Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Sabtu, 07 Juni 2014

Tumpangsari Kentang-Cabe atau Penangkaran Benih Kentang? : Kasus 1

Satu hal lagi, yang ingin saya bagi. Saya dikasih PR agar jumlah penangkar benih kentang meningkat. Banyaklah ceritanya, yang nanti akan saya bagi di tulisan jurnal saya.. Tapi, ada satu yang menarik dari eyelan petani muda saya..

Dia ga mau menjadi petani penangkar kentang karena tidak boleh tumpangsari. Ya iyalah, mana boleh. Alasannya klise, dengan tumpangsari maka dia memperoleh pendapatan 2 kali.

Bila tumpangsari kentang dan cabe, keduanya ditanam bersamaan. Saat kentang dipanen, tanaman cabe sudah mulai agak besar. Satu bulan kemudian, cabe sudah dapat dipanen hingga 2-3 bulan. Dengan demikian bisa menghemat waktu kosong. Selain itu, cabe yang diawal tanam ternaungi kentang, pertumbuhannya lebih bagus karena membantu menjaga kelembaban tanah. Kelebihan lain tumpangsari ini, bisa berbagi input produksi, terutama pupuk dan pestisida.

Namun ada kelemahannya. Katanya, produksi kedua tanaman ini tidak bisa maksimal. Mungkin hanya 70% saja. Namun demikian, biaya produksi sudah pasti tertutup dari penjualan kentang. Nah, tanaman cabe dianggap sebagai kelebihan pendapatannya. Kalau harga bagus, bisa 2 kali lipat keuntungannya kentang. tapi kalau harga sedang turun, ya tidak mengapa. Toh, sudah tertutupi dari kentang bukan.. 

Lihat cabenya yang kecepit ditengah
Kondisi cabe saat panen kentang.. Sama-sama tidak maksimal
Saya dalami mengenai penurunan produksi kedua tanaman tersebut. Buat apa capek2 menanam tumpangsari, apabila produksi maksimal tidak dapat diperoleh. Saya mengatakan begitu karena melihat kondisi tanaman kentang yang tidak maksimum. Sementara cabenya juga ga begitu memuaskan. Katanya, setelah kentang panen, pertumbuhan cabenya bisa menyusul dengan menggenjot pupuknya..

Hehe.. Mungkin dia sudah merasa puas memperoleh hasil kentang yang hanya 10-15 t/ha saja..


Dikejar lagi, ternyata dia berasumsi, bila harus jual benih kentang 3 bulan lagi setelah panen, terlalu lama uangnya mengendap.. Dengan tumpangsari, uangnya bisa muter.. wkwkw.. Ternyata, ketemu deh akar permasalahannya. Bila benih kelas atas seperti G2, bolehlah kita simpan benih bu, tapi kalau hanya kelas benih bawah, ga sepadan kita puasanya..
Oala, memang ini yang menjadi momok sebagian besar penangkaran benih kentang :)
Saya jadi penasaran menghitung analisis ekonominya kedua jenis usahatani tersebut.. Tunggu ya..

Bioindustri pada Kentang

Rabu kemarin, saya ke Pangalengan. Ada pengalaman unik yang ingin saya bagi..

Saya kebetulan diminta agar suatu program kegiatan kentang bisa dikaitkan dengan ternak. Integrasi tanaman ternak begitu agar terbentuk bioindustri yang berkelanjutan.

Ih.. maksa amat sih. Tanaman kentang kan mengering saat mati sehingga limbahnya tidak dapat digunakan untuk pakan ternak. Meskipun kotoran ternak sudah biasa digunakan untuk pupuk organik tanaman kentang. Jadi ga bisa zero waste bener, karena hanya satu sistem saja, engga bisa bolak-balik..

Berhubung program tersebut berupa agribisnis kentang, yang artinya harus dari hulu hingga hilir, yang berarti dari benih hingga pengolahan kentang, terpaksa deh harus didalami semuanya. Salah satunya saya main ke home industry kentang di Pangalengan..

Ternyata, untuk granola, pengupasan untuk menjadi kentang harus tebal-tebal agar keripiknya bersih. Dari 200 kg kentang bisa menghasilkan 50 kg limbah kulit kentang. Nah, limbah tersebut ternyata sudah digunakan sebagai campuran pakan sapi perah dan itik. Hasilnya, kualitas susu meningkat dan bobot itik lebih tinggi..

