Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Rabu, 19 Oktober 2011

Impor Benih Kentang

Sekitar 3 minggu lalu, teman petani Pangalengan dateng ke rumah saya.. Biasalah, selain silaturohim, tentu beli benih G0 aeroponik saya.. Di sela perbincangan kami, dia cerita kalau senin depannya, petani2 Pangalengan akan pergi ke istana dan kementrian perdagangan untuk demo..

Benar, hari senin pagi, saya dapat SMS, mohon doa restu dari petani Pangalengan untuk berdemo..
Hehe.. Saya hanya jawab, mudah2n apa yang diperjuangkan berhasil..

Baik benih maupun kentang konsumsi akhir2 ini dibanjiri dari impor, entah dari China, Australia, atau India. Sedangkan kita tahu, kentang adalah barang yang mudah rusak. Sedangkan urusan bea cukai, imigrasi, pengiriman, bisa menyebabkan barang impor pertanian tertahan lama dan kualitas menurun atau memang barang yang diimpor emang sudah menurun kualitasnya, dengan kata lain barang sisa..

Soal benih kentang..
Beberapa musim lalu, harga benih di pasaran memang sangat mahal. G4 bisa jadi 15-20 ribu per kilo karena langkanya. Sebenarnya, BPSB sudah mengirimkan SMS ke para penangkar benih agar tidak menaikkan harga, karena bila harga tinggi, dikuatirkan kran impor akan dibuka. Petani benih yang kaya2 itu rupanya sulit menahan diri untuk tidak menaikkan harga. ENtah karena kesempatan pasar, entah karena serakah..

Dan benar kan. Saat jaman begini, sangat mudahlah menelepon, atau membisiki pejabat diatas agar mau membuka kran impor. Bisa dimaklumi pula bila pemerintah membuka kran impor karena memang ketersediaan benih yang terbatas..
Akibatnya?
Ternyata benih impor yang masuk ke Indo berkualitas rendah.
Hasilnya?
Petani Pangalengan ngamuk hasil produksi kentang turun dan ramai2 pergi demo dengan membawa kentang busuk..

Demikianlah kira2 kondisi politik kentang di Indo secara singkat.
Rasa2nya, kondisi demikian tidak hanya terjadi pada kentang, bisa di padi dan komoditas lainnya
Bila ketersediaan langka, pasti ramai2 pedagang besar menaikkan harga dan petani kecil menjerit. Pemerintah pun tidak berdaya, dan akhirnya buka kran impor..

Yang sering saya dengar, rakyat lebih mudah mencaci pemerintah yang tidak becus. Memang benar, pemerintah tidak becus mengatur pedangang2 besar yang serakah2 itu..
Habis gimana donk... wong mereka kaya sih..
Mbok ya jangan hanya Pemerintah yang dipojokkan. Pemerintah dibantu untuk memojokkan pedangang2 besar itu juga...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar