Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Senin, 13 Desember 2010

Dosen oh.. dosen

Honestly, saya senang dosen saya banyak proyek, yang artinya, pasti beliau tambah kaya ilmu dan Insya Allah mudah2n disampaikan ke kami, mahasiswa2nya. Selain itu.. ikut seneng dosen2 jadi dapat tambahan penghasilan..

Tetapi entah kenapa.. mungkin terlalu banyak proyek atau terlalu sedikit dosen, hingga banyak dosen2 saya meninggalkan  kewajibannya mengajar demi proyek tersebut. Banyak alasannya.. Saya harus rapat, harus seminar, harus buat laporan akhir, capek habis kunjungan..
Ujung2nya.. minta ganti kuliah hari lain. Entah di hari sabtu, sore, ato malem2..
Sepertinya yang punya schedul hanya dirinya seorang..

 Ada macem2 tingkah oknum dosen yang begini ini ..
1. Dengan bangganya, menceritakan jadwalnya yang padat.. Anehnya hanya menyediakan diri konsultasi pada hari senin pagi, sebelum beliau terbang ke kota lain. Bahkan keluarganya hanya dikasih jatah hari minggu.. Aduh pak, cari setoran sebelum pensiun ya ..
2. Mengatakan capek, lelah, tidak fit.. tapi malah ngobrol ga jelas di kampus.. Bilang aja males ngajar..
3. Ada suami temen saya yang dosen.. 2 bulan meninggalkan kampus karena istrinya melahirkan.. Coba kebangetan ga.. Padahal dia ketua jurusan lho.. kasihan bener mahasiswanya

Terus terang, saya prihatin dengan keadaan begini. Banyak yang senasib dengan saya. Kos, jauh dari keluarga untuk menuntut ilmu. Pake bayar mahal, tapi dosen2 ga peduli begitu..
Makan gaji buta kale..
 
Selain disiplinnya kurang, kualitas mengajar ga pernah diperhatikan.. Mengajar dianggap sama dengan ngobrol biasa.. Ga ada persiapan materi.
Pernah saya mo kuliah, ternyata dosennya lupa. Kata beliau, ya udah kita diskusi aja. Tanpa slide, tanpa materi kuliah.. ya sekedar ngobrol aja.. Dan diakhir kuliah, beliau tanda tangan absen dengan menuliskan topik kuliah saat itu.. Ngacoooo

Bocoran nih.. terkadang, dosen punya slide itu2 aja, jarang di-update. Jangan heran ya.. bila slide itu digunakan dimana2, di beberapa jenis mata kuliah.. Ga kreatif banget..

Sekali lagi, ini oknum lho.. Entah berapa persen
Tapi sungguh,, saya ga berani komplain. Kenapa? takut dipersulit lulus.. hehe..
Selama jadi mahasiswa, harus cari aman.
Becandanya saya.. Boleh ngeyel ama bos di kantor, tapi wajib nurut sama dosen.. Abis klu bos di kantor musuhin kita.. paling lama 4 tahun beliau di rolling tempat lain atau kembali jadi rakyat biasa..
Kalo dosen.. bisa bikin kita busuk di kampus dengan pembayaran SPP yang membengkak..

Entah kapan ada sanksi bagi prilaku dosen2 nakal ini..
Dengan catatan, berani ga komplain ke dosen? Kaburrrrrrrrrrrrr

Jumat, 10 Desember 2010

ban bis yang sobek


Foto ini saya ambil dari bis yang saya tumpangi di tol beberapa bulan yang lalu..
Ban bis sobek..
Alhamdullillah.. tidak terjadi apa2..

Karena sering perjalanan rute yang sama, saya jadi mengamati perilaku jenis2 bis yang saya tumpangi.
Bis Mxx paling bersih, kondisi kendaraan terasa paling baru, dikasih air mineral gelas, supirnya ga ugal2n, tapi malah terasa pelan.
Bis Gxgxk Rxmxxg, paling payah. kondisi kendaraan paling jelek. sering mogok. Menurut saya, bis ini ga pantas masuk kelas eksekutif.
Bis Bxlx Uxxmx, termasuk medium. kondisi kendaraan sedang, kecepatan sedang. cuman ga dikasih minum..

Bila dapat bis GR, saya sering mengalah, mending nunggu bis berikutnya.. daripada mogok begitu lho.. Sering, saya bareng ibu2 yang berpikiran sama dengan saya. Sepertinya, kru bis juga paham klu banyak penumpang langganan rute sama, memilih bis bagus daripada bis rongsokan begitu..

Herannya, kenapa ya.. bis jelek begitu masih boleh jalan..
Ato bis jelek tersebut mbok ya memperbaiki servisnya..
Dikasih minum kek seperti bis Mxx..

Tapi, penumpang emang ga bisa ditipu kok..

Senescence pada manusia

Ngebahas senescence pada tanaman, jadi menganologikannya pada manusia..

Terkadang kita lupa sering mendzolimi tubuh kita.. Sering lembur kerja malem, begadang, lupa makan, ga pernah olah raga, kurang istirahat..
Memforsir semua tenaga kita..
Entah untuk eksistensi, ato materi..

Buat apa semua eksistensi dan materi itu, bila kita sakit, berumur pendek..

Deraan lingkungan di daerah tropis juga cukup tinggi. Entah karena panas, polusi..
Makanya, rasanya pantas, bila waktu di daerah eropa, saya sering liat para sepasang manula bergandengan tangan.. mesra sekali..
Sedangkan di daerah tropis, rata2 berumur pendek.. Entah karena deraan lingkungan ato banyaknya kecelakaan karena tidak tertib lalu lintas ..

Makanya jagalah kesehatan anda..

Umbi mini kentang dengan aeroponik

Pernah dengar aeroponik kan? Aeroponik adalah proses penumbuhan tanaman pada lingkungan udara/kabut tanpa menggunakan tanah atau aggregat media. Sistem aeroponik menggunakan bak dari fiberglass atau bambu yang ditutup plastik hitam dan kemudian ditutup dengan styroform. Akar tanaman dibiarkan menggantung dan disemprotkan larutan hara melalui sprinkler, kemudian akar akan menyerap hara tersebut.
Tadinya saya pikir, kentang tidak mungkin dibudidayakan secara aeroponik. Ternyata, bisa lho.. bahkan hasilnya lebih tinggi daripada konvensional. Secara konvensional, umbi mini kentang yang dihaslkan hanya 3-5 umbi per tanaman, tetapi dengan aeroponik bisa menghasilkan hingga 30 umbi per tanaman. Spektakuler kan..

Keunggulan aeroponik terletak pada oksigenasi setiap butiran kabut halus nutrisi yang sampai ke akar. Selama perjalanan dari lubang sprinkler sampai ke akar, butiran akan menambat oksigen dari udara, sehingga kadar oksigen terlarut dalam butiran menjadi meningkat. Dengan demikian proses respirasi akar dapat berlangsung lancar dan menghasilkan banyak energi, sehingga meningkatkan serapan hara.

Pemberian nutrisi pada sistem aeroponik sangat mudah diatur sesuai kebutuhan tanaman dan tahap pertumbuhan tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman dapat dikontrol. Pemakaian nutrisi pada sistem aeroponik lebih hemat karena sisa semprotan dapat digunakan kembali untuk tanaman, sehingga cukup ramah lingkungan. Selain itu terdapat efisien penggunaan lahan dan tidak memerlukan tanah steril untuk produksi benih umbi mini kentang, sehingga dapat mengatasi masalah eksploitasi tanah secara berlebihan . Penanaman dalam rumah kassa tanpa tanah menyebabkan serangan hama penyakit pada sistem aeroponik relatif lebih rendah, sehingga kualitas benih lebih baik dan lebih terjamin kemurniannya. Dengan aeroponik, benih kentang dapat diproduksi kapan saja, sehingga produsen benih dapat mengatur sesuai kebutuhan konsumen benih.
Sistem aeroponik memungkinkan umbi kentang dapat dipanen berkali-kali tanpa kerusakan akar. Pemanenan umbi berkali-kali memungkinkan panen sesuai ukuran umbi yang diinginkan dan dapat menghilangkan dormansi apikal, sehingga memacu pembentukan umbi, dan akhirnya meningkatkan hasil panen. Ketersediaan hara yang terjamin pada sistem aeroponik menyebabkan umur tanaman menjadi lebih panjang karena terbentuknya stolon sekunder baru selain stolon yang sudah ada, sehingga kemungkinan berproduksi umbi lebih banyak .
Namun demikian terdapat beberapa kelemahan aeroponik yang perlu diantispasi, antara lain adalah listrik dan air harus terjamin, dibutuhkan sumberdaya manusia yang profesional dalam menjalankan proses produksi (formulasi pupuk, aklimatisasi, pemeliharaan sistem, mesin, dan tanaman), jika satu tanaman terserang penyakit sistemik maka akan menyebar melalui aliran air dan hara, dan biaya investasi dan produksi lebih mahal.

Jumat, 03 Desember 2010

Senescence pada tanaman

Senescence pada tanaman adalah proses perkembangan tanaman yang menua. Senescence dapat terjadi secara alami atau karena pengaruh eksternal seperti lingkungan abiotik (suhu ekstrim, keterbatasan hara dll) dan biotik (patogen, naungan dll). Senescence berasosiasi dengan proses absisik yaitu suatu proses sel-sel spesifik di dalam petiol daun berdiferensiasi membentuk lapisan absisik, diikuti dengan penuaan organ.

Senescence tidak sama dengan nekrosis. Nekrosis adalah kematian jaringan/organ yang disebabkan ole kerusakan fisik, racun, atau kerusakan eksternal.
Senescence merupakan proses perkembangan tanaman yang tergantung pada energi dan dikontrol oleh mekanisme genetik. Daun diprogramkan untuk menua dan mati.

Teman saya bertanya, bagaimana membedakan senescence dan nekrosis?
Bagi saya, pertanyaan tersebut terlalu teoritis.. Seandainya pertanyaan tersebut dibawa ke alam terapan, bagi praktisi pertanian, jawabannya sangat mudah sekali..

Apabila anda berada di lapangan, untuk membedakan mana tanaman yang menua atau tanaman yang sakit sangat lah mudah..
1. Liat saja umur tanaman tersebut. Apabila tanaman menguning saat masih muda, tentu bukan penuaan alami yang terjadi.
2. Bila kita tidak tahu umur tanaman tersebut, dan melihat tanaman tersebut menguning, lihat saja faktor lingkungannya.. Adakah faktor lingkungan mengganggu metabolisme tanaman.
Misal, tanaman layu. Bila disiram tidak kembali normal, berarti layunya tanaman bukan karena kekurangan air. Liat saja faktor lingkungan lain baik abiotik maupun biotik..
Bisa jadi karena kena layu bakteri..
Kalo tidak ada faktor yang mengganggu tanaman, ya mungkin udah waktunya tanaman itu mati.. Artinya sudah saatnya mengalami senescence

Kamis, 02 Desember 2010

Pajak warteg

Awalnya memang ngerasa aneh, kok warteg diwajibkan bayar pajak.. Kebayang warteg, pasti kepikir warung nasi yang kecil, kumuh, pembelinya golongan sedang ke bawah..
Pokoknya kasihan deh.. Serasa ga tega klu harus ditagih pajak segala.. Seolah mengais rejeki sedikit demi sedikit.. kok diminta untuk bayar pajak..
carilah wajib pajak yang lebih kaya..

Tadi siang, saya makan di warteg dekat kampus. Warteg ini baru beberapa kali saya kunjungi..
Antri.. Hmm, banyak pembelinya rupanya..
Wajar sih menurut saya.. Karena masakannya lumayan rasanya, murah, pelayanannya ramah dan menunya agak macem2..
Iseng saya hitung pembelinya.. sekitar 10 orang.. Seandainya, setiap pembeli menghabiskan 10 ribu, berarti si ibu dapet duit 100rb saat itu.. Seandainya sehari ada 50 pembeli, berarti dapet duit 500 ribu.. Sebulan? 15 juta?
Wow.. jangan surprise dulu.. itu mah pendapatan kotor.

Btw.. sepertinya rumah makan tuh sering naikin harga lho.. Sepotong ayam goreng dihargain 5ribu. Padahal, klu saya masak sendiri.. mungkin.. biaya produksi hanya habis 2500 saja..

Jadi hitungan kasar saya.. sepertinya warteg baru langganan saya, bisa dapet pendapatan sekitar 10 juta per bulan..

Kaya kah ibu penjual warteg?
Susah dikira sih.. rumah gede, ada mobil keluaran th 2000an.. perhiasan melekat di tubuhnya
saya ga tau kaya pa enggaknya sih..

Cuman yang kepikir bagi saya..
Terkadang, kita begitu sentimentil membela kaum lemah.. warteg tidak perlu ditagih pajak..
Padahal ada beberapa warteg yang konsumennya banyak, yang diduga pemiliknya berpendapatan tinggi..

Jadi, seandainya yang diusulkan bayar pajak adalah warteg berpendapatan lebih dari 60 juta setahun, atau 5 juta sebulan dianggap masih terlalu miskin untuk bayar pajak, ya naikan saja berapa puluh juta pemilik warteg harus bayar pajak..
Mungkin di jakarta, pendapatan sebulan 5juta dianggap terlalu kecil..
Meskipun menurut saya, PNS golongan IIIA dengan gaji 1,5 juta pun sudah bayar pajak pendapatan dari kantornya..

Yang jadi pertanyaan saya..
Gimana cara ngukur pendapatan si warteg? karena biasanya, di warteg, kita bayar tanpa kwitansi atau bon..
Mungkin sekarang harus diubah cara pembayarannya kah?
Jangan sampai menjadi peluang orang2 seperti Gayus bermain di belakang..

Semangat ngeblog lagi ah

Jujur.. blog kedua ini kurang seru menurut saya. Kenapa? karena ga pake nama asli saya.. Lalu kenapa ga pake nama asli saya? hehe.. ada alasan tertentu sih..
Tapi yang jelas, eksistensinya jadi kurang.. Siapa sih Vandania? Hehe..
Pembaca blog saya tentu bukan teman yang sebelumnya saya kenal, mungkin nyasar ke blog ini kale..

Tapi ga papalah..
Niat saya ngeblog bukan hanya untuk eksistensi kok.. Lebih kepada curhat aja, bisa karena seneng, sedih, ada ide, dongkol dlsb..

Saya semangat lagi setelah baca blog di Kompasiana, yang notabene, banyak orang2 jurnalistik disana.. Baru nyadar lah..
Mungkin bisa jadi tantangan saya, bisa ga menarik pembaca dari blogger yang tidak dikenal..
Let's see, tapi sekali lagi bukan tantangan ini tujuan utama saya ngeblog..

Ok, selamat menikmati blog saya kembali..
(hehe.. kayak banyak yang baca aja)