Wuih.. kereen nih, saya ga perlu pusing-pusing bikin model bioindustrinya, tinggal mengidentifikasi dan merumuskannya. Yang bikin saya happy, biasanya model integrasi ini masih pada sistem produksi, tanaman ternak. Nah yang ini, justru antar sistem. Sistem produksi-sistem pasca panen, karena integrasi terjadi antar ternak dan limbah industri pengolahan kentang. Horeeee...

Sekarang, pekerjaan rumahnya, bagaimana memperluas model ini. Saya tau ini sulit karena berada pada sistem yang berbeda.. Perjalanan panjang dan berliku..
Liat saja nanti..

Adil dalam Penelitian

Lama ga ngeblog di rumah ini. Maklum, lagi musim pileg, jadi banyak ngeblog di tempat lain.. :)
Ga akan kampanye kok, cuman titip pesen jangan golput saja. Karena bila golput, artinya menyerahkan pada pilihan dominan, yang belum tentu pilihan dominan itu adalah yang terbaik/terjelek.
Dan kalaupun terpaksa golput, jangan pula kemudian menyalah-nyalahkan presiden terpilih. Hehe.. Partisipasi juga kagak, main nyalahin orang.. Ingat, pangan kita, pendidikan, kesehatan, sarana umum kita dll merupakan hasil kompromi politik, jadi janganlah antipati dengan politik, seburuk apapun politik itu..

Ok, kembali ke laptop..
Beberapa waktu lalu, saya survei di sentra kentang. Bagus, ada petani yang mencoba membuat percobaan beberapa varietas kentang. Seneng saya, melihat banyak petani muda yang semangat begitu..

Saat saya liat benihnya, hmhm.. kok tidak seragam. Maksud tidak seragam disini adalah perbedaan ukuran benih umbi dan umur fisiologis umbi yang terlalu jauh. Ada yang besar, ada pula yang kecil. Ada yang tunasnya baru nongol, ada yang tunasnya sudah jadi rambut, saking banyaknya.
Saya kuatir, varietas yang nantinya menjadi pemenang adalah varietas yang kebetulan memiliki ukuran besar dan umur fisiologis yang cukup. Bukan karena varietas tersebut memang unggul.

Memang sih agak sulit menyeragamkan sumber benih tersebut saat waktu tanam. Tapi apa boleh buat, yang namanya penelitian, percobaan memang harus begitu. Harus seragam, harus adil. Tidak boleh berpihak pada salah satu perlakuan percobaan. Liat demplot pestisida/pupuk yang dibuat oleh pembuat pestisida/pupuk.. Hehehe.. Keberpihakan akan sangat kental sekali. Oleh karena itu, pembuat percobaan harus bersikap adil, agar hasil percobaannya dapat dipertanggung jawabkan. Biasanya dilakukan oleh pihak yang independent..

Mungkinkan petani melakukan percobaan sendiri?
Eits.. Saya justru sangat menyarankan. Karena, biasanya percobaannya lebih bermanfaat, sesuai pertanyaan sehari-hari mereka, dibandingkan percobaan peneliti, yang terkadang hanya memenuhi syarat kenaikan tunjangan saja.

Tidak perlu sedetil rancangan percobaan, juga tidak mengapa. Asal adil, dan diulang beberapa kali. Hehe.. Saya juga sering melakukan percobaan kecil, hanya sekedar menjawab penasaran saya tentang kasus tertentu. Selain karena menjawab kasus tertentu, percobaan sering pula saya lakukan untuk coba-coba teknologi baru. Kali aja dengan begini, hasil bisa meningkat. But, hehe.. jangan coba-coba dalam skala luas ya. Jangan kepedean. Mending menyesal karena percobaan berhasil tapi nanam sedikit, daripada menyesal karena perlakuannya gagal. Bisa gigit jari deh... *pengalaman nih*

Pengalaman merupakan guru terbaik. Oleh karena selesai panen, analisislah sendiri kenapa hasil panen kita meningkat/menurun. Pelajari dan perbaiki. Jangan menanam dengan cara, metode yang sama di setiap musim..
Ok.. Keep on spirit !!!

Sabtu, 03 Mei 2014

Pembahas Proposal : Seperti Apa?

