Topik Judul

Cari Blog Ini

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)

Jual benih kentang bersertifikat G0 aeroponik dan turunannya (G1, G2)
Lebih sehat, produksi dan kualitas lebih tinggi.. Minat??

Pemesanan Benih Kentang :

Hubungi http://jayamandirifarm.blogspot.com/
atau phone/whatsApp/Line/WeChat/Viber
+62 812 1919 2065
0812 1919 2065

email : vansekar@yahoo.co.id

LAYANAN KONSUMEN JM FARM :

Free/Gratis Khusus Konsumen :
- Panduan budidaya perbenihan kentang
- Konsultasi teknologi perbenihan kentang
,
Diskon Khusus Konsumen : Pembelian diatas jumlah minimum

Jumat, 24 Agustus 2012

Happy Eid Mubarak

Mumpung masih bulan syawal, Saya mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H
Mohon maaf lahir batin 
Semoga semua amal ibadah di bulan suci Ramadhan diterima Allah SWT
dan kita bisa bertemu lagi di Ramadhan tahun depan..
Amin 3x yaa Rabbalalamin..

Minggu, 12 Agustus 2012

Pengendalian hama penyakit, Thailand Organic 1 (Thailand 2)

Ga adil rasanya bila saya ga share soal training organik saya ke Thailand 2 tahun lalu..
Women team on organic training by SIDA
Ini adalah tim cewek kami dari Asia. Dari Filipina, China, Vietnam, Kamboja, Malaysia, India and Myanmar.. Tentu dari Indo juga lah, cuman mba Dian Indo, ga tau kemana tuh..

Karena saya peneliti, mungkin saya lebih banyak share tentang teknologinya dulu ya..
Untuk postingan kali ini, pengen cerita soal pengendalian hama penyakit secara organik
Foto ini di salah satu lahan penelitian salah satu Universitas di Chiang Mai.. Lahan organik dikelilingi parit/kolam dimana kolamnya berisi ikan. Yah, mina-tanaman gitu deh. Dan di paritnya tersebut dipasangi perangkap. Harusnya ada sex feromon-nya, tapi pas dicek ga ada tuh..




 Mereka juga menggunakan perangkap kuning, sama seperti di Indo. Cuman saya ga menghitung kerapatannya berapa saat itu.. Lupa.com






Yang menarik bagi saya, adalah petani organik di foto sebelah ini. Namanya Ganish. Sekeluarga menerapkan pertanian organik. Mungkin dari sini, tidak terlalu istimewa. Yang istimewanya. Dia menerapkan banyak teknologi pengendalian hama penyakit secara biologis. Dia memanfaatkan musuh alami, biodekomposer, dan pestisida nabati.
Rasa2nya teknologi ini sudah umum dan banyak dikenal, tapi yang konsisten menerapkan teknologi ini kan jarang. Kita tau lah teknologi2 ini, memang mudah tapi males banget menerapkannya karena repot, njilimet (jawa.com)..



Dia menggunakan dan memperbanyak musuh alami sendiri. Saya rasa cukup repot lah.. Saya ingat pernah ngajarin petani gimana memperbanyak musuh alami. Dan hasilnya, ga jalan karena biakannya harus dijaga dalam kelembaban tinggi dan suhu rendah...Ga punya kulkas bu.. Coba disimpan dekat sumur agar lembab dan dingin. Repot bu, kena cucian.. AKhirnya cape deh..
Dia juga menggunakan dekomposer bikinan sendiri.. Klu petani2 kita mah, rasanya males nyari dekomposer sendiri. BIasanya beli. Lama2 berhenti, karena dianggap klu beli adalah mahal. Padahal, dekomposer terbaik adalah yang asli dari lingkungan sendiri
Dia menanam tanaman bahan untuk pestisida nabati dan rajin membuat sendiri. Setiap mo nyemprot, ya bikin dulu dan kemudian semprot.. Waduh, mana tahaan.. Jarang ada petani serajin ini..

Satu kata deh buat Ganish. Salut..

Dan ini juga jadi teguran halus bagi saya. Kenapa?
Yah, sebagai peneliti dan praktisi, yang tentu tau ilmu2nya, saya belum sepenuhnya menerapkan teknologi yang saya tau. Yang repotlah, belum sempatlah, dan segudang alasan lainnya.. Hmhm.. jadi malu..
 

Sabtu, 11 Agustus 2012

Tax Free Please (Sweden 4)

Dibilang malu2in sih boleh lah..
Tapi sebagai turis kere yang melancong eropa, wajarlah agak ngirit.. hehe.. btw, ga melancong ding. 3 tahun lalu, kebetulan ada training ke Sweden, saya dan teman2 asia lainnya paling demen nih nyari toko yang tax free untuk beli oleh2.. Alias bebas pajak. Toko ini diperuntukkan untuk para turis. Harga bisa miring karena tanpa pajak..

Tax free shop

Gara2 crita soal tax free shop ini ke teman2,  saya dikasih tau supaya meng-keep semua nota2 pembelian. Ternyata, sebagai turis, saya ga perlu bayar pajak. So entar di bandara, saya bisa nuker tuh nota2 pembelian dan dapat pengembalian pajak yang terlanjur saya beli..

