menjadi stabil dan suatu saat menurun untuk kemudian mati..
Penting bagi saya, untuk mengetahui kapan pertumbuhan tanaman naik tajam, sebelum sampai puncak. Kenapa? Karena saat itu, masa penting kentang mulai masuk masa inisiasi pengumbian yang memerlukan trigger. Bentuk triggernya macem2, silahkan pilih saja yang termudah dan termurah. Kelewat dari masa itu ato terlalu cepat memberikan triger, tentu tidak akan berhasil meningkatkan jumlah umbi, yang penting bagi usaha penangkaran benih kentang. Apabila terlalu cepat, menghasilkan umbi yang sedikit, apabila terlambat menghasilkan umbi yang besar, tanpa meningkatkan jumlah umbi..
#3# Tapi sekali lagi, tinggi tanaman bukan acuan yang selalu akurat. Seperti yang sebutkan pada point #1#, bisa jadi tinggi tanaman menjadi peubah missleading. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus punya sedikit catatan rata2 pertumbuhan tanaman. Umumnya, biasanya umur 4 minggu setelah tanaman adalah sekian cm, so untuk musim2 berikutnya, bila melenceng jauh dari sekian cm tersebut, kita bisa menganalisa sendiri, kenapa ya kok melenceng dari sebelumnya..
Hal ini pernah saya alami, saat salah aplikasi suatu hormon tanaman. Harusnya tanaman sudah tinggi tapi kok tanaman masih pendek, bahkan kuntet... Ternyata salah pekerja saya yang tidak mencuci bersih sprayernya. Akhirnya saya belikan sprayer khusus yang terpisah antara untuk hormon dan pupuk..
Kalau melihat manfaat pengamatan tinggi tanaman seperti yang saya sebutkan ini, tentu dong jangan meremehkan untuk tidak mengamati tinggi tanaman. Murah dan mudah dibandingkan peubah pengamatan lain, apalagi kalau pake analisis jaringan segala. Udah mahal, susah lagi..
Kembali ke masalah bos saya..
Karena keberatan dengan opini bos saya, tentu dong saya interupsi. Bahwa pengamatan tinggi tanaman adalah penting. Tinggi tanaman yang diamati oleh lulusan pasca sarjana, semestinya memiliki makna yang lebih untuk dikembangkan daya analisisnya sesuai perkembangan tanaman, berbeda bagi para teknisi, yang kemungkinan tinggi tanaman hanya sekedar angka saja.. Dan itu menjadi kewajiban beliau sebagai bapak, untuk memberikan pencerahan dan bimbingan kepada teman2 saya di kantor, agar memaknai tinggi tanaman sebagai salah satu peubah pengamatan yang bermanfaat..
Wkwkw.. terpaksa deh, saya sebutkan soal kewajiban beliau untuk memberikan pencerahan, (bukan sekedar melecehkan saja).. Abis saya sendiri juga ngamatin tinggi tanaman sih, entar saya juga dikatain kenapa calon doktor juga ngamatin tinggi tanaman.. Hehe, untung beliau ga marah, malah bilang terima kasih diingatkan dan berharap saya segera selesai studi dan kembali ke kantor..
Langganan:
Postingan (Atom)