Sejak masuk kantor lagi dan menjadi leader dalam suatu proyek, tahun ini saya sudah 3 kali presentasi proposal dan 2 kali menjadi pembahas proposal. Rasanya, ada yang pengen saya share di sini.. Ada yang bisa dipetik, ada pula berupa kegalauan untuk terus maju..

#1# Sedih, saya mencermati para pembahas.
Sepertinya begitu bangganya bisa mencari celah kekurangan suatu proposal. Kalau perlu dipermalukan lah si pengaju proposal tanpa memberikan solusi.. Ada pengalaman yunior mengajukan proposal. Bila ada kekurangan, wajarlah. Tugas pembahas menyempurnakannya. Saya kuatir si yunior ini mutung, pundung, kapok.. Halooow.. apapun ide itu, semua pantas mengapresiasinya meskipun belum sempurna.. Mahal lho ide itu. Kalupun bukan si yunior2 yang menggantikan kita nanti, siapa lagi?

Lain pula, pembahas lain, yang begitu semangatnya membahas yang tidak penting. Bagi saya, kesalahan ketik atau format atau kesalahan yang jelas mudah diperbaiki, tak perlu dibahas. Cukup diberi note dalam koreksian makalah/proposal. No debatable..
Nah, yang perlu diajukan pertanyaan, cukup yang perlu diminta klarifikasi, keraguan, dapat menimbulkan salah paham dll..

Beri solusi. Nah ini dia yang nyebelin. Begitu banyaknya orang di negara ini yang hobi banget nyalahin tanpa memberi solusi. Sama halnya dengan pembahas. Mbok yao, kasih pula solusi, alternatif bila tidak setuju dengan suatu pemikiran. Belum tentu pemikiran si pembahas, akan disetujui oleh si pemberi presentasi. Silahkan beradu argumentasi yang sehat..

Dalam hal ini, bila kurang puas dengan maksud pembahas, saya suka tanya langsung di luar forum "maunya" pembahas apasih. Terkadang, kekurangjelasan kita dalam penuangan dalam penulisan di proposal saja, seolah si pembaca satu disiplin ilmu dengan kita, sehingga kirain mudah dipahami.. Dan bila ada yang salah pun, saya ga segan minta solusi atas kendala yang saya hadapi dari si pembahas. Hasilnya sih, biasanya si pembahas pemula, biasanya no solusi.. hehe


#2# mestinya pembahas itu seperti apa sih..
 Agak sumir pula, saat saya mendengar salah satu senior bilang, wajarlah bila pembahas, cari2 kekurangan.. hmhmh.. segitu burukkah pekerjaan pembahas.. Padahal, bagi saya, begitu mulianya pembahas bila bisa2 benar2 meluruskan suatu kesalahan di awal sebelum penelitian dilaksanakan

Sebenarnya ada niat baik agar pembahas boleh yunior, tapi bagi saya, jangan dulu lah. Sayang, proposal yang bernilai dana besar hanya sebagai uji coba yunior. Biarlah yunior belajar mengamati dulu dari pembahas2 senior. Kenapa? pembahas punya tugas tidak saja mencermati salah ketik atau format saja, tapi isi proposal yang terpenting. Salah metode, bisa menyia2kan dana yang begitu besar dan tidak ada manfaat yang bisa diperoleh untuk masyarakat.. Bisa jadi yang dapat manfaat hanya si peneliti saja.. hehe

Bagi saya, tugas pembahas, tidak saja mengoreksi salah tulis dll. Semua orang bisa jadi pembahas kalau hanya sekedar salah tulis. Tapi semestinya bisa :
- memperkaya ide. Saya yakin, setiap orang punya keunikan untuk memperkaya suatu ide. Apalagi bila pembahas merupakan senior dengan banyak pengalaman.
- mempertajam metode agar proposal mudah dikerjakan dengan memperhatikan kendala2 yang ada dan tentu harus sesuai dengan metode penelitian
- mempertajam output agar hasil penelitian benar2 bermanfaat..


Saat saya jadi pembahas suatu rekomendasi teknologi. menyedihkan sekali saat saya tau metode penelitiannya yang salah, kurang teliti, sehingga kesimpulan yang diambil, meragukan.. Nah lho.. Menyesal kemudian setelah selesai penelitian kan tidak ada artinya to..

Tapi, Alhamdulillah, saya punya pengalaman menjadi korban pembahas senior yang profesional..
Meskipun sudah merasa to the point, saya disarankan lebih to the point lagi. Saya paling suka menggambarkan sesuatu dalam gambar bagan alir, ternyata saya dianggap kurang narasi, sehingga membingungkan pembaca.. Insya Allah, akan saya perbaiki..

Namun ada satu hal yang mengganjal, saat saya dibahas pembahas profesional. Saya sampe bingung, semua proposal teman2 ga ada yang bener. Salah semua. Saya yang awalnya pede, jadi keder juga sih. Sampe2 hampir hilang kepercayaan diri. Mutung. Oleh karena itu, saya konfirmasi ke pembahas. Sebenarnya, mana sih contoh proposal yang mendekati bagus, biar kami ini punya pegangan.. Alhamdulillah, saya sebagai leader baru dan masih muda (hehe.. soalnya, kebanyakan sudah sepuh2 alias senior2), dianggap cukup bagus dengan alur pemikiran yang jelas... Tapi tentu, tetep harus diperbaiki.. Huff, pelit bangets pujian nih...


Ulangan yang tidak sama dengan duplo : Penelitian

Kenapa sih perlu ulangan dalam suatu penelitian?
Terkadang kita ga yakin apakah suatu kejadian benar2 terjadi karena suatu sebab. Contoh, apakah benar, suatu perlakuan pupuk benar2 meningkatkan produksi tanaman, atau suatu kebetulan? Kok ya kebetulan, dikasih pupuk x, produksinya jadi meningkat. Tapi akankah berlaku hal yang sama, berupa peningkatan produksi, meakipun dikerjakan dengan metode yang sama oleh orang lain?
Nah, itulah mengapa perlunya ulangan..

Dalam percobaan lapang, berapa jumlah ulangan yg perlu dibuat? Yaitu perlakuan minus 1 ditambah ulangan minus 1 lebih besar dari 12. Tapi ada yg bilang juga 15.. silahkan pilih yg mana. Pada intinya, semakin banyak ulangan semakin bagus.. tapi tentu mikir2 pula biaya kalee.. hehe.. dan yang penting, pastikan ulangannya harus seragam. Bila tidak seragam, kumpulkan kelompok ulangan tersebut dalam rancangan acak kelompok menjadi blok..

Sayang, saking ngiritnya penelitian, ternyata yg disebut ulangan menjadi salah kaprah dengan duplo.. Apa tuh duplo?
Contoh, dalam satu ulangan, kemudian diambil sampel 2 kali, maka 2 sampel tersebut, tidak dapat disebut 2 ulangan karena berasal dari petak ulangan yang sama, tetapi semestinya dirata2kan menjadi satu ulangan..
Jangan salah, terkadang, hanya sekedar merata2kan 2 pengamatan ini, bisa menghasilkan kesimpulan yang berbeda lho..

Nah, semua ini tergantung kejujuran dari si peneliti. Mo ngakalin engga, karena yg begini, sulit terdeteksi saat sudah jadi laporan hasil penelitian. Bisa menimbulkan fitnah, meskipun bisa dicurigai bila melihat nilai koefisien keragaman yg cukup rendah. Mosok sih, penelitian lapang CV nya bisa rendah sekali, terutama bagi peubah pengamatan yg nilai keragamannya besar, seperti akar misalnya..
Konon cerita, peneliti boleh salah, tapi ga boleh bohong..

Ok deh., semoga bermanfaat *edisi menjawab pertanyaan teman2 ttg ulangan*

Sabtu, 26 April 2014

Vision, Spiritual, Leadership : Oleh-oleh Training

Dua minggu ini, bisa dibilang ga bisa nafas. Padat banget acaranya, baik kegiatan kantor maupun keluarga. Pengen berbagi acara dua minggu lalu..

Dua minggu lalu, saya diwajibkan ikutan pelatihan bagi petugas belajar yang baru masuk kembali kerja, "Reentry Training". WAJIB. Bahkan yang sudah lama lulus pun, diwajibkan ikut. Asal ga kelewat lho ya.. Hmhm.. segitunya.
Dulu, lulus S2 pun, saya juga pernah diwajibkan ikut diantara banyak yang ga kepilih. Ngerasa bangga juga waktu itu kepilih, karena mungkin, hampir 90% Doktornya sudah menjabat semua. Bukan bangga karena kepilihnya, tapi bangga sempet gaul sama orang2 hebat..

Nah, yang kemarin ini, pesertanya buanyak, hampir 100 orang. Yang menarik bagi saya, dikasih ESQ training. Itu tuh.. yang punyanya Ar* Ginan*ar. Pasti mahal lah, tapi karena pesertanya banyak, jadi bisa kebayar kale.. Sungguh, saya merasa bersyukur menjadi pasukan kantor besar saya.. Banyak ilmu, pengalaman, wawasan yang saya peroleh, meskipun, mungkin dari segi materi, biasa2 saja, Insya Allah, istiqomah, ga tertarik untuk pindah ke eselon 1 lain.. *hehe.. meski banyak yang ngiming2in*

Apa sih yang saya dapat?
Sebenarnya, materi2nya saya sudah pernah tau karena saya sering baca.
#1# Perlunya kerjasama dalam satu tim. Patuh pada komando pimpinan agar tujuan bisa tercapai.
#2# Bagaimana mengupas masalah yang mbulet. Kupas satu2 secara bertahap

#3# Ada satu game, yang menusuk hati saya.. Yaitu saat seseorang ditutup matanya dan disuruh mencari kotak hitam. Kami sebagai supporter harus mengarahkan dengan kode, bila mendekati kotak hitam, maka kita bilang "ringan", but bila menjauh, maka kita bilang "berat". Bila sangat dekat, disebut "sangat ringan". Tadinya, saya kira, akan disimpulkan bahwa untuk mendapatkan tujuan, kita akan direcoki banyak pendapat dan karena saking ramenya, kita tidak tahu suara mana yang benar2 "bener". Rupanya, saya salah.
Ternyata, kotak hitam itu seperti hati. Bila kita mendekati kotak hitam, maka hati kita terasa ringan, tetapi bila kita menjauhi hati, maka akan terasa berat. Semakin menjauh, semakin berat, hingga kemudian hati kita beku, dan melakukan hal yang salah pun, akan terasa ringan.. Hmhmh.. dalem banget nih game..
Yah, ini mungkin banyak dialami bagi orang2 yang sering dicoba ujian2 keimanan.. hehe

#4# Peserta pelatihan itu sekitar fifty-fifty adalah master-doktor, baik dalam dan luar negeri. Bisa dibilang, kami mungkin ga terasa, sombong dengan ilmu yang kami punya. Hmhm.. tapi ilustrasi saat itu, betapa kecilnya kita dibanding kekuasaan Allah, yang telah menciptakan semua ini.. Jadi inget Surat Ar Rahman.. Nikmat mana yang kaudustakan? Hmhm.. shame on me!!
Setelah sesi harmonisasi dengan main angklung.. hehe.. ternyata bisa angklung lho

#5# Hal lain yang menurut saya menarik. Selama ini, tanpa sadar kita kerja untuk mendapatkan materi. Setingkat lebih tinggi, kerja untuk mendapatkan penghargaan, sehingga melahirkan istilah Asal Bapak Senang (ABS). Kedua tingkat ini tidak akan abadi, karena materi dan penghargaan akan hilang dengan berjalannya waktu. Baru, pada tahap akhir, bekerja karena ibadah, Lillahi ta'ala..
Piramid ini semestinya dibalik. Semestinya, bekerjalah karena ibadah, dan pada akhirnya penghargaan dan materi akan mengikutinya..
Hehe.. Dua konsep ini sudah pernah tau dan berusaha menerapkannya, tapi terkadang lupa juga atau menjadi keluhan terakhir, bila hak-hak kita tidak dipenuhi. Ya deh, ga pa2 deh gratisan, mudah2n ntar dbalas Allah.. Absolutelly wrong, guys..
Awali semuanya dengan konsep itu, dan lihatlah apa yang terjadi "pake gaya om Mari* Te*uh"

Hmhmh..  saya jadi teringat jaman muda dulu, saat diberondongi banyak pekerjaan. Sempet sebel. Yang kerja banyak saya, yang dapat pujian dan honor kok bos saya ya.. Sementara teman2 seangkatan saya, asyik bersantai. Tapi Alhamdulillah, sekarang, saya jadi serba bisa, serba tau.. mo dikibulin ama yunior, ketahuan lah, la wong saya juga pernah jadi kayak dia... hehe..
 So.. Gusti Allah, mboten sare.. be smart, be creative, and be humble...

Saya jadi tertarik dengan program capres Jokowi untuk revolusi pemikiran. Yup, negara kita tuh udah kaya, orangnya juga pinter2 lho sebenarnya.. Sayang, pemikirannya saja yang kadang kerdil..
Vision, Spiritual, Leadership... gitu, kira2.. See?


Senin, 07 April 2014

4th, Happy Birthday, My Blog

Alhamdullilah, blog sudah berumur 4 tahun.. Saat saya nulis ini udah masuk 19.768 pengunjung. Banyak ga sih, hehe.. cukuplah, sebagai nobody.. Siapa sih, yang kenal Vanda di dunmay.. Virtual  gitu lho..

Pengen merievew ah..
Seperti judul blog, paling banyak masuk ke blog karena pengen tau tentang aeroponik.. Kunjungan favorite tetep di judul "umbi mini kentang dengan aeroponik" seperti tahun2 sebelumnya. Meskipun favorite, judul ini tidak mendominasi sekali kok, hanya sekitar 7% saja. Mungkin ini hanya kebawa dari google search, karena sepertinya setelah itu, para blogers langsung masuk ke blogspot.. Terbukti, kata kunci vandaniasekar.blogspot.com masuk ke peringkat 3 rujukan dengan peringkat pertama dari google.com.

Tapi ternyata, dari 10 besar judul favorite, yang masuk ke blog, tidak melulu pengen tahu aeroponik atau kentang, tetapi topik penelitian juga diminati, khususnya topik "rancangan acak lingkungan"..
Alhamdullilah, diakui juga ilmu rancangan percobaan saya.. Ga percuma deh jadi asisten rancob jaman kuliah, bantu2 temen ngerancangin percobaannya.. Yang seru, topik "uji polinomial ortogonal" bisa ngejar postingan lama dalam hal kunjungan, padahal, itu postingan tergolong agak baru.. Mudah2n bermanfaat deh buat blogers..

Pengunjung terbanyak, tentu dong dari Indonesia, diikuti US, Malaysia, Jerman, dan Rusia. Cuman saya ga ngerti juga, kok ada juga yang masuk dari negara2 yang saya belum denger.. Hehe.. kebayang, betapa mumetnya mereka memahami tulisan saya. Abis, tulisan saya kan sering bahasa gaul, suka-suka saya ngejeplak.. Gimana google translate menterjemahkannya ya.. pusing deh...

Nah, itu dari sisi statistik.. Kalau dari umpan balik, yang telpon, email, WA, SMS.. beragam sih. Tentu dong kebanyakan telpon karena mo beli benih dan konsultasi. Tapi, ada juga yang iseng ngegangguin.. *kurang kerjaan banget ye*. Tapi, terkadang yang bikin seneng, beberapa jadi follower, jadi inspirator gitu deh.. Alhamdulillah, bila bisa menginspirasi.. 

Komplain? Ada dong.. Ada yang bilang supaya sering2 posting *maunya sih begitu*. Banyakin posting soal motivasi atau teknologi kentangnya.. Andai bisa setiap cling ada ide, langsung bisa nulis, pasti deh dikerjain, sayang, bila kelewat beberapa hari, ide baru ditulis, serasa sudah hambar, jadi males lagi nulis... Banyakin fotonya dong.. Hehe.. pengennya juga begitu, tapi terkadang kan posting pake tablet, ga pake lappy, jadi sulit uploadnya. Makanya biasanya yang penting posting dulu, foto nyusul *itu juga kalau inget, hehe*


Niatnya sih, minimal 1 bulan posting minimal 2 deh.. Mudah2n bisa istiqomah posting yang mencerahkan..

Yang bikin seru, Alhamdullilah, saya dapat banyak teman.. Beberapa malah jadi petani mitra diluar Jawa Barat. Sering konsumen yg konsultasi setiap perkembangan tanaman dengan foto2nya.. Bahkan beberapa yang sudah akrab, kalau telpon diskusi bisa berjam-jam.. hehe, ga papa sih, saling berbagi pengalaman.. sama-sama belajar..
Keep Spirit!!

Happy birthday my Blog..
Mudah2n bisa selalu memberi manfaat bagi yang lain..
Amiiin YRA