Pada awalnya, harusnya saya ujian lisan mata kuliah tertentu.. tapi pada kenyataannya, justru kami (saya+dosen) berdiskusi banyak tentang hal lain, bukan tentang mata kuliah tersebut..
tentang sejarah jurusan kami,
tentang seorang tokoh yang terkadang jadi sulit menerima pendapat orang lain,
masukan tentang jurusan kami
masa depan pendidikan pertanian..
Dari awal, saya sudah suka dengan beliau.. karena saya bisa bebas berpendapat dan beliau sangat menghargai pendapat itu. Bahkan kemudian kami cari jalan temu dari perbedaan pendapat tersebut.. Sungguh, sangat jarang dosen yang mau menerima itu.. Saya sangat bersyukur itu, bahkan jadi memperluas wawasan kita..
Perumpamaannya, bila kita puasa hanya menahan lapar dan dahaga, maka hanya lapar dan dahaga saja yang kita dapat..
Nah, apabila kuliah hanya sekedar mengajar dan ujian (apalagi ujian hafalan), ya hanya hafalan saja yang kita dapat, yang artinya dengan berjalannya waktu, hafalan tersebut bisa hilang dengan semakin tuanya kita..
Bila saya hanya sekedar menghafal, yang saya dapat ya hanya hafalan saja.. berbeda bila kita berdiskusi, bisa plus2 yang kita dapat..
Termasuk saat ditanya masukan apa untuk jurusan kami..
Meskipun terbuka, saya tetap jaga sopan santun. Saya hanya bisa bilang, dibandingkan jurusan lain dan dulu, pengabdian jurusan kami kurang. Saya bingung harus bersyukur atau tidak, dengan banyaknya dosen yang punya banyak proyek. Banyak proyek, artinya banyak pengalaman, tetapi mahasiswa terabaikan...
Dan saya sampaikan betapa dahaganya saya dengan praktek, jangan sekedar teori. Praktek pun, jangan sekedar melaksanakan, tetapi benar2 tau maksud dari praktek tersebut.
Tentu saja, sedikit pesan saya agar rasa enterpreuner ditumbuhkan dari awal.
Karena bagi saya, pertanian sangat dekat dengan jiwa enterpreuner untuk membuka lapangan pekerjaan dibandingkan bidang lain seperti hukum, sosial, dlsb..
Kami pun ngalor ngidul cerita bisnis pertanian dan keilmuan kita..
Seru juga..
Akhirnya saya akhiri dengan doa, agar beliau umurnya panjang..
meskipun hanya satu orang, tapi mudah2n beliau bisa menjadi agen perubah pendidikan menjadi lebih baik..
memang untuk menjadi perubah, ada konsekuensi tidak disukai.. tetapi tetap harus dijalani.
Topik Judul
- aeroponik kentang (56)
- catatan harian (102)
- kesehatan (13)
- motivasi (21)
- opini (44)
- Organik (11)
- penelitian (28)
- pertanian (34)
- travelling (21)
- Wirausaha (16)
Cari Blog Ini
Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??
Pemesanan Benih Kentang :
Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065
email : vansekar@yahoo.co.id
LAYANAN KONSUMEN JM FARM :
Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum
Rabu, 30 Juni 2010
Sabtu, 26 Juni 2010
Sosok mulia teman saya
Sebelumnya, saya curiga keistimewaan teman saya ini.. Harusnya belajar karena mo ujian, ealah.. malah ikutan demo anti israel di Jakarta.. Padahal dia sama sekali belon belajar.. Nekad juga dia.. Jadi penasaran dengan teman saya satu ini..
Memang kami sama2 sibuk, meskipun sering kuliah dan praktikum bareng, kami belum sempat ngobrol jauh.. Setelah ketemu, kami sibuk masing2..
hingga akhirnya, rejeki dari Allah, saya bisa ngobrol dekat dengannya di suatu perjalanan dalam kondisi kehujanan..
Saya menyarankan agar semua urusan ujian dia selesaikan dulu, tapi dia ingin jeda dulu, pulang ke pontianak. Untuk apa?
Mengurus sekolah anaknya.. Lho katanya belum punya anak, Kok?
Terpaksalah dia mengaku, bahwa dia punya beberapa anak asuh. Ada yang SD, SMP, dan mau SMA..
Hebat...
Kok bisa cukup sih mba, gaji dosen PNS membiayai segitu banyak anak asuh?
Jawabannya : jangan kuatir dengan rezeki dari Allah..
Kemudian dia membagi cerita awal keterbukaan hatinya tentang anak asuhnya..
Begitu banyak tokoh yang dia kenal selamat dari musibah akibat doa para anak asuhnya..
Hm Hmm..
Saya jadi teringat cerita notes teman saya..
Seorang kaya raya yang koma tetapi tidak jadi meninggal karena doa anak yatim yang pernah dia bantu, meskipun saat pemberian zakat kepada anak yatim itu untuk riya di sebuah TV swasta..
Saat ini, saya baru tahap memberikan sedikit rezeki saya ke panti asuhan langganan saya. Cuman bila saya sibuk atau males, saya ga bisa selalu rutin tiap bulan ke panti asuhan tersebut. Bisa beberapa kali, bisa juga ga pernah sama sekali..
Alhamdulilah, teman saya memberikan jalan..
Dia mengajak ikutan berbagi ke anak yatim, yang memang ingin saya lakukan secara rutin, tapi belum ada jalan..
Alhamdullillah... Mudah2n rejeki saya bisa lebih bersih..
Amin
Teman saya memang mulia.. Selain rajin ibadah, dia cukup sederhana.. Mungkin rezeki yang dia punya banyak dibagikan.. Dan teman muda saya tersebut sudah bergelar hajjah..
Subhanallah.. senangnya punya teman yang mulia..
Mudah2n saya ketularan..
Memang kami sama2 sibuk, meskipun sering kuliah dan praktikum bareng, kami belum sempat ngobrol jauh.. Setelah ketemu, kami sibuk masing2..
hingga akhirnya, rejeki dari Allah, saya bisa ngobrol dekat dengannya di suatu perjalanan dalam kondisi kehujanan..
Saya menyarankan agar semua urusan ujian dia selesaikan dulu, tapi dia ingin jeda dulu, pulang ke pontianak. Untuk apa?
Mengurus sekolah anaknya.. Lho katanya belum punya anak, Kok?
Terpaksalah dia mengaku, bahwa dia punya beberapa anak asuh. Ada yang SD, SMP, dan mau SMA..
Hebat...
Kok bisa cukup sih mba, gaji dosen PNS membiayai segitu banyak anak asuh?
Jawabannya : jangan kuatir dengan rezeki dari Allah..
Kemudian dia membagi cerita awal keterbukaan hatinya tentang anak asuhnya..
Begitu banyak tokoh yang dia kenal selamat dari musibah akibat doa para anak asuhnya..
Hm Hmm..
Saya jadi teringat cerita notes teman saya..
Seorang kaya raya yang koma tetapi tidak jadi meninggal karena doa anak yatim yang pernah dia bantu, meskipun saat pemberian zakat kepada anak yatim itu untuk riya di sebuah TV swasta..
Saat ini, saya baru tahap memberikan sedikit rezeki saya ke panti asuhan langganan saya. Cuman bila saya sibuk atau males, saya ga bisa selalu rutin tiap bulan ke panti asuhan tersebut. Bisa beberapa kali, bisa juga ga pernah sama sekali..
Alhamdulilah, teman saya memberikan jalan..
Dia mengajak ikutan berbagi ke anak yatim, yang memang ingin saya lakukan secara rutin, tapi belum ada jalan..
Alhamdullillah... Mudah2n rejeki saya bisa lebih bersih..
Amin
Teman saya memang mulia.. Selain rajin ibadah, dia cukup sederhana.. Mungkin rezeki yang dia punya banyak dibagikan.. Dan teman muda saya tersebut sudah bergelar hajjah..
Subhanallah.. senangnya punya teman yang mulia..
Mudah2n saya ketularan..
Rabu, 26 Mei 2010
Do and Don't
Meskipun informatif dan sangat membantu, saya tidak terlalu ngeh (menyadari) pentingnya informasi Do dan Don't yang selalu ada di awal setiap saya pelatihan di luar negeri.
baru ngehnya saat membaca kuliah umum etika berpolitik oleh Sri Mulyani setelah berhenti jadi Menkeu. Beliau bertanya, Do dan Don't pada Irjen tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang Menkeu. Dan ini sungguh surpraise karena biasanya justru Menkeunya akan bilang, kalu ga boleh begini dan begitu, elo yang saya pecat...
Hehe salut untuk SMI..
Memang, dengan adanya informasi Do dan Don't akan menghindari kita dari masalah. Sebagai contoh, waktu training di Thailand, saya diajarin dulu bagaimana mengucapkan salam "Sawadhika" dengan setengah kepala kita dianggukkan dan tangan ditangkupkan di dada.. Seperti di Indonesia, bila melewati orang yang lebih tua, kita pun harus permisi atau harus melepas alas kaki pada tempat2 tertentu..
Sebenarnya, bila di Indonesia aturan boleh dan tidak boleh diperjelas, akan sangat memudahkan kita dalam bertindak. Agar tidak ragu-ragu..
Memang ada banyak aturan di negara kita, tetapi sering kita langgar, sehingga menjadi lumrah dan menjadi kebiasaan. Contoh saja bila kita melewati lampu merah diperempatan jalan..
Sebenarnya satu hal yang saya harapkan, penegakan hukum secara adil kepada semua lapisan orang.. Hanya dengan ini, semuanya akan tertib.. tidak ada kecurangan2..
Tapi entahlah, kapan Indonesia bisa begitu..
baru ngehnya saat membaca kuliah umum etika berpolitik oleh Sri Mulyani setelah berhenti jadi Menkeu. Beliau bertanya, Do dan Don't pada Irjen tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang Menkeu. Dan ini sungguh surpraise karena biasanya justru Menkeunya akan bilang, kalu ga boleh begini dan begitu, elo yang saya pecat...
Hehe salut untuk SMI..
Memang, dengan adanya informasi Do dan Don't akan menghindari kita dari masalah. Sebagai contoh, waktu training di Thailand, saya diajarin dulu bagaimana mengucapkan salam "Sawadhika" dengan setengah kepala kita dianggukkan dan tangan ditangkupkan di dada.. Seperti di Indonesia, bila melewati orang yang lebih tua, kita pun harus permisi atau harus melepas alas kaki pada tempat2 tertentu..
Sebenarnya, bila di Indonesia aturan boleh dan tidak boleh diperjelas, akan sangat memudahkan kita dalam bertindak. Agar tidak ragu-ragu..
Memang ada banyak aturan di negara kita, tetapi sering kita langgar, sehingga menjadi lumrah dan menjadi kebiasaan. Contoh saja bila kita melewati lampu merah diperempatan jalan..
Sebenarnya satu hal yang saya harapkan, penegakan hukum secara adil kepada semua lapisan orang.. Hanya dengan ini, semuanya akan tertib.. tidak ada kecurangan2..
Tapi entahlah, kapan Indonesia bisa begitu..
Selasa, 25 Mei 2010
Pedihnya Berkompromi..
Harus saya akui, rasanya pedih harus berkompromi..
Berkompromi terhadap hal yang tidak kita sukai, tetapi itulah yang harus kita hadapi..
Di saat pedih itulah, rasanya lebih mudah untuk meninggalkan arena kompromi. Buat apa2 capek berkompromi..
tapi bila meninggalkan arena kompromi juga sama2 pedih..
Apa yang harus dilakukan..
Maju kena, mundur pun kena.. dilematis..
Dihitung-hitung, ditimbang-timbang, malah tambah bingung..
Akhirnya.. kupasrahkan pada Mu, Ya Allah..
Mana yang terbaik buatku, masa depanku..
Permudahkan lah semua ini,
Kuatkan hatiku untuk menghadapi ini..
Yaa Rahman Yaa Rahiim
Lindungi aku..
Amin..
Berkompromi terhadap hal yang tidak kita sukai, tetapi itulah yang harus kita hadapi..
Di saat pedih itulah, rasanya lebih mudah untuk meninggalkan arena kompromi. Buat apa2 capek berkompromi..
tapi bila meninggalkan arena kompromi juga sama2 pedih..
Apa yang harus dilakukan..
Maju kena, mundur pun kena.. dilematis..
Dihitung-hitung, ditimbang-timbang, malah tambah bingung..
Akhirnya.. kupasrahkan pada Mu, Ya Allah..
Mana yang terbaik buatku, masa depanku..
Permudahkan lah semua ini,
Kuatkan hatiku untuk menghadapi ini..
Yaa Rahman Yaa Rahiim
Lindungi aku..
Amin..
Kemenangan Anas Urbaningrum
Syukurlah Anas Urbaningrum keluar sebagai pemenang dalam pemilihan ketua umum partai Demokrat, setelah mengalahkan Andi Malarangeng dan Marzuki Ali. Sejujurnya, saya sempet kuatir Jagoan saya, Anas kalah melihat banyaknya iklan Andi baik di TV maupun di sepanjang jalan ..
bagi saya, kemenangan Anas memiliki 2 arti penting karena 1) membuktikan anak muda juga bisa menang, dan 2) membuktikan uang bisa dikalahkan oleh performa Anas.
Selama ini tabu bila anak muda maju sebagai pemimpin. Liat saja pesaing berat Demokrat. Golkar dipimpin oleh Ical, sedangkan PDIP dipimpin oleh Megawati. Belum lagi partai lain. Dan lucu juga saat mereka menganggap enteng pemimpin muda. Dalam hati sih, mereka iri kali ya ... Gimana ga iri, Anas baru 41 tahun boo..
Jor-jorannya Andi menunjukkan bahwa modal nya cukup banyak. Sedangkan Anas? Syukurlah, para pengurus Demokrat masih tidak dibutakan oleh uang.
Jujur saja nih, kemenangan Anas mengobati luka saya karena Sri Mulyani ditendang SBY. Tadinya klu sampe Anas kalah, saya tidak mau nyoblos Demokrat lagi.
Dengan kepemimpinan Anas, saya harap Demokrat bisa lebih baik, tidak disetir SBY seperti SBY disetir "itu-tuh" yang dari Golkar...
Harapan berlebihan saya, mungknkah Anas dipasangankan dengan Sri Mulyani di 2014?
Kayaknya ga bakal berani partai mengambil resiko Sri Mulyani, takut dicecar Century kali ya.. Padahal, dengan pasangan ini, saya percaya para koruptor ga akan berani macem2 dan hukum benar2 ditegakkan di negara tercinta ini. Insya Allah ....
bagi saya, kemenangan Anas memiliki 2 arti penting karena 1) membuktikan anak muda juga bisa menang, dan 2) membuktikan uang bisa dikalahkan oleh performa Anas.
Selama ini tabu bila anak muda maju sebagai pemimpin. Liat saja pesaing berat Demokrat. Golkar dipimpin oleh Ical, sedangkan PDIP dipimpin oleh Megawati. Belum lagi partai lain. Dan lucu juga saat mereka menganggap enteng pemimpin muda. Dalam hati sih, mereka iri kali ya ... Gimana ga iri, Anas baru 41 tahun boo..
Jor-jorannya Andi menunjukkan bahwa modal nya cukup banyak. Sedangkan Anas? Syukurlah, para pengurus Demokrat masih tidak dibutakan oleh uang.
Jujur saja nih, kemenangan Anas mengobati luka saya karena Sri Mulyani ditendang SBY. Tadinya klu sampe Anas kalah, saya tidak mau nyoblos Demokrat lagi.
Dengan kepemimpinan Anas, saya harap Demokrat bisa lebih baik, tidak disetir SBY seperti SBY disetir "itu-tuh" yang dari Golkar...
Harapan berlebihan saya, mungknkah Anas dipasangankan dengan Sri Mulyani di 2014?
Kayaknya ga bakal berani partai mengambil resiko Sri Mulyani, takut dicecar Century kali ya.. Padahal, dengan pasangan ini, saya percaya para koruptor ga akan berani macem2 dan hukum benar2 ditegakkan di negara tercinta ini. Insya Allah ....
Arak-arakan jaman reformasi masih ada
Kemarin saya melihat arak2n anak SD dengan membawa bendera merah putih di sepanjang jalan. Heran saya, sepertinya mereka menunggu kedatangan seorang penting dan ingin menyambut kedatangan orang tersebut.. Sekilas saya lihat seseorang yang mungkin gurunya memberi aba2 kepada murid2nya..
Saya kira, dengan jaman reformasi begini sudah tidak ada arak2n begini.. Kayak jaman orde baru aja..
Dulu, sewaktu SMP saya pernah mengalami hal serupa.. Waktu itu kami berjejer di pinggir jalan karena datang jenazah Sri Sultan Hamengku Buwono IX ke kraton. Dan setelah itu, dengan kesadaran sendiri kami berjejer lagi di jalan saat Sri Sultan dibawa dari kraton ke Imogiri untuk dimakamkan..
Sekarang, dengan jaman reformasi.. ternyata budaya tersebut masih ada. Dan ternyata, arak2an tersebut hanya untuk menyambut kedatangan tim penilai kecamatan.. Idiiih.. lebay amat sih. Sampai harus memanfaatkan anak2 SD, yang artinya mengurangi jam belajar mereka..
Ada2 aja..
Saya kira, dengan jaman reformasi begini sudah tidak ada arak2n begini.. Kayak jaman orde baru aja..
Dulu, sewaktu SMP saya pernah mengalami hal serupa.. Waktu itu kami berjejer di pinggir jalan karena datang jenazah Sri Sultan Hamengku Buwono IX ke kraton. Dan setelah itu, dengan kesadaran sendiri kami berjejer lagi di jalan saat Sri Sultan dibawa dari kraton ke Imogiri untuk dimakamkan..
Sekarang, dengan jaman reformasi.. ternyata budaya tersebut masih ada. Dan ternyata, arak2an tersebut hanya untuk menyambut kedatangan tim penilai kecamatan.. Idiiih.. lebay amat sih. Sampai harus memanfaatkan anak2 SD, yang artinya mengurangi jam belajar mereka..
Ada2 aja..
Adopsi Anak
Mendadak temanku bercerita, dia akan mengadopsi bayi merah. Hal ini dilakukan karena dia dan suaminya sudah 10 tahun lebih belum juga dikaruniai keturunan juga..
Mendadak dia ditawari bayi karena ayah si bayi meninggal dunia, sedangkan ibunya sudah beranak 5 dan tidak sanggup membiayai..
Mungkin ini memang rezeki teman saya, karena sebenarnya dia dan suaminya sudah mencari bayi yang dapat diadopsi tetapi selalu gagal..
Tetapi bisa dibilang, usaha ini tanpa persiapan!!
Dia belum beli apa2 untuk bayi itu. Dia hanya nitip adiknya untuk membelikan perlengkapan bayi 800rb dan dia belum tahu barang apa aja itu.. Dia sendiri sedang aktif kuliah dan suaminya berada di kota lain..
Mungkin sekali lagi ini rezeki teman saya..
Mungkin klu dia tidak nekat begini, dia tidak juga dapat adopsi anak juga..
Mudah2n bayinya menjadi anak yang solekhah..
Amin
Mendadak dia ditawari bayi karena ayah si bayi meninggal dunia, sedangkan ibunya sudah beranak 5 dan tidak sanggup membiayai..
Mungkin ini memang rezeki teman saya, karena sebenarnya dia dan suaminya sudah mencari bayi yang dapat diadopsi tetapi selalu gagal..
Tetapi bisa dibilang, usaha ini tanpa persiapan!!
Dia belum beli apa2 untuk bayi itu. Dia hanya nitip adiknya untuk membelikan perlengkapan bayi 800rb dan dia belum tahu barang apa aja itu.. Dia sendiri sedang aktif kuliah dan suaminya berada di kota lain..
Mungkin sekali lagi ini rezeki teman saya..
Mungkin klu dia tidak nekat begini, dia tidak juga dapat adopsi anak juga..
Mudah2n bayinya menjadi anak yang solekhah..
Amin
Langganan:
Postingan (Atom)