  Stockholm Airport

Buuuut, ternyata oh ternyata... Nota pembelian tidak bisa ditukar.
Why? Katanya, klu mau nukar nota pembelian seharusnya waktu transaksi saya harus bilang ke toko ybs klu pembayaran pajaknya mo saya tukar di bandara.. Oow.. mene ketehek..
Jadi deh, acara ngabisin duit krona di bandara waktu pulang jadi batal, karena emang duitnya udah abis bis.. hehe..

So, bagi kalian2 yang mo travelling di negara2 yang patuh pajak, siap2 keep nota pembelian ya.. Kali2 bisa ditukar. 

Repotnya aeroponik kentang dibandingkan konvensional

Kalau saya ditanya, apakah aeroponik benar berprospek digunakan untuk perbanyakan benih kentang? Hoho.. optimis donk.. Ini sekalian untuk menjawab fenomena beberapa praktisi aeroponik kentang yang gagal, hopeless, and so on.. Ga tanggung2 lho yang gagal. Ada yang ahli, sedang, atopun petani biasa.. Akhirnya mereka kembali ke konvensional dimana jumlah panen umbi hanya sekitar 3-5 saja..

Tidak dipungkiri.. Kendala utama aeroponik adalah begitu mudahnya tersebar penyakit sistemik ke seluruh populasi tanaman. Bisa ludes des.. Bisa gigit jari karena benih G0 harus benar2 bebas penyakit.. Tentu diperlukan trik2 agar tanaman dan lingkungan bener2 steril..

Selain masalah penyakit, ini mah menurut saya, praktisi aeroponik harus benar2 paham fisiologi tanaman kentang. Kenapa begitu? Karena kentang tumbuh di media buatan, yang fragile, salah sedikit saja bisa mati tuh tanaman. Misalnya aja salah nutrisi, bisa tewas semua. Beda bila kita nanam di tanah. Media tanah cukup stabil mendapat berbagai stres lingkungan. Salah ngasih pupuk, tanaman di tanah relatif masih bisa bertahan dibandingkan di aeroponik..

Apalagi cuaca saat ini, puanasssnya minta ampun.. Suhu di dalam screen dan dalam bak aeroponik bisa fantastis.. Tentu diperlukan trik2 buat ngakalinnya.. Jadi tambah repot dah..
Klu tanaman di tanah kepanasan kayak begini mah masih aman dah.. 

Jangan dikira saya ga pernah ceroboh lho ya.. Pernah lupa ga ngidupin lagi sprinkler setelah pengecekan sprinkler, akibatnya tanaman layu. Pernah ga sengaja ngasih EC nutrisi kebanyakan, akibatnya pertumbuhan stagnant.. dst dst deh.. Honestly, saya juga pontang panting gimana caranya biar hasil aeroponik saya terus meningkat. Selain untuk disertasi saya, tentu buat segenggam berlian .. hehe.. Cara termudahnya adalah saya berusaha terlibat langsung. Itung2, sebelum balik ngantor lagi lah..

Emang lebih repot sih, tapi Insya Allah, hasilnya lebih banyak..
Dimana2 juga, yang lebih repot, lebih menguntungkan..
Semangadddd :)) 

Jumat, 10 Agustus 2012

Pengen Cepat Lulus ah..

Rasanya dah lamaaa banget ga ngeblog..
Dari satu sisi lagi ga punya asisten RT, belon punya pegawai baru lagi setelah berhentiin yang lama, plus dikejar2 dosen supaya buru2 sidang komisi.. lengkap sudah kehabisan waktu buat ngeblog.. Kan lagi Ramadhan, harus memperbanyak ibadah..
Sebelumnya, mohon maaf atas segala kesalahan ya..
Selamat menunaikan ibadah puasa..
tuelat.com

Recently, saya baru nongol lagi ke kampus..
Bukannya rajin, tetapi menghadiri ujian terbuka doktor teman2 saya..

Satu hal yang saya perhatikan saat ujian terbuka doktor. Hampir semua teman saya menangis, sesenggukkan, di saat memberikan kata sambutan setelah dinyatakan lulus. Mo perempuan ato laki2, sama aja. Nangis. Meski si laki2 segagah apapun, sengocol apapun, tapi tetep aja suaranya serak saaat mengucapkan syukur Alhamdullillah dan menyampaikan terima kasih entah kepada dosen pembimbingnya atau kepada keluarganya..

Hmhm..
Benar juga kata moderator..
Di saat kita presentasi secara ilmiah, boleh lah kita berbicara lantang, tegas dll, tapi saat kita mendapatkan kebahagiaan, pasti kita akan teringat kepada yang telah berjasa kepada kita..
Tentu kepada Allah SWT, guru kita dan keluarga..
Suasana haru begitu, terkadang nyetrum ke para audiensi.. hikhik.. jadi ikutan berkaca2..

Yang jelas, setelah beberapa kali mengikuti ujian terbuka doktor, saya jadi terpacu pengen cepet2 lulus..
Doa kan ya... Amin Yra..
Syukron   

Kamis, 05 Juli 2012

Bunga bagi pengumbian kentang

Entah berapa bulan yang lalu, ada yang bertanya pada saya, baguskah bila tanaman kentang itu berbunga, hubungannya dengan pertumbuhan umbi? Apakah terjadi persaingan makanan antara bunga dan umbi? 

Dulu, saya juga sempat memiliki pertanyaan yang sama..


Secara teoritis, bunga dan umbi merupakan sink atau pengguna makanan yang utama. Apalagi bila bunga itu berbiji. Biji konon penyerap makanan paling rakus.. Itu, teori yang saya peroleh di kuliah dan banyak ditemukan di diktat perkuliahan..

Karena penasaran, saya pernah sampai tanya ke petani saya, apakah bunga mengganggu pengumbian kentang. Ternyata, engga tuh.. Petani binaan saya pernah mencobanya dengan membuat percobaan antara tanaman kentang yang dibuang bunganya dan tidak.. Ternyata tidak ada bedanya. So mereka ga pernah membuang bunganya lagi. Malah mereka justru berharap agar tanaman kentangnya berbunga..
Lho kok? Ternyata kata mereka, justru tanaman yang berbunga, biasanya justru hasil umbinya lebih banyak..
Lho kok ga sesuai teori..

Sempat kepikiran beberapa lama tuh kenapa ya...
Akhirnya ketemu deh, khusus untuk kasus petani saya.. Tanaman kentang yang berbunga, artinya tanaman ini dapat membagi makanan dengan baik, sehingga selain membentuk umbi, dia masih sanggup membentuk bunga pula. Pada kondisi bagaimana ini ditemukan? Biasanya ini terjadi pada lahan yang subur.. Pada lahan subur, ga masalah bagi tanaman untuk membentuk umbi dan bunga sekaligus.. Dan memang, bila di lahan yang tidak subur, jarang saya temukan kentang yang berbunga..
Ga setuju dengan pendapat saya? Boleh kok.. Monggo..

Hubungan ketersediaan benih kentang bersertifikat dan musim kemarau

Salah satu kebijakan dalam rangka meningkatkan ketersediaan benih kentang bersertifikat, konon, adalah meningkatkan jumlah penangkar benih. Salah satunya dengan meningkatkan status petani per generasinya. Bila awalnya petani berstatus produsen G2, meningkat menjadi petani G1, sedangkan petani G1 menjadi petani G0.. Harapannya, nantinya tidak ada lagi benih G4, benih cukup sampai G3 saja.
Saya sebut konon, karena itulah yang saya dengar waktu ada rapat perbenihan kentang di salah satu institusi penelitian dengan dirjen terkait beberapa bulan lalu.. Realisasinya, tauk deh..

Saya pribadi, merasa bottleneck kelangkaan benih kentang terjadi karena salah satunya rantai supply benih kentang dari G0 menjadi G4 terlalu panjang, perlu lebih dari 3 tahun. Bagi pemodal cekak, tentu jadi kendala. So, jangan salahkan bila rasio benih jarang bernilai satu, karena petani butuh makan dan biaya produksi untuk musim berikutnya, sehingga dia menjual sebagian benih kentangnya sebagai  produk konsumsi. Apa boleh buat..

Bottleneck yang paling kerasa, ya saat musim kemarau begini.. Udah panasnya minta ampun, sulit cari airnya.. Padahal kentang adalah komoditas sayuran dengan perakaran dangkal, so ga tahan kering.. Artinya, perlu rajin disiram.. Padahal lagi, biasanya kentang generasi bawah.. seperti G3, G4 sering ditanam di gunung, yang tentu sulit cari air.. (Terutama pengalaman saya di Pangalengan, tauk deh kalu daerah lain).. Dampaknya, pertanaman kentang di musim kemarau tentu sedikit.. Padahal rantai generasi perbenihan harus tentu berjalan.. So, jangan heran bila ketersediaan benih di 6 bulan berikutnya rendah..

Ilustrasinya, misalnya, bila pada bulan Juli-September adalah musim kemarau, ga ada air, pertanaman sedikit. Artinya pertanaman bulan Januari-Maret  akan kesulitan mendapatkan benih. Artinya benih langka, jadi benih mahal.. Kalau sampai ada benih impor, akhirnya demo rame2 deh..

So, perlukah bantuan bagi penangkar benih yang tanam di musim kemarau? Kalau dibantu pemerintah sih syukur. Apa kek, pompa air? Embung air? Tapi pengalaman sih, kalau bantuan pemerintah sering datang tidak di waktu yang tepat. Musim kemaraunya kapan, pompa airnya kapan diterimanya petani. Ga sinkron..
Jadi.. Gelaplah  
Sepertinya klu kendala penanaman musim kemarau ga diatasi, meskipun jumlah dan status petani penangkar benih kentang ditingkatkan, ya tetaplah masih ada kelangkaan benih di suatu waktu