Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Jumat, 21 Agustus 2015

Kondisi Perjamuran : Updating jamur merang

Sebelum terjun di benih kentang, saya adalah peneliti dan petani jamur merang, bahkan sempet punya blog jamur merang pula. Hehe.. Jadi, saat diundang jadi narasumber di suatu pelatihan, ngerasa exciting banget.. Terus terang, saya masih penasaran dg komoditas tersebut. Yup, karena kepotong harus nerusin s3 saya, jadi berhenti.. masih banyak penasaran yg blm terjawab. Meski sudah pindah ke kentang, someday, i will  rejoint... wkwkw...

Dari sisi informasi, sudah banyak kemajuan perjamuran, dibandingkan dulu tahun 2009. Seneng sih. Dulu, nyari literatur jamur, susah bangets. Yg online, hanya datar2 aja. Yang textbook, dikit. Inget dulu sampe pernah ngoyo ke perpustakaan itb, karena penasaran.

Dan ternyata, meski kemajuan informasi cukup tinggi, keberadaan petani jamur merang cukup menyedihkan. Konon di subang, yang awalnya bisa 5 ton per hari, sekarang hanya 1 ton saja. Yup, produksi turun drastis. Banyak hal penyebabnya : 1) umur ekonomis kumbung yg telah habis, sedangkan mereka tdk disiplin menyisakan dana utk rebuild kumbung lagi. Nunggu bantuan pemerintah lagi? 2) seiring dengan rusaknya kumbung dantidak terjaganya kebersihan kumbung, produksi turun drastis.. akhirnya, banyak petani jamur merang sekarang gulung tikar..
Padahal saya ingat tahun 2008-2009, sangat gencar pemda, pempus membantu membuatkan kumbung kepada petani jamur, mengingat usahtani jamur yang konon menguntungkan dan diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah perpadian..

Ah, kasihaan. Saya juga bisa memahami kondisi tersebut. Sungguh berempati..
Setiap musim, kumbung disterilisasi, dibudidayakan, saya kira membuat iklim mikro di dalam kumbung pasti sudah tidak sesegar saat budidaya pertama kali. Beberapa tindakan yg dilakukan seperti pengapuran, penggantian tanah baru, tentu tidak pasti keefektifannya. Yang bisa saya sarankan, bikin produksi kumbung di musim pertama setinggi2nya dan penurunan produksi serendah2nya per musim. Di saat penurunan produksi ekstrim, apa boleh buat, seiring dg semakin rusaknya kumbung dan semakin tidak bersihnya lingkungan akibat tumpukan bekas media, ya harus pindah dan bikin kumbung baru.. So sad to say it..

Sayangnya pula penelitian tentang jamur, kalah dengan komoditas prioritas seperti pajale, atau sayuran prioritas cabe dan bawang merah

Apa yang bisa saya usulkan? Tunggu posting saya berikutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar